11 Sumber Ide Baru bagi Para Manajer Social Media yang Kehabisan Ide

Anda and Paper Airplanes

Manajer social media pun bisa kehabisan ide. (Photo credit: bre pettis)

Bekerja di social media sering dianggap sebagai hal yang sepenuhnya menyenangkan. Tak heran karena banyak orang yang merasa performa dan produktivitas kerjanya diukur sebagian dari menghindari akses social media saat bekerja. Social media sering dianggap sebagai biang keladi produktivitas yang rendah, terbukti dengan perusahaan-perusahaan yang memblokir akses social media dalam jaringan internet nirkabel/ kabelnya. Mungkin salah satunya adalah perusahaan yang Anda miliki atau menjadi tempat bekerja Anda sekarang.

Itulah keasyikan mengerjakan sesuatu yang ‘terlarang’. Makin dilarang, makin terasa mengasyikkan. Tapi saat sudah menjadi bagian aktivitas sehari-hari atau bahkan menjadi tumpuan hidup, social media malah bisa menjadi mainan yang membosankan.

Jika Anda bekerja di bidang social media dan merasa sering bosan dan kehabisan ide kreatif untuk menghidupkan gairah dan semangat para fans di wall atau follower di linimasa akun Twitter brand Anda, cobalah 11 sumber ide baru berikut ini, yang acap kali juga saya lakukan.

Periksa kotak masuk surel

Ada yang mengatakan memeriksa kotak masuk akun email bisa membuat kita kurang produktif karena kita seolah dipaksa melayani berbagai email yang datang. Entah itu harus dibaca dan dibalas atau karena banyaknya email dengan subjek menarik yang mengundang untuk dibaca.
Maka dari itu, sebelum membuka kotak masuk, milikilah sebuah batasan waktu dan tujuan yang jelas. Bagi saya, memeriksa kotak masuk surel bisa memberikan inspirasi untuk satu hari penuh. Cobalah berlangganan newsletter atau posting terbaru dari sejumlah blog yang Anda sukai karena relevan dengan dunia Anda. Batasi waktu untuk memeriksa, misalnya 10-15 menit di pagi hari sebelum benar-benar bekerja. Setidaknya sudah ada beberapa ide dalam kepala saat hendak bekerja, dan tinggal Anda mengembangkannya lebih detil.

Jadwalkan tweet dan retweet

Tweet orang lain bisa juga menginspirasi kita untuk membuat tweet yang tak kalah inspiratif dan bermanfaat. Jangan ragu untuk beberapa kali me-retweet tautan-tautan yang menarik dan relevan dengan brand Anda di Twitter. Follower brand Anda akan berterimakasih karena Anda sudah bersedia menyebarkan informasi berharga untuk mereka.
Bila pagi Anda lumayan sibuk, gunakan aplikasi yang bisa membuat tweet terjadwal sehingga Anda bisa sedikit bernapas lega.Aplikasi semacam Hoostsuite atau Tweetdeck bisa jadi pilihan.

Baca blog orang lain

Jika Anda bukan tipe orang yang suka berlangganan artikel terbaru via surel/ email, mengunjungi blog/ situs favorit di bilah markah/bookmark juga bisa memberikan ide baru. Google Reader dapat digunakan untuk bisa membaca semua konten terbaru blog dan situs yang menjadi langganan kita.

Jawab pertanyaan

Sumber ide lainnya bisa dari pertanyaan yang diajukan follower atau fans. Jawaban itu bisa Anda jabarkan lebih panjang dan detil. Ini mungkin salah satu cara paling efektif untuk melibatkan secara aktif para follower dan fans. Mereka merasa didengarkan dan terjadi komunikasi dua arah yang positif, suatu hal yang menjadi salah satu tujuan utama kehadiran brand di social media.

Bertemu dengan sesama manajer social media

Tak ada yang lebih menyenangkan dari bertemu secara langsung rekan-rekan yang bergerak di bidang yang sama. Anda bisa bertukar pikiran, berdebat tentang satu isu terkini di social media, mengetahui perkembangan social media (yang bisa jadi Anda lewatkan). Jangan lupa gunakan Foursquare atau Koprol untuk check-in.

Rekam dan unggah video spontan

Mungkin ini adalah jenis ide konten yang bisa menarik lebih banyak pengunjung karena lebih memuaskan dua indra utama manusia: telinga dan mata. Menurut saya, video spontan juga lebih menarik disajikan karena social media sekarang sudah menjadi sumber informasi yang berbeda dari jenis mainstream yang nuansanya lebih teratur, terorganisir dengan baik , atau sudah direka sedemikian rupa untuk tujuan tertentu. Misalnya, Anda sebagai manajer social media bisa merekam video spontan berdurasi 3-5 menit tentang bagaimana suasana kerja kantor di mana CEO, manajer divisi lainnya dan rekan kerja Anda tengah menyelesaikan pekerjaan mereka. Anda bisa unggah video pendek ini ke YouTube atau Vimeo atau di situs perusahaan.

Hadiri seminar/ konferensi social media

Pengetahuan umum memang murah bahkan gratis tetapi pengetahuan yang lebih mendalam dan intensif tidak. Jenis pengetahuan yang kedua ini tidak bisa didapatkan dari membaca blog atau kursus online gratis atau mengunduh ebook gratis. Anda harus belajar dari pakar dan praktisinya.

Membaca buku

Terdengar konvensional? Internet memang sebuah perpustakaan digital tanpa batas. Anda bisa dapatkan hampir segala macam informasi di dalamnya. Tetapi dalam beberapa hal, buku fisik yang berupa lembaran kertas juga bisa memberikan pencerahan. Ada ide-ide yang bisa kita temui di dalam sebuah buku. Panjangnya juga tidak hanya 500-1000 kata seperti sebuah artikel di blog. Mempelajari informasi dan pengetahuan dalam buku konvensional juga lebih leluasa dan tak terlalu melelahkan bagi mata kita dan minim gangguan seperti suara chat, tweet baru. Bayangkan jika Anda membaca sebuah artikel online, kemungkinan besar Anda akan terganggu lebih mudah.

Berjalan-jalan ke luar kantor

Menjadi seorang manajer social media bukan berarti Anda terkungkung di balik meja seharian. Bebaskan pikiran yang jenuh dengan berjalan-jalan di luar lingkungan kerja Anda.Temui hal-hal baru, orang-orang baru di tempat-tempat baru.

Berolahraga

Ide bisa ditemukan jika keadaan mental dan pikiran seseorang sehat. Dan itu sebagian dipengaruhi oleh frekuensi dan intensitas kita berolahraga. Amat mudah bagi manajer social media untuk mengadopsi gaya hidup sedentari (kurang gerak) yang membahayakan keseimbangan jasmani dan rohaninya, yang pada gilirannya akan berpengaruh pada produktivitas dan kreativitasnya dalam bekerja. Sisihkan setidaknya 10-30 menit untuk sekadar meregangkan tubuh, berjalan cepat, atau olahraga kecil lain yang mengalihkan perhatian Anda dari rutinitas pekerjaan sebagai manajer social media.Terlihat seperti membuang waktu pada awalnya, tetapi bisa jadi Anda akan berubah pikiran setelah mencoba melakukannya dalam beberapa hari.

Kunjungi dan pelajari akun brand lain

Apa lagi yang bisa dipelajari untuk mendapatkan ide baru yang lebih mudah selain mengamati strategi yang dilaksanakan oleh brand lain yang lebih sukses dalam social media? Tentu tak ada yang bisa mengharamkan kita untuk meniru apa yang jawara-jawara ini lakukan. Kita bisa saja mengadopsi mentah-mentah. Akan tetapi saya juga setuju dengan Iim Fahima, CEO Virtual Consulting, dengan pendapatnya bahwa tak ada strategi yang sama yang dapat diulang untuk brand yang berbeda.

Prinsip ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi) bisa jadi kiat yang bisa diterapkan manajer social media. Intinya,tetap saja: “Berpikirlah secara kreatif”. Plagiarisme tidak akan berguna, bahkan berdampak kurang menguntungkan secara jangka panjang bagi keberlangsungan brand.

 

Kalau Anda manajer social media, apa yang akan lakukan saat hampir putus asa menemukan ide untuk konten atau strategi selain 11 poin di atas? Have your say here!

 

About akhlis

Writer & yogi
This entry was posted in social media and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.