Studi kasus: bagian 2 : Alur Kisah

Baca juga tulisan sebelumnya : Storyboarding.

Berikut merupakan penjelasan mengenai sebuah studi kasus yang membahas tentang pembuatan alur kisah konten yang berisi tentang suatu bisnis makanan, yang memiliki hubungan dengan nutrisi, pertanian.

Dari curah gagasan mengenai tema konten dan ulasan riset mengenai makanan dan nutrisi, konten yang ada dan diharapkan akan dibagi menjadi beberapa bagian di bawah ini:

  • Mendefinisikan elemen-elemen yang ada: Langkah pertama ialah mengumpulkan semua jenis bahan informasi yang Anda sudah gali dari semua sumber yang tersedia atau materi informasi yang akan Anda kumpulkan. Definisikan bagaimana Anda akan mengatur dan merangkainya berdasarkan topik yang akan menjadi highlight. Dalam studi kasus ini, halaman-halaman yang ada akan diatur berdasarkan pada topik-topik serta media yang digunakan. Ingat bahwa bagian-bagian yang ada disusun berdasarkan konsep nonlinear ( bukan dari awal sampai akhir).
  • Identifikasi media: Susun sebuah daftar yang memuat pembagian nukilan-nukilan kisah yang akan disajikan dalam media yang berbeda-beda. Halaman juga bisa diatur berdasarkan pada jenis-jenis media. Untuk jenis audio (suara), kita bisa gunakan audio yang didapat dari kunjungan lapangan, contohnya file-file suara yang berisi profil-profil penggemar makanan yang menjadi sorotan, suara dari para pekerja pertanian yang terlibat dalam penanaman bahan makanan. Untuk file jenis video, kita bisa rekam apa yang sedang dikerjakan petani di ladangnya, mewawancarai para petani dan aktivis LSM pemberdayaan petani kecil yang terlibat, wawancara dengan para pakar yang berkompeten, dan sebagainya. Juga tanyakan jika ada video milik pakar dan aktivis yang bisa diunggah untuk menambah validitas konten yang disajikan.  Untuk file foto/ gambar, kita bisa ambil dari lapangan. Bisa juga mengambil gambar diam dari video yang direkam. Cara sederhananya, misalnya, ialah dengan memakai aplikasi dengan fungsi screenshot bernama “snipping tool” di PC Windows Anda.  Hentikan sejenak/ pause video yang sedang diputar tepat pada saat adegan yang diinginkan dan crop dengan aplikasi tadi. Sementara untuk file grafik, bentuknya bisa berupa foto udara yang didapat dari berbagai sumber, peta yang menampilkan luas ladang yang mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Bergantung pada sumber-sumbernya, infografis ini bisa diperkecil. Untuk media berupa teks, kita bisa masukkan sudut pandang ilmiah terhadap isu kecanduan, makanan dengan kandungan gizi tinggi yang baru ditemukan dikembangkan, nutrisi yang berubah dalam panduan pemeliharaan kesehatan, dan sebagainya.

Alur kisah yang sudah jadi

Berikut merupakan sketsa alur kisah yang akan disajikan dalam sebuah halaman web, entah itu situs bisnis, atau blog pribadi atau blog korporat. Anda bisa menggambarkannya pada selembar kertas atau menggunakan aplikasi Photoshop jika sudah familiar.

Untuk halaman depan (home page), buat sketsa mengenai tampilan dan layout elemen-elemen yang hendak disajikan termasuk gambar-gambar latar belakang, orang-orang yang berhubungan di dalam kisah yang diangkat, slider yang berputar dengan 2 kisah yang disuguhkan, dengan disertai tautan-tautan ke 4 kategori konten utama. Tambahkan poin-poin entri yang lebih dari satu menuju konten yang berhubungan, konten yang ditonjolkan, di balik konten yang menampilkan adegan-adegan, dan tautan jejaring sosial. Navigasi perlu didefinisikan dengan jelas, karena akan menjadi alat bantu visual untuk memeriksa semua konten yang sudah dijelaskan. Ini akan memudahkan Anda untuk menempatkan konten dan mengedit jika perlu suatu saat nanti.

Untuk halaman yang ada di dalam, dapat disajikan sejumlah poin utama, misalnya: nutrisi, bisnis, pertanian dan makanan. Jenis-jenis kisah, video atau infografis yang dikelompokkan dalam halaman ini misalnya keracunan pestisida, sebuah traktor, merekam ladang pertanian yang luas, para petani. Pertimbangkan elemen-elemen visual dalam halaman itu dan tautannya yang saling menghubungkan topik-topiknya, yang membuatnya tidak linear. Lakukan hal yang sama pada topik lain berdasarkan pada halaman dalam. Ingatlah selalu posisi untuk konten jejaring sosial dan konten yang berhubungan yang akan menjadi fitur utama dalam semua halaman dalam.

Lain dari kedua yang sudah dibahas, untuk bagian “all stories”, pertimbangkan dan pikirkan bagaimana orang akan berinteraksi dengan topik. Berikan satu halaman tersendiri untuk memuat semua konten yang Anda  miliki, untuk mereka yang membutuhkan indeks konten. Lakukan hal yang sama dengan semua konten media yang berbeda.

Terakhir untuk halaman video/visual, dapat disajikan video, infografis, profil audio. Waktunya untuk lebih detil dan rencanakan bagaimana  halaman kisah Anda akan tertampil di mata pembaca. Tampilan ini akan sedikit dipengaruhi  oleh templat yang ada namun Anda bisa merencanakan untuk menempatkan konten pada halaman  ini pula. Jangan lupa memasukkan komponen-komponen visual dalam kisah, entah itu galeri foto, video, wawancara audio, elemen-elemen permanen dan buat sketsa dalam suatu halaman.

Leave a comment

Filed under blogging, writing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s