Terbaru dari Korea: Seoul Kebanjiran!

on

Berita Jakarta kebanjiran sudah bukan barang aneh. Semua maklum. Bangkok kebanjiran juga sudah pernah kita dengar. Maklum ibukota negara berkembang juga seperti kita. Lalu apa jadinya jika kita mendengar berita banjir di negara-negara maju seperti Singapura atau Korea Selatan? Bisa jadi itu karena tingginya curah hujan. Namun terlepas dari semua itu, ini memberikan bukti yang makin jelas mengenai ketidakpastian iklim global. Dan masih saja sebagian orang berpikir global warming itu mitos belaka yang digunakan untuk mengekang kemajuan ekonomi dunia!

 

Dikutip dari laman Chosun.com hari ini (16/8/2012), kita bisa ketahui bahwa banjir kini melanda sebagian wilayah ibukota Korsel, Seoul. Hujan lebat dikabarkan merendam Korea bagian tengah kemarin dengan curah hujan mencapai 68,5 mm per jam yang turun di Distrik Gwanak di Seoul sepanjang tengah hari di musim panas ini. Hujan ini diprediksi akan terus berlanjut hingga hari ini (Kamis) di beberapa bagian utara Provinsi Jeolla Utara dan Gyeongsang Utara.

 

Menurut Badan Meteorologi Korea, hujan akan kembali turun  di Prov. Gyeonggi dan bagian utara Prov. Gangwon dalam minggu ini.

 

Uap air dalam jumlah besar menguap ke udara di sepanjang tepi laut Pasifik Utara yang dikenal memiliki sistem tekanan udara tinggi membawa hujan lebat ini menuju bagian tengah Korea pada Rabu  kemarin, demikian pernyataan Badan Meteorologi Korea. BMK menyatakan adanya risiko tanah longsor, dinding tanggung yang jebol dan lahan di dataran rendah yang berpotensi terendam air hujan. Peringatan hujan lebat untuk warga Seoul dicabut pukul 3 sore waktu Seoul pada Rabu kemarin.

 

 

Daerah dekat stasiun kereta bawah tanah Gangnam di Seoul, yang dilewati 200 ribu orang per hari, juga tak luput dari genangan. Sejumlah bagian jalan turut terendam antara pukul 12.30 dan 2 siang.

 

Distrik Gangnam dan Seocho di Seoul mengalami curah hujan 88 mm dalam 2 jam. Air hujan merendam daerah itu hingga setinggi pergelangan kaki orang dewasa normal di sepanjang jalan besar Gangnam dan mencapai setinggi lutut di sejumlah bagian jalan yang memiliki bagian menurun atau cekung, ujar seorang pejabat Distrik Seocho.

 

Ini bukan pertama kalinya daerah tersebut terendam banjir karena letaknya yang cekung dibandingkan daerah sekitarnya. Seocho memang telah melakukan perbaikan saluran air bawah tanah tahun lalu tetapi toh masih belum efektif mencegah banjir tahun ini.

 

“Memperluas saluran air bawah tanah membutuhkan konstruksi yang masif dan tak mungkin untuk melakukan itu karena banyak area di sini yang dimiliki oleh pribadi dan harga tanah juga mahal,” kata pejabat setempat.

 

Melihat relatif parahnya banjir yang menimpa kali ini membuat kita berpikir, banjir yang terjadi di Jakarta PASTI akan membutuhkan solusi yang lebih mahal dari sekadar pembangunan saluran air bawah tanah. Banyak sekali faktor pemicu yang berperan di sini; mentalitas dan cara warga memperlakukan dan memandang sumber daya air, kemauan pemerintah untuk memberikan solusi tuntas (bukan tambal sulam), kesediaan pihak swasta untuk turut berinvestasi membangun solusi banjir, dan sebagainya.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.