4 Jenis Kelompok Manusia berdasar Kebahagiaan

Jadi khotbah kita hari ini adalah khotbah khusus tentang kebahagiaan, begitu kata khotib alias juru ceramah di musholla kesayangan dekat kantor, yang karena lebih dekat dari masjid, juga diubah menjadi tempat salat Jumat.

Tempatnya di lahan parkir basement sebuah apartemen mewah di bilangan Mega Kuningan. Sebagian lahan parkir pun diambil alih sebagai tempat salat kami para jamaah yang mayoritas karyawan di area kantor, mall dan ritel di sekelilingnya.

Seperti biasa, khotbah dilantunkan. Dan efek menenangkannya sungguh tak tertandingi. Pria-pria pekerja ini terbuai bak bayi dinyanyikan lagu nina bobo sejak terduduk sampai nanti khotbah berakhir. Sayang sekali mereka tidak mendengarkan apa yang disampaikan khotib, yang meski terdengar klise dan sangat membosankan karena cuma petuah, retorika dan idealisme belaka pastinya berguna bagi pendengarnya. Karena aku tidak bisa menahan kantuk tetapi juga tidak mau ketinggalan apa yang ia katakan, ponsel pun kugunakan merekam suaranya lalu aku tidur ayam bersama jamaah lainnya. Suara deru mesin pendingin ruangan yang membuang udara panas membuat hasil rekaman agak keruh. Tetapi suhu yang agak panas dan suara khotib yang lantang setengah berteriak tidak membuat kami terbangun dan membelalakkan mata. Kami tetap tertunduk mengantuk dan sambil sekali-kali membetulkan posisi duduk, atau yang tidak sabar, memeriksa terus layar ponselnya.

Jadi singkatnya khotib berkata demikian pada kami:”Manusia hidup pasti ingin mengejar kebahagiaan. Ada 4 jenis orang di dunia ini berdasarkan kebahagiaan dunia dan akhirat.”

“Menarik juga”, pikirku. Aku sesuaikan posisi pantat, memperbaiki postur yang buruk karena membungkuk, hanya untuk membungkuk lagi. Duduk bersila seperti ini benar-benar melelahkan punggung bawahku. Duduk di kursi lebih nyaman. ‘Penyakit’ orang jaman sekarang.

1. Malang di dunia, bahagia di akhirat
Orang-orang seperti ini kemungkinan besar adalah mereka yang memiliki kehidupan duniawi yang berkekurangan dan penuh cobaan dan ujian (bukan musibah). Mereka akan bahagia di alam akhirat dengan memegang teguh tali agama.

2. Malang di dunia, malang di akhirat
Inilah kelompok yang paling nelangsa. Mereka gagal menerima ujian yang diberikan saat hidupnya dan merasa bahwa Allah tidak menyayanginya lagi. Mereka meninggalkan agama di tengah duka. Jangan salah, orang-orang papa dan sedang ditimpa kemalangan juga banyak yang lupa untuk menghampiri Yang Maha Kuasa. Mereka menyandarkan nasib pada ikhtiar diri sendiri dan manusia lainnya sehingga lupa ada Allah Yang Maha Bisa.

3. Bahagia di dunia, malang di akhirat
Orang kaya yang lupa daratan, mereka yang sudah lupa kalau ada kekuatan ilahi yang memberikan kebahagiaan yang lupa mereka syukuri adalah sebagian besar golongan ini. Harta, kekuasaan dan syahwat serta karunia yang berlimpah ruah membuat kita seolah-olah bahagia di dunia tetapi harus mengalami penyesalan besar sekali di akhirat kelak. Tetapi setidaknya mereka pernah mengecap setitik kebahagiaan. Bandingkan dengan kelompok sebelumnya.

4. Bahagia di dunia, bahagia di akhirat
Ini yang menjadi tujuan kita bersama! Enak semuanya. Tetapi mungkin juga tidak sebahagia yang dipikirkan orang karena tentu harus ada banyak pengorbanan untuk menggapai kebahagiaan di keabadian nanti.

Dan tambahan lainnya dari saya:
Belum malang atau bahagia di dunia, pasti bahagia di akhirat
Contohnya? Bayi yang baru lahir langsung meninggal dunia, atau janin yang mengalami keguguran, atau anak kecil yang meninggal dunia karena berbagai sebab.

Iqomah terdengar. Kami pun tersentak bangkit. Saatnya salat, memohon kebahagiaan itu menjadi kenyataan. Segera maupun tertunda, bukan masalah.

Because Allah always listens…

Leave a comment

Filed under writing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s