Strategi Pemasaran Konten (Content Marketing)

Reporter, para pencipta konten

Tampilan blog yang elok dan menarik mata pembaca berperan sangat penting dalam strategi pemasaran konten (content marketing). Ditambah dengan konten berkualitas dan otentik yang tersedia dalam jumlah melimpah dan diperbarui secara terus-menerus, blog Anda akan terus menjadi incaran para pembaca.

Sayangnya, konten dan tampilan blog yang bagus tidak cukup untuk membuat blog menjadi alat pemasaran yang efektif. Masih ada strategi lain yang perlu kita terapkan agar blog tidak melulu menjadi alat pajang konten yang tidak menghasilkan apapun yang konkret (baca : uang/ pendapatan). Kemungkinannya sangat tipis untuk bisa menciptakan konten sendiri, mempublikasikannya dan kemudian cukup berpangku tangan menunggu datangnya pembeli barang atau jasa yang kita tawarkan. Mungkin bisa terjadi, tetapi itu membutuhkan keajaiban atau nama besar yang harus dipupuk bertahun-tahun sebelumnya.

Sebagai seorang peminat yoga, praktisi bahasa dan jejaring sosial (social media), saya juga ingin menjual kemampuan saya sebagai jasa. Dan karena saya masih awam dengan topik content marketing, saya ingin mempelajari juga bagaimana sebuah strategi pemasaran konten (karena inilah yang saya bisa lakukan, membuat konten web) bisa diterapkan dalam blog saya.

Menurut Yaron Galai, entrepreneur sekaligus CEO perusahaan Outbrain yang berfokus pada pemasaran konten di berbagai platform online, kita yang belum memiliki reputasi di dunia online dan offline perlu berpikir super kreatif agar kita tidak cuma menjadi mesin penghasil konten tetapi juga menyebarkan konten itu ke sebanyak mungkin orang sehingga akan ada lebih banyak orang menggunakan jasa kita!

Saya yakin tidak semua orang sanggup menghasilkan konten web berkualitas karena itu diperlukan ketrampilan, kecerdasan  dan kerja keras serta pengorbanan yang sangat tinggi. Terus terang sebelumnya saya berpikir konservatif tentang hal yang sama. Saya tidak ingin menjemput bola, saya ingin dijemput oleh bola. Tetapi bola tidak akan pernah menghampiri saya karena saya duduk berdiam diri. Saya harus keluar agar pembaca menemukan konten saya di sini.

Kembali ke saran Yaron Galai tadi, kita perlu bertanya pada diri sendiri: Konten digital terbaik mana yang kita punyai? Apakah rencana pemasaran konten kita sudah tepat dan efektif (yang ditandai dengan dibaca dan diapresasinya konten kita oleh orang lain)?

Tidak penting apakah konten kita ditemukan di jejaring sosial, mengiklankannya di situs lain yang lebih populer, atau melalui kanal lain, sebenarnya pengguna Internet tidak pernah secara sengaja mencari konten kita, menurut Galai (walaupun mungkin saja ada pembaca setia konten kita – selain kita sendiri tentunya).

Berikut adalah kiat-kiat yang diberikan Galai agar konten kita lebih efektif dalam menghasilkan pemasukan.

Jangan pelit dalam desain

Memang konten berkualitas adalah rajanya tetapi jangan sampai mengabaikan kekuatan desain yang menarik dan indah. Mendesain situs kita dengan resolusi layar berkualitas tinggi akan memberikan kesan profesional dan premium bagi pembaca blog. Galai menyarankan pula untuk menggunakan gambar berkualitas tinggi (yang biasanya juga beresolusi tinggi) sebagai frame blog tetapi menurut saya itu akan cukup menyulitkan proses pemuatan halaman web blog, mengingat masih rendahnya kecepatan akses Internet di negeri ini. Apalagi Google dan Alexa juga ‘menghukum’ situs dan blog yang tampilannya berat. Di sini kita perlu berkompromi untuk mendapatkan ekuilibrium atau titik keseimbangan antara aspek estetika desain blog dan kecepatan tampilan di peramban.

Jangan promosi secara terang-terangan

Jujur saya saya juga muak saat mendapati pebisnis online amatir memberondong dengan promosi produk/ jasa tanpa memberikan benefit/ manfaat pada calon konsumen. Walaupun betul tujuan akhir semua upaya pemasaran (termasuk content marketing) adalah agar angka penjualan naik sebanyak mungkin, content marketing membutuhkan pendekatan yang bervariasi. Bayangkan bagaimana senangnya calon konsumen saat Anda memberikan mereka edukasi atau penambahan wawasan secara cuma-cuma, atau memberikan hiburan gratis dan memberikan manfaat nyata bagi pemenuhan kebutuhan konsumen. Semua pendekatan ini, masih kata Galai, akan lebih baik di mata calon konsumen daripada secara terang-terangan membujuk mereka membeli produk dan jasa yang Anda miliki. Saya setuju dengan pemikiran ini, karena kita perlu sadari bahwa dengan Internet, calon konsumen akan lebih mudah menemukan kita, tetapi banyak orang lupa bahwa jika mereka tidak menemukan manfaat setelah menemukan kita di web, mereka akan meninggalkan kita secepat mereka menemukan kita. Akan tetapi jika kita mampu memberikan manfaat bagi mereka, mereka akan memberikan apresiasi secara bertahap. Bisa jadi pertama kali menemukan blog kita mereka akan berlangganan via surel, atau memasukkan alamat blog kita ke daftar bookmark di peramban mereka entah di ponsel atau di tablet PC atau di komputer, atau secara sengaja menjadi pengikut kita di berbagai platform jejaring sosial. Saat mereka benar-benar membutuhkan produk/ jasa kita, mereka berpeluang lebih tinggi berpaling pada kita karena sudah tercipta keakraban dan kepercayaan meski masih secara virtual. Namun, keakraban dan rasa percaya (trust) ini adalah modal abstrak yang tak terhingga nilainya.

Multimedia lebih baik

Ini akan berjalan seiring dengan investasi yang sudah dilakukan di aspek desain blog. Menghasilkan konten yang bervariasi dalam blog sangat penting dalam memberikan pengalaman yang lebih menyenangkan dan mengajak pengguna terlibat lebih jauh dalam proses memahami informasi yang disampaikan melalui konten.  Saat orang sudah makin memahami informasi yang disampaikan di konten, bisa jadi mereka juga akan lebih tertarik untuk mendalaminya dan mereka tidak akan segan meng-klik tautan yang ada di halaman web di depan mereka. Blog Anda akan dijelajahi oleh mereka tanpa Anda menyuruh mereka demikian.

Jangan menyajikan sebagian, berikan secara utuh!

Pernahkah kita membaca sebuah artikel dan kemudian artikel itu ternyata hanya separuh saja, sisanya kita bisa nikmati setelah meng-klik tautan ke halaman web lain? Agak menjengkelkan memang. Sebagian orang berpendapat itu trik efektif untuk membuat orang menginginkan lebih banyak. Namun, waktu terbaik untuk melibatkan pengunjung blog ialah saat mereka sudah berada dalam modus konsumsi konten, kata Galai. Itulah mengapa kita perlu menampilkan banyak tautan ke halaman konten web lainnya di sebuah halaman web, agar pengunjung tertarik untuk membaca/ menonton lagi dan lagi dan lagi!

Manfaatkan media yang sudah dimiliki dan tersedia

Menurut Galai, kita bisa gunakan ulasan yang menarik tentang blog Anda dan liputan pers yang positif untuk memaksimalkan peluang menjaring konsumen. Mencampurkan kedua jenis materi ini ke dalam konten kita akan lebih efektif dalam melibatkan audiens dan menambah kredibilitas brand. Sayangnya blog saya sendiri belum pernah diulas oleh media lain sehingga saya tidak bisa bicara banyak di sini.

Permudah cara berbagi konten

Jika Anda mampu menghasilkan konten berkualitas, pastinya akan ada sekelompok orang yang dengan setia membaca konten yang Anda sajikan. Itulah mengapa sangat penting bagi pembuat konten untuk memberikan kemudahan dalam menyebarkan konten ke teman dan kenalan melalui jejaring sosial dan social bookmarking site seperti Reddit, Technorati.

1 Comment

Filed under blogging, writing

One response to “Strategi Pemasaran Konten (Content Marketing)

  1. infonya bermanfaat sekali
    salam kenal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s