Menjadi Penulis Super Produktif ala Asma Nadia

Tak mudah menemukan kesempatan menyela untuk wawancara penulis perempuan satu ini. Sore itu di sebuah booth event akbar wirausaha, ia tampak beramah tamah dengan sejumlah pembeli buku. Ia bercakap-cakap bak seorang saudara dekat atau sobat nan akrab,” Ini untuk siapa mbak? Namanya bagaimana menulisnya?”. Ia bubuhkan tandatangan ke halaman judul buku yang ia terbitkan dan tulis sendiri.

Asma Nadia yang juga didampingi suaminya Isa begitu sibuk tetapi saya beranikan menyerahkan kartu nama saya dan menyodorkan ponsel untuk merekam interviu dengannya. Asma sepakat tetapi meminta sedikit waktu lagi untuk menyelesaikan urusan dengan seorang pembeli buku. Nada bicaranya cepat, gesit dan efisien, tipikal pebisnis wanita. Dan memang ia bukan hanya penulis semata, Asma juga sudah mendirikan bisnis penerbitannya yang tergolong sukses.

Kutanyakan sejumlah pertanyaan untuk menyorotnya dari sisi kepenulisan dan kebetulan inilah kesempatan untuk menggali informasi tentang dunia penulis buku. Saya ingin juga menulis buku suatu saat sekarang.

Proses pengerjaan buku adalah salah satu yang menarik. Menurut Asma, pengerjaan sebuah buku dapat memakan waktu sekitar 1 bulan. Pikir saya, “Wow, lumayan cepat juga ya.” Untuk proses penulisan isi sendiri bisa berjalan dari 2 minggu sampai 6 tahun. Terkejut dengan jawaban 6 tahun, saya lontarkan pertanyaan,” Wah buku apa yang sampai menghabiskan waktu 6 tahun itu?” Asma menjawab,”Novel ‘Istana Kedua’  yang Alhamdulillah menang sebagai novel Islami Book Fair terbaik 2008 mengalahkan ‘Sang Pemimpi’.” Tebalnya tak sampai 200 halaman. Cuma 150 halaman, tetapi kualitasnya memukau. Pas dengan teori saya.

Ditanya tentang inspirasi menulis, saya menyangka Asma mendapatkannya dari kebiasaan rajin melancong ke tempat-tempat baru. Ia memberikan jawaban yang tak saya sangka,”Saya dapat inspirasi dari banyak curhat.” Ah, pantas saja ia tidak segan menghabiskan waktu mengobrol bersama orang yang mengunjunginya. Ia juga bisa mendapat ilham menulis dari pengalaman semua pelanggannya. Dan ikatan emosional ini turut menguatkan hubungan usahanya dengan konsumen, karena mereka diperlakukan layaknya saudara dan keluarga. Good job!

Dari dunia penerbitan, dunia film juga mulai dirambah. Rencananya film “Ketika Mas Gagah Pergi” karya penulis Forum Lingkar Pena yang tersohor pula, Helvy Tiana Rossa, yang didasarkan pada novel berjudul sama yang diterbitkan Asma Nadia Publishing House, akan direalisasikan oleh production house Sinemart, dan telah mencapai tahap kontrak. Sebelumnya buku-buku Asma berjudul “Emak Naik Haji”, “Rumah Tanpa Jendela” (yang turut dibintangi Raffi Ahmad seingat saya), dan “17 Catatan Hati Ummi” telah mengecap sukses yang serupa, diangkat ke layar kaca.

Saya juga menanyakan peran jejaring sosial bagi penulis seperti Asma. Ia menjawab singkat bahwa jejaring sosial perlu sekali digunakan para penulis sekarang ini karena gunanya banyak sekali. Dan saya akui Asma yang aktif di Facebook dan Twitter ini banyak mendapat fans dan follower karena tweet dan updatenya yang menarik dan informatif tentang dunia tulis menulis. Memang bukan hal baru bahwa seorang penulis menggunakan social media untuk tujuan apapun namun yang penting ia mampu menggalang basis pengikut dan pertemanan yang solid, bukan hanya yang mau sekali klik ‘like’ atau ‘follow’ tetapi cuek setelahnya. Ia mampu membangun interaksi antara dirinya sebagai ‘thought leader’ atau pemimpin dalam hal gagasan dengan fans di Facebook dan pengikut di Twitter. Itu yang terpenting. Jumlah follower dan fans bisa dikatakan peringkat sekian, bukan yang terpenting, karena menurut saya pengaruh juga sama pentingnya.

Posted from WordPress for Android

Leave a comment

Filed under writing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s