Mau Smartphone Canggih Terbaru dengan Harga Miring? Beli Dummie Saja

Tidak ada yang tidak mau kalau diiming-imingi smartphone bermerek (bukan brand China) dengan harga yang lebih murah ratusan ribu hingga jutaan rupiah dibandingkan harga gerai resmi. Menggiurkan memang, tetapi sebagai konsumen mari kita gunakan akal sehat. Dan meskipun peragu adalah sifat yang kurang baik, dalam posisi sebagai calon pembeli, sikap ragu-ragu dalam mengambil keputusan itu amat sangat perlu.
Seperti yang dialami oleh seorang teman, sebut saja Bunga (tetapi dia bukan korban perkosaan) yang lumayan bernafsu menggenggam ponsel cerdas produk Samsung, Galaxy S4. Sayang harganya masih selangit. Di distributor dan gerai resmi harganya berkisar antara Rp7.500.000. Mungkin itu dua bulan gajinya bekerja. Jadi ia mengurungkan niatnya membeli ponsel idaman di toko resmi di sebuah mall terdekat di ibukota sembari menunggu kesempatan agar harga smartphone itu turun segera dan menabung dari gaji yang tersisa setiap bulan di rekening bank. Dan bisa dipastikan, hari pembelian itu masih lama.
Harapannya memiliki smartphone keren itu dengan harga lebih terjangkau pun kembali membuncah saat seorang teman kantor menawarinya smartphone Galaxy S4 baru dengan harga cuma sekitar Rp3.500.000. Karena ia yakin smartphone mahal itu dibeli di luar negeri saat saudara temannya itu melancong ke sana, ia pun sangat tergoda untuk memilikinya. “Smartphone HTCku ini kan masih dual core, kalau dipakai main games suka nge-lag,”keluhnya. Saya mafhum. Sebuah alasan membeli smartphone yang gagal saya pahami karena saya bukan orang yang getol bermain mobile games. Pun di laptop saya tak ada games kecuali pre-installed games yang sudah disediakan Microsoft.
Sebenarnya ia juga ragu, mengingat harganya jauh di bawah standar pasar. Tetapi sekali lagi logikanya diyakinkan oleh asumsi bahwa ponsel itu dibeli dengan harga super murah di luar negeri dan kemudian dijual oleh temannya sehingga wajarlah ia mau menjual, karena untungnya juga sudah tinggi tetapi harganya masih lebih rendah dari kisaran normal di pasar Indonesia.
Bunga seolah terbuai sihir temannya itu dan membawa pulang smartphone itu untuk uji coba, test drive begitu istilahnya. Semuanya meyakinkan. Dari dalam hingga luar. Ukurannya pas. Sesuai iklan. Kelengkapan aksesoris dalam kardusnya jangan ditanya. Manual juga ada. Antarmuka, menu tak ada beda.
Tetapi saat Bunga mencoba mendengarkan musik melalui speaker dan headphone, suaranya ‘cempreng’, khas ponsel China yang harganya cuma ratusan ribu. Ibarat treble yang terlalu tinggi dan kurang empuk di telinga.
Lalu kameranya juga aneh. Katanya aplikasi kamera di smartphone itu menutup sendiri meski ia tidak menghendakinya. Sehabis memotret biasanya akan ada thumbnail yang menampilkan hasil jeperetan kamera. Saat Bunga mencoba menampilkannya, aplikasi kamera malah menutup tiba-tiba, kembali ke modus standby.
Beberapa saat kemudian baru Bunga menyadari betapa bodohnya ia. Ia dikibuli. Memang ponsel itu canggih dan harganya amat terjangkau tetapi apalah artinya kalau cuma barang non-orisinal.
Saya juga menjumpai penawaran-penawaran smartphone abal-abal seperti itu tetapi saya masih menghargai mereka yang mau mencantumkan keterangan yang menyiratkan bahwa barang yang ia jual itu memang bukan asli, dengan memakai terminologi “KW super”, “super copy”, atau sejenisnya. Semua itu tampak lebih adil daripada mati-matian mengklaim produk itu asli padahal sama sekali bukan, seperti yang dialami teman saya.
Untungnya Bunga bukan pembelanja yang kompulsif. Ia masih menimbang-nimbang apakah langsung ke ATM untuk membeli atau tidak. Ternyata memang sifat peragu itu menguntungkannya. Fiuhhh.

5 Comments

Filed under writing

5 responses to “Mau Smartphone Canggih Terbaru dengan Harga Miring? Beli Dummie Saja

  1. HT

    Karyawanku pernah kena tipu tuh. Namanya Heri (nama sebenarnya). Niatnya menemani temannya membeli HP “seken” di ITC BSD, tapi nggak tahan dengan tawaran HP Nokia (lupa seri apa – termasuk kamera canggih) yang ditawari seorang stranger yang muncul tiba-tiba. Tanpa ragu sedikit pun, ia membayar Rp 900,000 untuk Nokia itu.

    Sampai rumah, matanya merah hampir menangis, bibirnya gemetaran, suaranya hampir tidak terdengar karena ternyata Nokia-nya dummy beneran seperti yang dipajang di counter HP. Heri bilang dia sudah mencoba HP itu sebelum membayar. Speakernya, kameranya, keypadnya, semuanya masih berfungsi dengan baik.

  2. Waaah….parah. Dijual dimana barang KW itu? Tulisan saya tentang tas KW perlu direvisi dong, ditambah hape kw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s