Menulis Kreatif 101 (Storytelling)

Konsep menulis kreatif dapat digunakan dalam berbagai bentuk tulisan. Untuk pertama kali menulis kreatif, seseorang perlu mengenali fase yang ia jalani dalam proses menulis. Itu karena setiap fase memiliki penekanannya sendiri-sendiri.

Saat memulai menulis, hilangkah ‘suara pengkritik’ dalam diri kita. Maksudnya saat ingin menuangkan ide, fokuslah pada penuangan ide itu hingga tuntas. Jangan pernah berhenti di tengah jalan karena misalnya kesalahan ejaan, pengembangan karakter atau tokoh, pengembangan plot, fokus saja pada curahan ide yang terus mengalir.

Jika seorang penulis berada dalam fase awal (pencurahan ide), keinginan untuk mengoreksi apapun harus diabaikan. Menahan keinginan mengoreksi sangatlah sulit bagi sebagian orang terutama bagi saya yang terbiasa mengkritisi tulisan sendiri dan orang lain.

Caranya mudah, cari tempat yang tenang dan tuliskan atau ketikkan hingga selesai ide cerita itu. Jangan berpikir terlalu banyak yang penting terus keluarkan apa yang tertahan dalam kepala Anda. Terus melaju. Rancanglah secara kasar dahulu. Terserah Anda bentuknya. Sederhana seperti sinopsis atau cerita lengkap. Selesai? Itulah draft pertama Anda. Jangan bersuka ria dulu karena perjalanan masih panjang dan berliku.

Leave a comment

Filed under writing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s