BBM for Android, Alasan Jual BlackBerry?

BlackBerry for Android dan iOS diluncurkan pekan ini, setelah beberapa waktu lalu sudah diujicobakan tetapi kurang sukses entah karena faktor ketidaksiapan teknis atau apa. Dan peluncurannya seolah memercikkan api di padang rumput dan semak kering. Langsung terjadi ‘kebakaran besar’! Jutaan orang mengunduh aplikasi gratis ini ke ponsel Android dan iOS mereka.
Itulah BBM, makin dicinta, makin dibenci, makin banyak diunduh. Saya pikir ini yang menjadi keunggulannya, menjadi aplikasi yang kerap diolok-olok, menjadi bulan-bulanan massa di dunia maya.

Dulu saya pernah membenci BBM. Bukan karena alasan yang mengada-ada, tetapi lebih karena ia mampu menciptakan suatu adiksi dan pemujaan yang berlebihan. Fanatisme berlebihan ini membuat mereka yang tak menggunakan BlackBerry terkucil. Eksklusif kesannya tetapi dalam waktu yang tidak terlalu lama, eksklusivisme itu toh akan melebur pula. Itu hukum alam.

Kini BBM menjadi inklusif. Semua bisa mengaksesnya. Pengguna iOS, Android sudah bisa mengunduh. Lenyap sudah prestise yang dulu diagungkan pengguna BB.

Dengan begitu, apakah saya harus menjual BB saya toh BBM bisa dipakai di Android sekarang? Tentu tidak semudah itu. Pertama, karena saya tidak membeli BB karena fanatisme buta tetapi karena fungsinya untuk memudahkan kerja dan meningkatkan produktivitas. Saya bisa mengetik kapan pun di mana pun dengan ini dan mengunggahnya langsung ke blog saya atau menulis email panjang di kondisi darurat tanpa laptop dan modem atau sinyal wi-fi. Seperti saat ini, tulisan ini saya ketik langsung dari perangkat BlackBerry Davis saya. Tak begitu mahal. Bukan seri yang mewah dan termahal apalagi teranyar. Cuma fungsinya saja yang saya suka. Keyboard QWERTY-nya memang begitu berguna, dan tidak berlebihan kalau saya katakan inilah fitur terbaik yang dimiliki ponsel BB.

Kedua, karena saya menyukai aplikasi “Office to Go” yang bagus untuk mengelola ide tulisan kapan saja. Tinggal colokkan BB ke laptop via kabel USB untuk melakukan transfer file Word yang sudah ditulis di BB dan file siap diedit di laptop yang lebih lapang layarnya. Atau atur saja sebuah alamat email khusus untuk mengirimkan file itu ke alamat email kita yang lain. Cukup buka email, salin tempel teksnya atau unduh file yang terlampir. Tetapi hati-hati, jika terlalu sering mengetik lewat BB, ibu jari juga bisa terlalu capai dan sakit!

Jadi kalau saya ditanya apakah akan menjual BB saya setelah aplikasi BBM bisa dipakai di Android, Anda sudah tahu apa yang akan saya katakan bukan?

Leave a comment

Filed under writing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s