7 Tips Dapat Kerja via Social Media

“Social media“atau “jejaring sosial”. Frase itu mungkin sudah jutaan kali saya, dan Anda,  membaca dan mendengarnya. Social media diakui memiliki banyak faedah bagi kehidupan manusia. Kali ini saya ingin membahas bagaimana kita bisa gunakan social media sebagai alat mendapatkan pekerjaan impian. Selamat menyimak 12 poin yang bisa diterapkan untuk merebut hati pemberi kerja.  Akan tetapi sebelumnya patut diketahui dan diingat selalu bahwa pada dasarnya social media hanya serangkaian alat atau medium, bukan mantra ajaib untuk menemukan solusi. Dengan kata lain, jika ada yang ‘kurang’ dalam diri Anda yang membuat pencari kerja tidak suka, social media tidak akan mampu menghilangkan ‘kekurangan’ tersebut. Jadi semuanya tetap kembali kepada kualitas pribadi masing-masing. Untuk menyamakan persepsi, Anda juga perlu tahu dunia social media lebih luas dari Facebook dan Twitter. Saya akan bahas jenis-jenis social media di tulisan lain.

1. Tentukan tujuan
Tetapkan jenis pekerjaan yang Anda hendaki. Anda bisa putuskan memilih beberapa pilihan yang masih relevan dengan minat, pengalaman dan kemampuan (kecuali Anda mau ‘banting stir’ menuju jalur karir yang sama sekali berbeda).
Mengapa harus menentukan tujuan? Ini dilakukan agar Anda bisa menyusun strategi berikutnya.

2. Pilih situs social media yang tepat
Tiap jenis situs social media memiliki karakteristik sendiri-sendiri. Karena itulah, Anda perlu menyesuaikan dengan jenis pekerjaan yang dibidik. Misalnya, dalam kasus saya sebagai penerjemah, saya perlu memiliki akun di Proz.com, sebuah situs yang mewadahi para penerjemah profesional. Untuk profesi lain mungkin juga ada situs yang demikian spesifik, mungkin juga relatif umum dan luwes.

Pilihlah beberapa saja yang Anda anggap paling tepercaya dan potensial sebagai medium promosi keahlian dan ketrampilan serta kualitas diri. Sementara Anda harus amat disarankan hadir di Facebook dan Twitter (karena keduanya yang paling banyak digunakan pemberi kerja), Anda bisa memilih situs LinkedIn yang lebih serius dan spesifik pada dunia kerja. Google Plus juga bisa dipertimbangkan. Daripada Anda memiliki akun di setiap jejaring sosial yang ada tetapi jarang sekali atau tak pernah beraktivitas di dalamnya, lebih baik Anda fokus di beberapa saja.

3. Gunakan aplikasi pencari kerja
Cobalah gunakan sejumlah aplikasi mobile khusus pencari kerja seperti “Layar”, “JobsDB”, dan sebagainya. Ini menambah peluang Anda untuk diketahui pihak pemberi kerja karena profil Anda tertampil di hasil pencarian di situs tersebut dan juga di Internet.

4. Kukuhkan pengaruh sebagai pakar
Kalau kata “pakar” terdengar terlalu bombastis, mungkin bisa digunakan kata “peminat” (enthusiast) atau “pegiat” (activist). Intinya Anda perlu memupuk reputasi sebagai seorang yang memiliki perhatian, minat, ketertarikan, pengalaman, dan sebagainya dalam satu atau sejumlah bidang tertentu.

Caranya? Ciptakan konten yang relevan dengan tujuan itu. Sebutkan itu pada profil social media Anda. Cerminkan semua itu pada sebagian besar status di Facebook, tweet yang Anda sebarkan, dan lain lain. Contohnya, jika Anda ingin pekerjaan di dunia marketing, disarankan untuk berbagi mengenai konten marketing yang menarik di jejaring sosial Anda. Inilah yang disebut “personal branding”.

Tentu tak mungkin Anda sepenuhnya dan terus menerus menciptakan konten yang relevan dengan personal branding. Ada kalanya Anda bisa sisipkan tema santai, topik percakapan sehari-hari. Setidaknya perbandingan itu sekitar 50:50 dan bisa disesuaikan dengan berbagai faktor. Namun tetap saja lebih banyak konten relevan, lebih kokoh reputasi yang sedang Anda bangun. Tetapi tetap ini bukan alasan untuk membabi-buta menyebarkan konten yang relevan dengan personal branding itu siang malam. Bersikap alami dan manusiawi tetap pilihan terbaik meski di depan layar komputer atau ponsel.

5. Tunjukkan kreativitas
Dalam mempromosikan diri sebagai calon pekerja yang berkualitas, jangan lupa untuk tetap bersikap kreatif.

Seorang maniak lego, misalnya, mengirimkan sebuah lamaran pekerjaan yang tak lazim pada perusahaan produsen mainan tersebut. Ia gunakan sebuah video unik berisi animasi atas karyanya yang tersusun oleh balok-balok kecil lego, mengunggahnya ke YouTube, dan menyebutkan tautan menuju video itu pada nama akun Twitter si perusahaan yang dimaksud. Saya mengetahui kisah nyata ini dan berpikir itu luar biasa kreatif untuk membuat Anda menonjol dari yang lain dan menunjukkan passion yang Anda miliki yang relevan dengan posisi  tertentu. Tergantung pada ketersediaan alat dan kemampuan, Anda bisa menerapkan kreativitas serupa saat melamar.

6. Ikuti diskusi
Berdiskusi dengan orang lain yang bekerja atau berminat pada hal yang sama adalah hal berikutnya yang bisa Anda lakukan. Ini bisa dilakukan di forum. Forum online banyak kita temukan di LinkedIn.com (terkelompok sesuai jenis minat). Facebook atau Twitter juga bisa digunakan sebagai media diskusi, bertukar pikiran, berdebat dengan sehat.

7. Cari referral yang kredibel
Referral adalah seseorang atau pihak yang dapat memberikan rekomendasi pada orang lain (pihak yang ingin merekrut Anda) mengenai profesionalisme, etos kerja, dan lain-lain. Apa yang dikemukakan referral tentu sangat penting. Biasanya referral ialah atasan saat dulu bekerja atau pengajar saat kita menempuh pendidikan. Dapatkan referral yang bisa dihubungi dengan leluasa dan memiliki kredibilitas dan reputasi yang baik. Akan lebih baik jika si referral punya akun social media dan aktif di dalamnya.

Leave a comment

Filed under social media

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s