Rugi Tidak Punya Akun LinkedIn!

LinkedIn mungkin tak sepopuler Facebook, Twitter, Koprol atau Kaskus di sini tetapi dampaknya untuk karir seseorang tak bisa dianggap remeh.

Beberapa orang mengisahkan bagaimana mereka banyak mendapatkan tawaran bekerja yang cukup menggiurkan dengan ‘mejeng’ dan aktif di LinkedIn. Saya sebagai orang skeptis tentu tak mudah percaya begitu saja. “Ah mungkin hanya kebetulan saja,” pikir saya.

Sekadar iseng, saya coba unduh aplikasi LinkedIn dalam ponsel Android saya ini. Dan harus diakui, tak semenarik Facebook dan Twitter. Mungkin karena kontennya adalah mayoritas berkaitan dengan dunia kerja, bisnis, korporasi. Kecil kemungkinan kita bisa temukan anak-anak remaja “unyu” di sini atau foto-foto profil aneh atau nama pengguna yang super alay. Hampir semua memakai nama asli, foto asli, data diri asli, riwayat kerja asli. Jelas sudah, LinkedIn bukan arena bermain para social media addict. Yang ada di sini kebanyakan hadir karena misi profesional, bukan karena kecanduan untuk memamerkan daya tarik fisik dan pesona dangkal lainnya. Otak, profesionalisme, pengalaman adalah hal-hal ‘seksi’ di sini.

Namun saya pun agak berubah pikiran tentang skeptisime personal pada LinkedIn saat tadi tanpa sadar membuka kotak masuk pesan di akun LinkedIn.

Ternyata beberapa bulan lalu ada tawaran sidejob yang terlewatkan. Saya cuma bisa gigit jari saat membaca pesan dari seorang staf perusahaan besar yang dulu bermarkas di Amerika tetapi kini pindah ke ibukota yang akhir-akhir ini sedang gencar membangun citra sebagai situs e-commerce terbesar di Indonesia. Ia ingin ada beberapa dokumen yang diterjemahkan. Ahh, andai saya buka kotak pesan itu beberapa bulan lebih awal!

Nah, pelajaran yang bisa dipetik adalah bagi Anda yang sedang mengembangkan karir atau ingin melanglang buana mencari pengalaman kerja seluas mungkin, dan kepuasan finansial yang lebih tinggi, melewatkan LinkedIn sebagai tempat berpromosi diri dan keahlian adalah bisa saya katakan secara ekstrim sebagai satu kebodohan! Daftar sekarang dan mulai aktif di sana! Ini jauh lebih baik daripada nge-tweet galau atau tag nama teman ke foto barang dagangan yang tak jua laku dijual. Yuk, pakai LinkedIn!

P.s. (disclosure) : Ini bukan artikel berbayar. Saya tidak dibayar LinkedIn sepeser pun.

About akhlis

Writer & yogi
This entry was posted in social media and tagged . Bookmark the permalink.

2 Responses to Rugi Tidak Punya Akun LinkedIn!

  1. wooww…is it?? saya diundang seseorang buat ikut Linkedin, i think i have to accept it.. 😀
    thanks for the info..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.