Sekilas tentang Teknik Nafas Kapalabhati

“Kapala” memiliki makna tengkorak, dan “bhati” berarti mengkilap atau bersinar. Secara harafiah, istilah ini dapat diartikan sebagai “kepala atau tengkorak yang bersinar, terbebas dari semua racun di pikiran. Inilah salah satu jenis latihan kriya dalam Hatha Yoga, yang artinya ialah proses pemurnian, pembersihan atau purifikasi.

Kapalabhati hanyalah satu dari 6 teknik pernafasan pembersihan dalam latihan pranayama. Seperti dikemukakan Mallinson dan Muktibhidananda melalui Stephens (Teaching Yoga: 2010, 18), kelima teknik pranayama lainnya yakni dhauti (pembersihan internal), basti (enema ala yoga), neti (pembersihan rongga hidung), trataka (pandangan yang terfokus), dan nauli (pemijatan perut).

Sebagai peringatan, teknik pernafasan ini kurang aman bagi sebagian orang dengan kondisi tertentu. Kapalabhati bukan untuk mereka yang menderita penyakit jantung, gangguan tekana di telinga atau mata, gangguan nafas, flu, tekanan darah tinggi/ hipertensi dan diabetes. Menurut pengalaman saya, mempraktikkan kapalabhati saat flu di satu sisi dapat membersihkan saluran nafas dan hidung dari ingus sehingga nafas jauh lebih lancar. Namun, di sisi lain tekanan yang kuat terhadap diafragma membuat kepala makin pusing. Jadi bersiaplah dengan tisu jika ingus Anda keluar!

Menurut Pujiastuti Sindhu (2009: 59), “kapalabhati” memiliki arti pernafasan menghembus kuat. Gunanya adalah melatih otot-otot yang menyangga perut, jantung dan hati. Tak hanya itu, teknik pranayama ini bermanfaat singkirkan stres dalam tubuh dan pikiran serta mengusir emosi negatif dari pikiran kita. B. K. S. Iyengar mendefinisikan “kapalabhati” sebagai sebuah proses membersihkan sinus (Light on Yoga: 1979, 522).

Efek kapalabhati berkebalikan dari teknik pernafasan sithali. Sithali bersifat menyejukkan badan sementara kapalabhati menghangatkan. Tak heran kapalabhati dapat digunakan sebagai bagian pemanasan di awal latihan yoga.

Cara melakukannya mudah. Pertama-tama, duduk dengan nyaman dengan tulang punggung lurus dan kedua tulang duduk sejajar menyentuh permukaan lantai. Tarik nafas dalam-dalam dengan diafragma dan buang nafas cepat. Tarik nafas secara pasif (tanpa usaha berarti, tidak terlalu dalam) dan membuang nafas dengan lebih cepat dan kuat dari biasanya dengan paksaan.

Hindari turut menggoncangkan kedua bahu atau dada hanya untuk memberikan kesan Anda telah menghentakkan diafragma dengan sekuat mungkin karena efek kapalabhati tidak akan tercapai dengan cara itu. Pikiran terpusat pada masuk dan keluar nafas saja, singkirkan pikiran lain yang melintas. Saat melakukan teknik pranayama ini sering kita terjebak dalam irama nafas orang lain di dekat kita yang melakukan hal yang sama. Karena itu, ciptakan irama (ritme) Anda sendiri tanpa harus terlalu terpaku pada kecepatan nafas orang lain di sekitar. Nikmati nafas kapalabhati ini seolah Anda sedang sendirian. Lakukan dalam 3 set. Setiap setnya terdiri dari 11 atau 10 kali inhale dan exhale yang kuat dan cepat. Antara satu set dengan yang lain, Anda bisa beristirahat sejenak, tak sampai 30 detik dan mulailah lagi.

Lalu jika sudah melakukannya, manfaat apa yang bisa kita tuai? Kapalabhati berkhasiat memberikan pijatan pada otot-otot penyangga perut, jantung dan liver. Selain mengusir stres dan menghangatkan tubuh, ia juga bisa mendetoksifikasi tubuh. Iyengar menjelaskan efek kapalabhati sebagai berikut:

“Both bhastrika and kapalabhati activate and invigorate the liver spleen, pancreas and abdominal muscles. Thus digestion is improved, the sinuses are drained, the eyes feel cool and one has a general sense of exhiliration.” (Light on Yoga: 1979, 450)

Bhastrika dan kapalabhati memiliki kemiripan. Namun, bhastrika lebih ekstrim karena baik nafas masuk dan keluar dikuatkan dengan paksa, sementara dalam kapalabhati, hanya nafas keluar yang dipaksakan, nafas masuk lebih pendek dan tidak terasa.

Setelah menyelesaikan 3 set kapalabhati, disarankan untuk istirahat (jeda) sejenak atau jika perlu, lakukan savasana (pose mayat).

Selamat mencoba!

Leave a comment

Filed under yoga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s