Penyusunan Alur Kisah (Storyboarding)

Sebelumnya: 5 Langkah Menulis Blog dengan Multimedia (bagian 1)

Alur kisah (storyboard) ialah sketsa cara membuat rencana untuk mengatur jalannya kisah/ isi konten.

Pertama-tama, definisikan unsur-unsurnya. Bagilah alur kisah yang akan disajikan menjadi konten menjadi beberapa bagian yang nonliner (tidak diurutkan berdasarkan kronologi/ waktu) seperti:

-sebuah paragraf yang menjelaskan fokus kisah Anda

-profil-profil karakter utama

-peristiwa-peristiwa utama

-proses atau bagaimana sesuatu bekerja

-pro dan kontra

-latar belakang situasi

-masalah lain yang muncul dengan hadirnya kisah tersebut

 

Hindari sebisa mungkin menyajikan kisah/ gagasan dalam sebuah alur yang linier.

 

Kedua, identifikasi medianya. Identifikasi media dengan memutuskan potongan atau bagian mana saja dari kisah yang akan disajikan yang dianggap terbaik untuk ditempatkan di setiap medium yang dipilih.

Beberapa media yang bisa dipilih dan sudah tersedia serta dapat diakses banyak orang jaman sekarang ialah video, audio, teks, grafik animasi, peta dan foto.

Ketiga, tuangkan konsep alur kisahnya.  Di atas selembar kertas, coba rancang garis besar halaman kisah utama dan unsur-unsurnya yang akan Anda masukkan dan sajikan dalam konten. Apa saja yang akan menjadi pembahasan topik utamanya? Apa saja menu atau skema navigasi untuk mengakses bagian-bagian tersebut? Unsur-unsur multimedia apa sajakah yang Anda inginkan untuk dimasukkan dalam halaman utama sebagai unsur visual yang menjadi pilarnya, apakah itu berupa video atau gambar diam.

 

Kemudian lakukan hal serupa untuk halaman-halaman “dalam” dalam keseluruhan kisah. Apa unsur utama dalam setiap halaman dan informasi lain apakah yang harus dimasukkan di sana? Video, audio, gambar atau grafik apa yang paling sesuai untuk digunakan menerangkan bagian kisah ini?

Sebuah alur kisah tidak harus selalu menggunakan cita rasa seni yang rumit. Ia hanya sebuah sketsa. Dan ia tidak tertulis di atas batu, bukan sebuah panduan hitam-putih yang mewajibkan orang mengikutinya tetapi hanya sebuah panduan. Anda bisa mengubahnya kapanpun diperlukan setelah Anda ke lapangan melakukan wawancara dan pelaporan lainnya yang faktual.

Cobalah ini: cara terbaik mempelajari pembuatan alur kisah ini ialah dengan mengambil sebuah kisah fitur di surat kabar dan membuat sketsa / garis besar alur kisahnya yang memuat semua elemen di dalamnya, kemungkinan-kemungkinan multimedia jika ia bisa dikembangkan tidak hanya sebatas kisah yang dicetak di atas kertas dan bagaimana Anda bisa membaginya menjadi sebuah sajian web yang tidak linear.

1 Comment

Filed under blogging

One response to “Penyusunan Alur Kisah (Storyboarding)

  1. Pingback: Studi kasus: bagian 2 : Alur Kisah « Akhlis' Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s