Asteya

yoga

yoga (Photo credit: GO INTERACTIVE WELLNESS)

Keinginan  untuk memiliki dan menikmati apa yang orang lain miliki, mendorong seseorang untuk melakukan perbuatan yang buruk. Dari keinginan ini, keinginan untuk mencuri dan keinginan untuk menghendaki muncul. Asteya (a = tidak, steya= mencuri), atau tidak mencuri termasuk tidak hanya mengambil apa yang menjadi milik orang lain tanpa ijin tetapi juga menggunakan sesuatu untuk tujuan yang berbeda dari yang dimaksudkan atau di luar waktu yang diijinkan oleh sang pemilik. Sehingga konsep ini mencakup penggelapan, pelanggaran kepercayaan, penyalahgunaan dan kesalahan kelola. Sang yogi mengurangi kebutuhan fisiknya hingga minimum, karena meyakini bahwa jika ia mengumpulkan hal-hal yang ia tidak benar-benar butuhkan , ia adalah seorang pencuri. Sementara orang lain menghendaki kekayaan, kekuasaan, ketenaran atau kenikmatan, seorang yogi memiliki satu keinginan dan keinginan itu adalah untuk memuja Tuhan. Kebebasan dari hawa nafsu memungkinkan seseorang untuk menyingkirkan godaan besar. Hawa nafsu mengotori aliran ketenangan. Hal ini merendahkan derajat manusia dan membuatnya buruk dan membuatnya pincang. Orang yang mematuhi perintah Anda jangan mencuri, menjadi tempat penyimpanan hal berharga yang tepercaya.

Leave a comment

Filed under yoga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s