Absurditas Abad Internet

Saat ini saya ‘mati gaya’. Kenapa? Karena koneksi Internet semuanya mampet. Saya sengaja meluangkan waktu ke outlet Seven Eleven untuk bisa lebih leluasa menikmati makanan dan berselancar di dunia maya. Tapi koneksi di sini anehnya terdeteksi tetapi saat dikoneksikan..NOL.. Tak terhubung. Karena akhir bulan? Entahlah… Yang jelas saya kecewa.

Ditambah lagi dengan jaringan ponsel Three yang empot-empotan. Padahal beberapa saat tadi sempat lancar jaya. Apa karena hujan deras beberapa saat tadi? Padahal hujan itu sudah berhenti lumayan lama. Dan tidak cukup masuk akal koneksi Internet nirkabel melempem Cuma karena curah hujan yang tinggi. Absurd!

Dan absurditas ini semua menjadi makin absurd saat saya menyadarai bahwa saya masih bisa bekerja tanpa koneksi Internet tetapi pikiran saya terus gelisah. Terus mencari seolah ada yang kurang. “Saya harus terkoneksi. Harus. Tidak bisa tidak!” begitu suara dalam otak saya. Ada apa ini? Saya juga tidak mengerti kenapa saya menjadi seperti ini? Apakah saya akan mati hanya karena tidak bisa terkoneksi ke jaringan Internet beberapa menit saja dalam satu hari. Ini lebih absurd daripada mahalnya tarif dan rendahnya kecepatan koneksi Internet di negeri ini. Dan tebak apa yang baru sjaa saya lakukan? Meski saya sudah tahu koneksi terganggu, saya terus menerus mengecek, memeriksa ulang selang beberapa menit, apakah ada notifikasi di ponsel, seolah ada yang terus mendesak saya,”Tengok lagi, siapa tahu sudah lancar, ayo..” Stop ittt!!!

I  just want to write things and everything’s just gonna be fine. Saya sudah membuka aplikasi pengolah kata dan tetap saja obsesi untuk tetap terhubung terus menggelinjang. Benak saya terus berpikir, Internet adalah produktivitas, kalau saya tidak terkoneksi saya menjadi tidak terhubung, tidak tahu apa yang terjadi di luar sana, saya terkucil, tidak gaul, ketinggalan berita dan sebagainya. Tetapi toh saya memang harus mencari video surya namaskara yang saya harus unduh untuk belajar yoga. Itu tujuan saya di sini. Namun kemudian saya berpikir, apakah ini hari terakhir saya bisa mengakses Internet? Tidak kan? Jadi jangan terlalu gila dengan merasa cemas seperti ini, kata saya pada diri sendiri.

Dan yang paling menakutkan ialah membayangkan hardware penangkap sinyal wi-fi saya rusak. What? Lamunan saya makin liar karena rasa frustrasi tidak bisa terkoneksi ke Internet. Tiba-tiba terlintas dugaan itu, yang jika mema

Internet cafe

Internet cafe (Photo credit: jared)

ng benar terjadi, akan menjadi kiamat kecil bagi dunia saya. Punya laptop tetapi tidak bisa digunakan berselancar di Internet? Seperti hidup tapi tak punya tangan dan kaki saja. Ah, ini bayangan pikiran yang mengerikan. Saya tak sanggup memikirkannya.

Inilah mimpi buruk generasi kita: generasi abad Internet. Sebuah mimpi buruk absurd, konyol, menggelikan yang tidak akan bisa dipahami sepenuhnya oleh generasi pendahulu. Dan saat saya mengatakan ‘generasi pendahulu’, saya tidak mengacu pada generasi kelahiran kronologis manusia, tetapi pada cara berpikir mereka dan sikap serta perilaku mereka terhadap produk teknologi jaman sekarang. Seorang pemuda 20 tahun termasuk generasi pendahulu jika ia masih bersantai-santai saja tak bersentuhan dengan ponsel, Facebook atau PC selama 1 minggu penuh. Dan sebaliknya, seorang kakek berusia 70 tahun bisa jadi termasuk generasi masa kini jika ia terus menerus memeriksa notifikasi smartphone-nya dan mengunggah foto-foto terbarunya ke Facebook begitu bertemu anak cucu yang sudah dirindu.

Apakah Anda juga pernah mengalami hal yang sama dengan saya? Apakah Anda merasa lemah saat koneksi Anda lumpuh, gadget Anda menolak bekerja normal, atau baterai mengering hingga 7% tetapi tak terlihat colokan listrik di sekitar Anda?

Dan, ah akhirnya sinyal Internet ponsel saya pun kembali normal. I am alive again, cyberwise…

Leave a comment

Filed under writing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s