Seberapa Pentingkah Skor Klout?

Jika Anda masih baru dalam dunia jejaring sosial (social media), mungkin Anda belum akrab dengan layanan Klout. Fungsinya sederhana saja, yaitu mengukur tingkat pengaruh seseorang dalam jejaring sosial. Di sini kita bisa mengukur pengaruh dengan login menggunakan Twitter, Facebook dan menambahkan akun kita di sejumlah jejaring sosial lain seperti WordPress, Tumblr, YouTube, dan sebagainya. Skor akan disajikan dalam skal

Image representing Klout as depicted in CrunchBase

Image via CrunchBase

a 0-100, makin tinggi makin bagus. Kita juga akan ditunjukkan kata kunci yang mencerminkan sejumlah bidang yang di dalamnya kita dianggap berpengaruh besar. Misalnya, dari pengukuran akun saya dianggap Klout memiliki pengaruh besar dalam bidang. Kita juga akan dikelompokkan dalam beberapa jenis pengguna jejaring sosial, seperti lurker, pundit (tokoh panutan), dan sebagainya.

Kemunculan layanan pengukuran pengaruh ini membawa konsekuensi bagi para pelaku industri jejaring sosial. Skor Klout ini harus diakui makin banyak dijadikan standar di dunia jejaring sosial terlepas dari tingkat akurasinya yang masih dipertanyakan. Belum ada yang mengetahui cara dan metode pengukuran Klout. Ada sebagian yang menganggapnya sebagai barometer yang menentukan hidup matinya karir di jejaring sosial. Mereka memeriksa skor Klout mereka dari waktu ke waktu secara berkala dengan harapan bisa mengungguli skor pesaing yang ada di atas dan sekaligus mempertahankan posisinya dari pesaing yang ada di bawah. Apalagi dengan dimungkinkannya setiap orang membandingkan dirinya dengan orang lain di jejaring sosial.

Bagi sebagian, skor Klout memang terasa hanya seperti permainan. Tidak ada yang serius. Namun, sejumlah perusahaan di AS tampaknya tida demikian. Mereka menganggap skor Klout seseorang menjadikannya satu faktor penting dalam menentukan pemberian hak istimewa untuk menikmati fasilitas prima sebagai konsumen. Seperti yang dilakukan salah satu maskapai penerbangan yang memberlakukan upgrade layanan pada orang-orang yang memiliki skor Klout tinggi (70, misalnya). Mungkin terdengar begitu absurd dan konyol. Tetapi di balik pemberian layanan itu, ada agenda tersembunyi yang dimiliki oleh pihak maskapai penerbangan, yaitu mendorong si pemilik skor Klout tinggi untuk menyebarluaskan kepuasan saat menggunakan jasa maskapai penerbangan yang bersangkutan di jejaring sosial. Dan para pemilik skor Klout tinggi memang biasanya adalah orang-orang yang teramat sangat aktif di jejaring sosial dan memiliki basis pengikut yang signifikan.

Yang patut diperhatikan sekarang ialah kenyataan bahwa makin banyak perusahaan yang tertarik untuk menggunakan jasa orang-orang dengan skor Klout tinggi untuk membuat brand mereka makin luas dikenal orang. Orang-orang inilah yang disebut sebagai calon buzzer, yang berjasa dalam membantu pelaksanaan kampanye digital sebuah brand. Contohnya di Twitter, kita bisa jumpai banyak orang yang melakukan segala cara untuk mendapatkan pengikut sebanyak-banyaknya karena mereka tahu persis bahwa jumlah pengikut berdampak besar pada reputasi mereka. Karena itulah kita bisa temui jasa jual beli pengikut dan fans, bahkan hingga jasa peningkatan page views.

Secara umum, mengandalkan skor Klout untuk mengukur kepopuleran dan pengaruh seseorang di dunia jejaring sosial memang belum dapat dikatakan 100% akurat, dan karena itulah, kita tidak semestinya menggunakannya sebagai satu-satunya faktor penentu atau standar dalam pengambilan keputusan penting dalam upaya kampanye digital.

Ditinjau dari sudut pandang digital marketing, Klout tidak banyak membantu karena hanya menunjukkan peringkat yang sudah jelas. Ini hanya data mentah yang belum bisa digunakan untuk memudahkan pelaksanaan kampanye digital. Lain halnya jika Klout bisa menyajikan daftar yang berisi akun yang berpengaruh yang dapat disewa jasanya sebagai buzzer untuk menyebarluaskan pesan kampanye dengan paling efektif. Sederhananya, percuma jika kita mengkampanyekan isu pemberdayaan perempuan lewat akun social media milik Justin Bieber, yang meskipun jumlah pengikutnya jutaan  dan skor Kloutnya sempurna (100), tetapi lemah dalam pengaruh dan personal branding-nya untuk isu yang relevan tersebut. Akan sangat aneh dan sukar diterima oleh publik terutama fansnya bahwa akun jejaring sosial mengajak fansnya untuk memperhatikan isu pemberdayaan perempuan karena image dan keseharian Justin Bieber jauh dari apa yang ia coba kampanyekan.

Bagi mereka yang berkecimpung di dunia social media, digital marketing dan yang berkenaan, jumlah fans/ pengikut dan skor Klout tampaknya juga memegang peranan penting untuk menentukan layak tidaknya seorang kandidat pelamar yang posisinya terkait erat dengan penggunaan jejaring sosial. Tetapi sekali lagi, itu semua tidak dapat digunakan sebagai sebuah pegangan mutlak karena jumlah pengikut dan fans kadang tidak mencerminkan ‘true reach’ atau jangkauan pengaruh yang sebenarnya. Ini bisa terjadi jika seseorang mendapatkan pengikut dan fans tidak melalui cara organik, yaitu dengan membeli pengikut dan fans.

Makin naiknya prospek dan lapangan pekerjaan di dunia jejaring sosial juga membuat kita bertanya: “Apakah seseorang yang hendak melamar posisi kerja yang berkaitan dengan jejaring sosial harus lebih mencemaskan skor Klout daripada IPK mereka selepas kuliah?” Bagaimana menurut Anda?

1 Comment

Filed under social media

One response to “Seberapa Pentingkah Skor Klout?

  1. Aga Nurkhayati

    nice info Gan…
    kemarin sempet bingung.. paan nih..
    tq🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s