Kumpulan Kisah Nyata: Kantorku Berhantu!!!

Akhirnya, hari Kamis datang juga. Senang sekali rasanya menyongsong akhir minggu di hari Kamis. Memang belum libur, tetapi itulah asyiknya menanti. Menunggu sesuatu yang diharapkan sering lebih asyik daripada saat sedang mengalami atau menghadapi keasyikan itu sendiri.

Malam Jumat, begitulah orang menyebut Kamis malam. Entah mana yang benar. “Malam Jumat” lebih condong ke tradisi Indonesia, sementara “Kamis malam” lebih condong ke tradisi Barat. Tengok saja, pernahkah kita dengar malam muda-mudi berkencan sebagai “night Sunday”? Semua orang menyebutnya “Saturday night.

Saat-saat seperti ini lekat dengan suasana mistis, horor. Ya, saya relatif suka mendengar kisah-kisah seperti itu (catat ya, hanya mendengar). Seru, penuh ketegangan. 

Sejujurnya saya bukan spesialis penulis horor tetapi saya hanya ingin berbagi pengalaman horor di kantor saya.

Tanpa prakata yang terlalu panjang, saya akan ceritakan sedikit kasak kusuk yang saya dengar dari seorang office boy yang bekerja di kantor.

Begini ceritanya (meniru template gaya cerita sebuah acara kisah horor di TV dahulu kala), saya bekerja di kawasan Casablanca. Bila Anda menebak bahwa saya akan bertutur tentang kisah terowongan Casablanca, Anda salah. Yang saya akan ceritakan adalah keadaan kantor saya di sekitar tempat yang kisahnya pernah difilmkan tersebut.

Sebagai seseorang yang menghabiskan berjam-jam di tempat tersebut, saya pribadi belum pernah menyaksikan secara langsung penampakan apapun. Jangan sampai pernah ya! Dan untungnya saya tidak memiliki bakat indra ke enam. Jadi saya lumayan santai.

Meski demikian saya akui pernah merasa aneh atau sedikit berdebar saat berada di sana sendiri.

Suatu ketika saya pernah bekerja hingga lebih dari pukul 8 malam. Keadaan demikian tenang. Suara lalu lintas di jalan pun hampir tak terdengar. Maklum tempat saya bekerja adalah bagian paling belakang. Sebenarnya itu bukan kantor. Cuma sebuah rumah yang dibeli oleh perusahaan untuk dijadikan kantor tambahan. Tata letaknya saja masih seperti rumah biasa sepenuhnya. Ada ruang tidur, balkon, kamar mandi, garasi, dan sebagainya. Tak ada kesan arsitektur khas ruang kantor yang kental.

Petang pun beranjak malam. Tiba-tiba saya terkejut karena terdengar suara kaca seolah ditabrak oleh benda yang saya belum ketahui karena cahaya di luar yang suram. Saya hanya berpikir itu suara burung yang kadang saya lihat suka beterbangan. Saya beberapa kali melihat sendiri burung yang terbang di sekitar kaca pada pagi hari. Dan saya kira karena malam, burung itu tak bisa melihat dan menabrak kaca. Tak terlalu mengganggu. Saya juga tak berpikiran macam-macam. Saya lanjutkan mendengarkan musik via headphone sembari menelusuri dunia maya. Tak ada hal mencurigakan lain terjadi. Aman.

Entah selang berapa lama, saya kembali dikejutkan dengan peristiwa lain. Kali ini, lampu ruangan saya mati!!! Saya panik! Pertama yang terlintas adalah: “Mampus, sekuriti kira tidak ada lagi orang jadi lampu dimatikan dari bawah”. Ternyata memang lampu satu rumah mati jadi saya pikir ini memang dimatikan sekuriti kantor. Tak sempat berkemas, saya buru-buru menuruni tangga dan mencari orang. Dalam hati saya juga takut ini ulah makhluk halus karena saat itu kantor belakang ini sudah demikian sepi. Hanya saya di sana. 
Sprint saya berakhir di sekuriti yang berjaga di tengah, yang masih menyala terang. Alhamdulillah masih lumayan ramai ada yang berjaga. Saya bertanya dengan agak bersungut-sungut, “Tadi siapa ya yang matiin lampu belakang?” Air muka si petugas keamanan yang bingung menyiratkan ketidaktahuannya.

Lalu saya mengadu ada yang mematikan lampu kantor belakang. Akhirnya si petugas menuju TKP. Hmm, lampu dalam keadaan menyala saat kami kembali. Saya tanpa pikir panjang menyuruh si petugas sekuriti menunggu sejenak. Saya naiki anak tangga dengan kecepatan tertinggi yang bisa saya capai dan langsung menyambar barang pribadi di meja kerja dan menjejalkannya ke dalam tas punggung dan segera bergabung dengan si petugas yang setia menunggu di bawah.

Di kesempatan lain, di kantor bagian depan saya pernah mengalami kejadian aneh pula. Saat itu usai jam kerja, hampir semua penghuni kantor sudah pulang. Dan saatnya ‘penghuni’ lain keluar.

Berbeda dari kantor belakang yang desainnya khas rumah, kantor depan ini bentuknya memang dari awal adalah kantor. Ada berbagai ruang meeting besar dan kecil, lobi, dan ruang direksi. Nah, di toilet dekat ruang direksi itulah kejadian aneh menimpa saya.

Seperti biasa saya pulang, mengambil tas dan ke kantor bagian tengah untuk presensi di mesin sidik jari di depan meja sekuriti. Seorang teman dekat masih bekerja di dekat saya, jadi saya tinggal saja. Malas harus keluar melewati pintu samping, saya pun melewati kantor depan.

Saat saya menyusuri koridor menuju ruang direksi itulah, saya melihat atasan saya di toilet wanita. Rambutnya khas, jadi tak mungkin saya salah. Bergelombang sedemikian rupa karena teknik penataan rambut yang saya pun tak ketahui namanya. Berponi dengan bentuk tiada duanya di kantor. Mukanya juga kuning cerah, tipikal orang Cina. Ia memang warga negara negeri itu.

Saat itu ia tampak sedang mematut diri di depan cermin besar nan lebar di kamar kecil. Pintu toilet memang agak terbuka lebar jadi bukannya saya mengintip!

Begitu cemasnya saya terhadap keterjebakan dalam pembicaraan yang kikuk dan aneh serta basa-basi, saya pun melangkahkan kaki lebih gesit.

Tak ada perasaan takut karena saya belum mengetahui apa yang terjadi.

Esoknya, saya iseng mengawali chat di Google Talk dengan teman yang semalam saya tinggalkan pulang lebih dulu. Saya bercanda bahwa saya menemui sesuatu yang mengejutkan tadi malam di toilet wanita di kantor depan. Saya berkata telah melihat atasan kami merias diri di toilet.

Sejurus kemudian nada pembicaraan berubah serius dan sedikit khidmat setelah teman saya itu berkata ia yakin atasan kami masih di ruangannya setelah saya meninggalkan meja malam itu. Saya yakin itu dia dan saya berusaha mematahkan argumennya, berharap ia salah atau ragu. Namun ia tetap bersikeras dengan jawabannya. Dan teman saya ini tidak terbiasa bercanda berlebihan. Jadi cukup mudah mengetahui apakah ia serius atau hanya membuat lelucon. Dan ia tetap tak bergeming. Ok, jadi siapa yang sebenarnya saya lihat di toilet ituuu???

Kesaksian sang dokter
Dulu sekitar akhir 2010 dan awal tahun 2011, kantor kami sering dikunjungi oleh seorang dokter perempuan, sebut saja dr. M. Rupanya dia berkantor sementara di kantor belakang kami yang tercinta ini karena harus bertugas merancang proyek sebuah rumah sakit pertama yang dimiliki oleh kelompok bisnis sang pendiri perusahaan. Ratusan rapat akan ia lakukan di awal masa baktinya jadi akan lebih efisien jika ia berkantor di tempat yang sama dengan para direksi dan si empunya perusahaan.

Singkat cerita. Dr. M dan saya akhirnya akrab karena kami berdua sering bertemu di kantor pada jam-jam yang tergolong sangat pagi. Saat itu saya suka sekali datang sekitar. pukul 6 atau 6.30. Alasan saya datang pagi ialah karena saya bisa lebih leluasa makan bekal saya yang serba sehat di kantor yang masih sepi tanpa dicibir teman. Sementara alasan dr. M datang pagi-pagi buta ialah karena ia harus ikut suaminya yang bekerja di Pertamina Jakpus sehingga biaya transportasi bisa ditekan.

Berawal dari keakraban sarapan pagi di pantry kantor di pagi hari itu, akhirnya dr. M mengeluarkan uneg-unegnya juga. Ia sebenarnya selalu menunggu orang lain untuk masuk ke kantor belakang selama ini. Usut punya usut, dokter beranak 3 ini bisa melihat penampakan ‘penghuni’ kantor belakang ini. Katanya ada makhluk halus berujud wanita, anak-anak kecil yang suka menampakkan diri di kantor belakang. Kadang ia mengandalkan office boy Wahyu yang suka bekerja sendirian di belakang. Namun sayang seribu sayang, si Wahyu bisa mondar mandir untuk bekerja dan meninggalkannya sendirian di sana. Akhirnya ia tak lagi mengandalkan Wahyu, tapi saya! Bahkan si dokter tak sungkan menunggu saya di meja sekuriti dan masuk kantor belakang jika saya sudah masuk juga. Di satu hari ia juga pernah menelpon saya malam dan pagi hari karena ingin meyakinkan saya tak akan datang terlambat besoknya!!!

Kesaksian si office boy
Ini baru saja saya dengar tadi petang. Saat saya hendak pulang saya bertemu dengan office boy baru pengganti Wahyu (yang mungkin juga undur diri karena ketakutan). Si office boy baru ini mengatakan ia gembira karena mendapati saya masuk kantor pukul 7 tadi pagi.

Saya pun curiga. Benar saja, ia pun bercerita sudah dua kali ini melihat penampakan wanita berbaju putih dan berambut panjng dengan muka tertunduk sedang duduk santai di sebuah papan partisi. Papan partisi ini demikian tipisnya sampai-sampai bisa tertiup hembusan udara sejuk pendingin ruangan (AC).

Kalau Anda pikir, ia menemukan wanita itu di petang atau malam hari, Anda salah. Kata si office boy, ia masuk pagi hari. Pukul 5.30 tepatnya.

Di lantai dua tempat saya bekerja, ada sebuah toilet dan tepat di sebelah pintu toilet ditempatkan partisi papan tipis tadi. Partisi ini memang aneh, bahkan bagi saya yang tak terlalu peka dengan dunia gaib. Ia suka bergerak layaknya tertiup angin sendiri padahal tak ada celah untuk angin bisa masuk ke ruangan. Mungkin hembusan angin AC di atasnya. Bisa jadi tetapi mengapa tidak terus menerus terjadi selama AC menyala? Partisi itu hanya bergoyang dan berdecit sendiri di waktu-waktu tertentu saja. Jadi ini amat aneh. Saya pernah juga menyaksikannya berdecit sendiri , saya menengok mencari penyebab mengapa bisa berdecit dan bergoyang sendiri. Sungguh saya tak berpikir jauh sampai ke sana. Baru setelah saya mendengar cerita office boy ini, saya berpikir. Mungkin juga berdecit karena dinaiki si wanita itu. Ahhhhh!!!

Repotnya punya kantor berhantu…

About akhlis

Writer & yogi
This entry was posted in miscellaneous and tagged , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Kumpulan Kisah Nyata: Kantorku Berhantu!!!

  1. tamira says:

    pingsan 2 minggu aku kalau lht hantu!

  2. Pingback: Horor di Kantor | Akhlis' Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.