Pengalaman Membuat Kartu Kredit Bank Mandiri

Saya anti kartu kredit. Saya sering melihat teman mendapatkan kiriman tagihan kartu kredit. Begitu seringnya pemandangan itu terlihat sampai-sampai saya berjanji dalam hati saya tidak akan berutang hanya untuk kebutuhan konsumtif.

Sebagai seseorang yang baru saja memiliki sumber penghasilan sendiri, saya memang belum banyak memiliki pengalaman dalam manajemen pengelolaan keuangan pribadi yang paling sederhana sekalipun. Namun, saya belajar dari pengamatan apa yang saya temui di lingkungan sekitar. Orang tua saya harus bekerja sebagai buruh negara dan setiap bulan mesti menyisihkan uang untuk melunasi cicilan berbagai kebutuhan keluarga. Kata ‘cicilan’ terdengar sangat familiar meskipun saya sendiri tidak pernah menjalani langsung atau mengetahui seluk beluk mencicil. Sementara, seorang paman saya adalah pengelola keuangan yang demikian konservatif. Ia tidak pernah berutang. Tentunya karena jumlah anaknya hanya 2 orang, berbeda jauh dari keluargaku yang anaknya ada 4. Jumlah pengeluaran kami berbeda jauh. Namun, kondisi tidak begitu buruk karena orang tua saya baik bapak dan ibu bekerja, sementara paman hanya sendirian menghidupi 1 istri dan 2 anaknya. Di sisi lain, ada satu paman yang mengalami kiamat keuangan akibat kartu kredit. Tempat tinggalnya harus disita pihak bank dan akhirnya tinggal di rumah yang lebih sederhana. Akibat kartu kredit, hidupnya, istri dan anaknya, termasuk bahkan kami yang masih kerabat sudah tak sama lagi. Bisa dikatakan terjadi semacam kecemasan dalam hubungan keluarga kami. Sangat tidak nyaman. Sangat meresahkan. Semuanya hanya karena beberapa keping kartu kredit yang salah kelola.

Saya pun masih bersikukuh untuk menghindari penggunaan dan aplikasi karti kredit apapun. Hingga suatu saat saya tidak berdaya saat ingin memperpanjang domain blog yang sudah saya beli setahun lalu. Virtual credit card yang saya beli tahun awal 2009 rupanya sudah habis masa berlakunya atau entah apa penyebabnya yang membuat akun Paypal yang saya hubungkan dengan credit card tersebut juga ikut-ikutan diblokir. Paypal mengatakan pihaknya mendeteksi adanya transaksi mencurigakan dalam rekening Paypal saya, padahal menurut saya saya tak pernah menggunakannya untuk berbagai transaksi tak legal. Rekening Paypal saya hanya pernah digunakan untuk membeli e-book tentang blogging (alasan itulah yang mendorong saya membeli VCC dan membuka rekening Paypal saat itu) dan bertransaksi dengan seorang pengguna jasa pasang link di blog saya, dan tentunya untuk membeli domain saya di WordPress.com. Hanya itu. Jadi mustahil ada yang mencurigakan. Atau memang Paypal tengah membersihkan sistemnya dari kartu kredit virtual (VCC)? Entahlah. Apapun itu akhirnya saya kini harus memikirkan bagaimana caranya membuka pemblokiran Paypal pada akun saya.

Saya menyimpulkan kemudian bahwa tidak ada cara lain yang bisa saya tempuh selain harus mengajukan aplikasi kartu kredit. Ke mana? Tentu saja ke bank. Tapi masalahnya saya tidak memiliki pengalaman apapun dalam hal kartu kredit ini. Dan bank syariah yang saya miliki tak menawarkan kartu kredit. Lalu bagaimana ini?

Sebuah pertimbangan lain sebelum mengajukan kartu kredit adalah saya seorang muslim dan saya harus menghindari riba sebisa saya. Saya tak menyerah begitu saja. Lalu saya baca sejumlah artikel tentang bagaimana penggunaan kartu kredit dalam koridor Islam. Akhirnya saya simpulkan bahwa selama saya membayar tagihan tepat waktu, saya tidak akan kena beban bunga, dan itu berarti saya bisa menghindari bunga yang haram ini. Pertanyaan saya kemudian:”Apakah saya bisa membayar tagihan kartu kredit sebelum jatuh tempo  agar tak kena bunga laknat itu?” Tak ada jawabannya sekarang, karena saya harus menjalaninya dulu.

Akhirnya saya melontarkan sebuah pertanyaan singkat di Facebook. Siapa tahu ada teman yang telah memiliki kartu kredit serupa. Dan terus terang bank yang terlintas di pikiran saya yang pertama kali ialah Bank Mandiri. Bank plat merah pastinya lebih tepercaya, pikirku. Apalagi sepengetahuanku bank satu ini akrab dengan perusahaan tempat saya bekerja. Jadi pastinya tak ada masalah untuk persetujuan aplikasi kartu kredit Mandiri ini. Selain kartu kredit, Bank Mandiri juga memiliki sejumlah produk layanan perbankan yang menarik seperti Mandiri KTA, Mandiri KPR, Mandiri Tabungan dan sebagainya.

Setelah menanyakan di status, akhirnya saya temukan sejumlah jawaban dari teman-teman di Facebook yang bermurah hati menyumbang saran. Saya jumpai sejumlah informasi plus minusnya. Seorang teman tak begitu menyarankan, tetapi setelah saya cermati, sarannya itu karena mengalami penolakan KPR dari Bank Mandiri. Seorang teman mengatakan kartu ini cukup membantu mendapatkan diskon-diskon di tempat makan di ibukota yang umumnya mahal. Mandiri saya amati memang memiliki jaringan kerjasama yang luas dengan banyak restoran dan merchant lain.

Seorang teman lainnya menyarankan perlunya kejelian dan displin membayar cicilan kartu kredit. Bahkan ia mengatakan kartu kredit bisa membuat keuangan malah terbantu. “Ga ada minusnya kok, asal jangan sampai ngutang banyak-banyak aja,” begitu katanya meyakinkan saya dalam Facebook chat. Saya belum pernah bertemu dengannya tetapi saya mempercayai sarannya, karena justru ia bukan seseorang yang berhubungan langsung dengan Bank Mandiri. Ia bekerja di bidang pendidikan namun telah cukup banyak makan asam garam dalam hal penggunaan kartu kredit bersama mendiang istrinya. Menurut rekan saya ini, keuntungan memiliki kartu kredit Mandiri ialah dapat menghemat anggaran belanja jika jeli memanfaatkan diskon yang bertebaran di berbagai tempat. “Banyak banget tempat ngasi diskon kalau bayar pake CC Mandiri,” ujarnya pada saya.

“Aku sebenernya mo pake beli domain utk blogku,” kataku blak-blakan.

“Bukan berarti abis buka blokir paypal trus CCnya dikubur kan?” seloroh temanku itu.

“Haha enggaklah”

“CC Mandiri ada opsi bebas iuran tahunan seumur hidup kok… jadi ga usah khawatir dengan annual fee

ambil aja yg platinum sekalian. Asal syarat penghasilan minimum terpenuhi aja,” ia merinci.

“Platinum ya,” saya menjawab setengah ragu. Saya pikir, mungkin plafonnya mungkin tinggi tetapi apakah saya akan butuh sebanyak itu? Rasanya belum, apalagi saya belum berumah tangga.

“Yup… makin tinggi makin banyak benefitnya,” terangnya lagi.

Saya penasaran, “Emang bedanya platinum ama yg lain apanya?”

“Kerugiannya cuma annual fee yang besar. Kalau ga salah 200 ribu/tahun. Limit (pagu) kredit beda2. Platinum kalau ga salah 50 juta. Yang gold 25 juta. Kalau ga salah saya sendiri baru nutup CC almarhumah istri, dan mau bikin lagi untuk saya sendiri,”katanya jujur.

Saya tanyakan kecemasan saya juga tentang penggunaan kartu kredit, “Wah itu kerabat saya juga pake CC dan sekarang tidak sanggup lunasi utang.”

Ia menjawab, “Berarti dia gesek dan gesek dan gesek tanpa memperhitungkan kemampuan bayar tagihannya. Istri saya punya kartu kredit 4 biji. Dia pinter makenya, main-main dengan tanggal jatuh tempo.”

“Makanya saya ngeri juga. Mau riset dulu lah..enak ga enaknya,” tukas saya.

“Ga enaknya cuma satu: bunganya gede banget.”

Nah! Saya jawab,”Aduh saya 1 aja kayaknya deh.”

“Makanya mending langsung dilunasi setiap ada tagihan. Kan kita seharusnya udah tau belanja berapa, jadi bisa direncanakan,” nasihatnya dengan bijak.

Saya terus mengejar dengan pertanyaan,”Tapi kalo masih dilunasi sebelum jatuh tempo kan ga ada bunga. Betul?”

Saya mencoba memastikan, karena inilah yang saya ingin hindari: membayar bunga yang membebani dan tidak perlu!

“Kalau lunas ga ada bunga,” tukas teman saya.

Mendengar konfirmasi itu, saya merasa lega,”I see. Ya saya juga denger pengalaman temen yang sampe abis-abisan ga bisa nabung karena membayar tagihan CC.”

“Pembayaran minimum 10% dari jumlah tagihan. Kalau cuma bayar minimum, sisa tagihan itu yang kena bunga. Periode tagihan berikutnya kena bunga lagi dan seterusnya. Berarti salah makenya. Terlalu polos,

bunganya sadis. Ati-ati aja,” imbuhnya.

Saya pun makin tahu kuncinya: Harus BAYAR LUNAS.Titik!

Saya tanya lagi sekadar memastikan, “Harus full bayarnya ya?”

“Yup, bayar bisa via atm atau internet banking. Begitu statement datang, langsung bayar.”

“Kayaknya aku bakalan jadi nasabah yang prudent dan kolot. Haha,” saya menjawab setengah bercanda.

“Ga papa.Lebih baik well informed,” katanya,”“Kami pake berbagai macam kartu kredit selama dua dekade. Alhamdulillah ga pernah ada masalah. Malah bisa dimanfaatkan sedemikian rupa untuk “belanja melebihi dana yg sesungguhnya ada”. Asal perencanaannya matang. Kalau sampai jadi masalah, yang salah ya nasabahnya.Bukan banknya. Segala sesuatu dari bank sudah sangat jelas kok.”

“Harus benar-benar bijak ya,” saya menyimpulkan dari percakapan kami.

Exactly. Kartu kredit bisa sangat menguntungkan dan justru ngebantu memperkecil pengeluaran. Hahahahahahaha,” teman saya menanggapi dengan santai.iya dong. Makan di restoran mahal diskon 50% kan berasa banget.

Saya bertanya lagi,”Belanja online jadi lebih mudah juga ya?”

“Bukan lebih mudah, justru prasyarat. Ga ada CC, ga bisa belanja online. Ga bisa beli apps dari Google Play Store atau dari Apple Store.”

“Betul juga,” kata saya.”Ga bisa beli apa-apa kalau di ecommerce site. Jadi mending sekalian apply yg platinum?,” tanya saya lagi, berharap ia tak bosan menjawab investigasi singkat saya.

 (Bersambung)

20 Comments

Filed under writing

20 responses to “Pengalaman Membuat Kartu Kredit Bank Mandiri

  1. memiliki cc perlu pertimbangan ya mas, saya sendiri meskipun hobi travelling belum kepikiran punya cc krn masih di indonesia jalan2nya.. pengen sih punya untuk mempermudah reservasi hotel dll tapi takut ga kuat iman dengan beragam penawaran diskon

    http://dananwahyu.wordpress.com/2013/01/04/membangun-keluarga-mandiri-bersama-bank-mandiri/

    http://dananwahyu.wordpress.com/2012/12/31/last-minute-my-selangor-story-2013/

  2. Pingback: Pengalaman Membuat Kartu Kredit Bank Mandiri (2) dan …Yoga « Akhlis' Blog

  3. asep mulyana

    Mau bikin karu kredit

  4. firlinda

    mau…gmana cara nya sy di batam apa bs di bantu

  5. Eryn

    Tenang aja mas, slama kita tau jmlh pemakaian dan membayar lunas sblm jatuh tempo, insyaallah keuangan kita akan sgt terbantu…benar skali bnyk manfaatnya memiliki CC asalkan cermat memakainya, Mandiri bnyk menebar disc 50% baik itu merchant resto, hotel, tiket dll, trus ada cicilan dgn bunga 0% untuk pembelian brg2 elektronik….BNI jg sama, ada fasilitas smart spending, minimal 1jt untuk transaksi apapun, bs dibuat cicilan 3, 6, 12 bln dgn bunga yg amat sgt rendah skitar 0,9% semacam itu bs dipakai darurat jika kita tiba2 skt untuk biaya berobat smentara duit cash tdk ada, drpd kena bunga berbunga yg mencekik leher alangkah baiknya bgitu slesai gesek lgsg confirm ke call center untuk minta dibuat smart spending…sejauh ini sy menggunakan mandiri silver, mandiri platinum dan bni titanium…alhamdulillah amat sgt terbantu, sbg pengguna yg aktif dan tdk pernah telat bayar, sy 3x mendapat hadiah dr advance berupa alat2 rmh tangga yg nilainya jutaan sbg reward dr mandiri…ok smoga bs membantu..

    • tyas

      naah.. yg promo bunga 0 % cicilan 12bulan itu gmn? apa benar2 ga kena bunga? sementara agar tidak kena bunga kan harus bayar sebelum tempo dan lunas. dan ini cicil 12 bulan, jd bingung. mohon bantuannya

      • Maaf mbak Tyas. Saya sendiri juga belum pernah menggunakan fasilitas cicilan seperti itu. Sejauh ini saya berusaha membayar lunas semua tagihan dalam sebulan dan berusaha tidak tergiur tawaran semacan itu kecuali sangat darurat. Karena saya yakin hitung2annya pasti lebih merugikan kalau cicil 12 kali, entah apapun tagline dan iming2 marketing yang digunakan.

      • Sejauh ini saya belum pernah pakai cicilan 12 kali itu. Jadi saya tidak bisa memberikan jawaban mbak. Tapi saya yakin kalau cicil pasti ya lebih mahal jatuhnya. Jangan sampai tertipu bahasa marketing. Haha

      • Ema

        Dear mbak tyas,

        Selama saya pakai cc mandiri byk bener manfaatnya, apalagi bunga 0%, saya sudah 3x ngjalanin bwt beli tv, hp, dll… Mis: kita beli tv 3 juta, mw cicil selama 12 bulan, jadi 1 bulan kita dikenakan 250rb (3jt/12) jika kita bayar ontime…100% tidak dikenakan bunga.. ;D makanya sangat membantu sekali CC ini khususnya powerbuy (cicilan 0%)…jadi uangnya bisa dialokasikan bwt yg lain…asik kan..😉

  6. evy

    mau nny nh apakah memakai credit card stiap bln ny harus ad tranksaksi dan biaya admin yg harus dbayar?mohon info ny soal ny blm paham akn credit card…

  7. irwanto

    Kenapa kartu kredit pada free iuran tahunannya? Karena udah dapet keuntungan dari nasabahnya yg telat bayar. Bunganya gedhe lho. Cicilan yg 0% memang kelihatan murah, tapi itu akan memancing konsumerisme. Dari data statistik, ternyata lumayan banyak yang telat bayar. Kalau limit, cari yang secukupnya aja. Takutnya lepas kontrol, nomor dicuri orang dll.

  8. purbayanti

    saya jg pake kredit 0%,emang bener2 0%…lbh tertolong drpd kita kredit difinance…pake cc yg penting byr tepat wktu n kontrol belanja…insya allah aman…

  9. De Harries

    Awalnya semua berpikiran sama: “tidak perlu pake kartu kredit karena sama saja berhutang, pake kartu debet/tarik ATM aja udah cukup.” Setelah punya penghasilan sendiri dan bisa mengatur keuangan sendiri, lama2 juga tertarik apply kartu kredit. Kebetulan ada marketing yg lagi jualan dkt kantor, iseng2 apply lah. Pertama, Visa Silver: Rejected!
    Coba lagi, kali ini marketing bilang coba sekalian Visa Gold. Dan ternyata: Approved!
    Dan seperti semua orang bilang, manfaat yang sering kita dapetin adalah: 1) yg berkaitan dengan promo diskon di toko/restoran/bioskop, 2) pembayaran online/internet e.g. booking hotel/tiket pesawat, beli aplikasi di appstore/playstore, 3) sekedar utk garansi menginap di hotel atau masuk airport lounge.

    Supaya tidak perlu merasa “berhutang”, gampang kok.
    rule#1, jangan tergoda dengan promosi. buat prioritas.
    rule#2, jangan asal gesek. sesuaikan dengan kebutuhan (don’t live beyond your means).
    rule#3, rajin bayar lunas setiap ada kiriman billing statement.

  10. Akung

    Awal cerita, sekitar tahun 1999 saya ditawarkan oleh sales CC GE Finance, kemudian saya isi aplikasinya, singkat cerita jadi tuh CCnya, kemudian saya gunakan.
    Karena saya cape dengan menyetor setiap bulan selama beberapa tahun tidak lunas2, maka di tangggal 27 Januari 2004, saya berniat mau melunasi dan menutupnya. maka saya datang ke CS Bank Mandiri Indramayu cabang DI Panjaitan menanyakan berapa kewajiban saya yang harus diluansi untuk menutup CC tersebut. Kemudian saya dikasih aplikasi penutupannya dan slip setorannya. Saya bayar di teller dan alasan menutupnya.
    Sejak saat itu tidak ada lagi tagihan dan penggantian CC yang datang ke saya sampai sekarang.
    Ditahun 2013, saya dikasih tahu oleh Bank Mandiri cabang Cirebon Yos Sudarso, bahwa saya masih ada tunggakan di CC Mandiri,sontak saya kaget…….
    Saya menghubungi 14000 bagian CC, jawabnya memang benar bahwa CC saya sudah ditutup tanggal 28 Januari 2004( sehari setelah saya penutupan di Cabang Indramayu Panjaitan). Saya minta surat penutupan, jawabnya malah tidak berwenang, harus ke bagian Penagihan Bandung. Kemudian saya telp ke bagian penagihan Bandung( Risa Lestari) alangkah kagetnya bahwa tagihan saya Rp 85 juta, fantastis,,alamaakkk, duit setan ini mah. Padahal saya sudah menutupnya, katanya ada penarikan Rp 150 rb di atm BCA setelah penutupan saya tadi, kok bisa?????? padahal kartunya sudah digunting oleh teller tempat saya penutupan.

    Saya beritikad baik, kemudian saya harus bayar berapa biar semua tutup, hasil nego terakhir harus bayar RP 1.250.000. alamaaakkk….
    Benar2 rentenir,pemeras, perampok, dari ngga punya hutang ( atau dari RP 150 rb) jadi punya hutang Rp 1.250.000

    Hanya Allah yang maha tahu, tempat mengadu dari semua masalah yang ada.

    • adit

      Waaah itu mah namanya masih untung mas..tagihan 85jt bisa nego jadi 1jt250rb…yg rugi bank atau ceritanya yg gak jelas ya*bingung sendiri abis baca*

    • corry

      Saya juga kapok dengan mandiri. Transaksi gagal Dan tidak keluar uang di atm disebut berhasil sama mandiri. Parah pelayanannya dipingpong

  11. meru

    loh katanya ada tagihan RP 85 juta……tapi kok cuma bayar 1.250.000…gmn sih sy bingung

  12. Pingback: 2014, The Most Unbelievably Stunning Year… Bloggingwise | Akhlis' Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s