Kunci Kesehatan: Perbanyak Makanan Segar dan Kurangi Porsi

Pernahkah kita bangun tidur bukan dengan rasa segar dan penuh tenaga tetapi dengan rasa lemas dan lelah di sekujur badan? Mungkin itu disebabkan karena makanan yang sebelumnya kita makan. Jadi bukan serta merta terjadi begitu saja.

Berikut adalah sejumlah penjelasan terkait dengan pola makan yang sehat sebagaimana disampaikan dr. I Nyoman Arie Purwana, MSc. dalam sesi sharing di Yoga Gembira Taman Suropati tanggal 8 Juli 2012. Dokter Arie ialah ahli medis sekaligus pemerhati nutrisi dan kesehatan lingkungan.

Menurutnya, hanya 15% dari bahan makanan yang masuk tubuh yang terserap oleh badan sementara sisanya 85% terbuang keluar sebagai feces dan keringat. Vegan life style bukan sebagai satu-satunya cara untuk sehat tetapi hanya membuka pintu kesehatan.

“Makin sederhana makanan, semakin baik,” demikian prinsip dr. Arie dalam memilih makanan untuk diri dan keluarganya. Semua yang terproses sebelum masuk ke perut juga sebisa mungkin dihindari dan jika dikonsumsi pun tidaklah berlebihan.

dr. Arie menegaskan bahwa menu makanan sebaiknya tidak mengandung DUITS (daging, unggas, ikan, telur, susu). “Sebenarnya yang kita makan, menurut penelitian NASA di AS, bukan bahan makanan tetapi energinya. Jadi semakin terolah semakin jelek dan sebaliknya,” tuturnya.

Dalam sesi tanya jawab, dr. Arie menjawab beberapa pertanyaan yang sering kita pikirkan sebagai orang awam dalam ilmu gizi dan medis. Ini rangkuman singkatnya yang saya tuliskan sebagai dialog tanya jawab:

1. Pertanyaan : Pola makan yang baik apakah harus dalam porsi kecil tapi sering?

Jawaban: Ada beberapa versi. Konsepnya semakin sedikit kita makan, semakin sedikit makin baik. Dalam hal ini berlaku hukum fisika: “Benda yang bergerak akan cenderung terus bergerak dan sebaliknya”. Energi itu kekal, dan cuma bisa diubah bentuknya. Makin sedikit Anda makan, makin baik dan efisien tubuh akan mengelolanya. (Ia menyebutkan ada orang yang sanggup bertahan hidup dan beraktivitas seperti biasa hanya dengan minum air putih). Apa yang ada di alam sama dengan apa yang ada di tubuh kita. Kalau makanan dipecah akan ada CHON (karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen). Jangan heran kalau di Internet, ada orang yang bisa bertahan hidup dengan makan lebih sedikit dari orang kebanyakan. Masing-masing orang punya keunikan masing-masing. Makin sedikit makan makin baik. Butuh latihan dan proses untuk bisa mencapai tahap itu, serta waktu untuk menerapkan hal ini.

2. Pertanyaan: Bagaimana supaya setelah makan tidak mengantuk?

Jawaban: Jika tidak bekerja, cobalah untuk makan secukupnya, tak berlebihan. Jika dilatih, tubuh akan secara naluriah mengatakan, “Saya sudah cukup makan segini.” Tubuh akan memberikan sinyal mengenai porsi yang dibutuhkannya. Kedua , jika terpaksa sudah makan banyak, dan tak bisa olahraga, setengah jam setelah makan, perbanyak gerak untuk membakar kalori.

3. Pertanyaan: Menguap apakah karena kekurangan oksigen?

Jawaban: Ada kemungkinan seperti itu. Tapi bagaimana bisa kekurangan oksigen? Caranya cari ruangan yang bersirkulasi lancar. Tubuh kita sedang bekerja berat sehingga membutuhkan oksigen lebih banyak untuk mengolah makanan. Sehingga semakin berat makanan, semakin banyak oksigen yang digunakan dan makin mengantuk. Badan akan terasa segar jika kita bijak memilih makanan yang segar. Untuk nasi yang notabene berkarbohidrat tinggi, perlu dikurangi karena membuat menngantuk.

4. Pertanyaan: Apakah kita manusia harus tidur 8 jam?

Jawaban: Tidak mutlak, tetapi tergantung metabolisme masing-masing, dan tergantung kualitas tidur. Ada yang hanya butuh 6 jam tidur sudah segar. Yang lain meski sudah 8 jam lebih tetap lesu.

5. Pertanyaan: Sarapan pagi terbaik apa dan kapan?

Jawaban: sebagian orang mengatakan saat pagi hari badan akan beraktivitas berat sehingga membutuhkan banyak energi, sehingga disarankan makan karbohidrat. Tapi tidak semestinya demikian. Setelah pukul 7-8 pagi, makan 2 pisang, buah apel, dan makan agak berat di jam 11-12. Namun intinya makin sedikit makanan, makin segar, makin baik.

Sebenarnya makan utama itu cuma 2 kali sehari, jam 11-12 dan jam 6-7 malam. Setelah jam 7 jangan ada makanan masuk perut. Kecuali air putih atau buah/ jus tak bergula. Ini membuat tubuh lebih segar.

Sekadar memberikan afirmasi tentang konsep makan sehat dengan makan lebih sedikit, hal ini juga selaras dengan apa yang diyakini oleh ilmuwan yang meneliti puasa dan manfaat kesehatannya bagi manusia. Dr. Krista Varady.

[…]  they (scientists and that) reckon there’s a link between calorie restriction and longevity. Michael Mosley is off on a fascinating journey to find out – in the US, a country obviously famous for its calorie restriction. Actually, and fascinatingly, during the Great Depression of the 1930s, life expectancy increased, by six years.

Sebuah fakta yang menarik sekali ditunjukkan di sini. Di saat resesi ekonomi yang justru makin banyak orang seharusnya mati kelaparan, angka harapan hidup di AS malah naik. Aneh? Tentu tidak kalau kita mengetahui manfaat puasa dan pembatasan kalori yang masuk ke tubuh.

Sebuah analogi menarik untuk menggambarkan dengan mudah bagaimana puasa dan pembatasan kalori membuat manusia lebih sehat dan panjang umur serta awet muda ialah mengibaratkan tubuh sebagai sebuah mobil. Saat kita makan tanpa kendali dalam jumlah banyak dan makanan itu kurang sehat, tubuh seolah adalah mobil yang terus dipacu denagn kecepatan tinggi tanpa henti. Ini membuatnya terpicu untuk terus berkembang, sel-sel badan dipacu untuk terus tumbuh dengan dijejali makanan, yang akibatnya adalah naiknya risiko kanker dan penyakit degeneratif: “When we eat a lot, our cells are locked in the grow mode, which makes them susceptible to cancer and diabetes.” Mobil itu pun akhirnya suatu saat akan hancur berantakan karena melaju dalam kecepatan kencang terus menerus tanpa adanya perawatan di bengkel yang teratur dan memadai.

Sebaliknya, saat kita membatasi kalori yang masuk dengan berpuasa dan makan lebih sedikit, kita seolah menginjak pedal rem mobil dan membuatnya lebih pelan dan berhenti sejenak untuk perawatan menyeluruh. Akhirnya usia mesin pun bisa lebih panjang. Demikian juga badan ini.

Nah, setelah membaca semua ini, masihkah ingin makan banyak sekarang?

1 Comment

Filed under health

One response to “Kunci Kesehatan: Perbanyak Makanan Segar dan Kurangi Porsi

  1. Kemaren waktu saya masuk rumah sakit, seharian bertahan makan bubur sepiring saja. Nggak lapar sama sekali. Mungkin juga napsu makan turun karena tenggorokan sakit.

    Tubuh bisa bertahan hanya dengan makan seiprit, yang penting minumnya yang banyak.

    Di dunia yang penuh godaan ini, tentunya akan sangat menantang sekali kalau mau makan seiprit….apalagi kalau gratisan *rakus*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s