Sumur Resapan Tak Kunjung Dirapikan, Kenyamanan Pejalan Kaki Jakarta Terusik

Saya bukan pembenci Jokowi-Ahok, bukan pula pendukung setia mereka. Saya hanya warga pendatang biasa yang ingin menyuarakan kekurangnyamanan saya sebagai pengguna trotoar karena proyek sumur resapan, yang setelah beberapa pekan belum tampak ditutup dengan tanah agar permukaan trotoar kembali rata dan mulus seperti semula. Mungkin penggunaan kata ‘mulus’ agak terlalu berlebihan karena trotoar yang saya maksud (di jalan prof. Dr. Satrio) itu belum bisa dikatakan rata dan mulus sama sekali. Tetapi bahkan sekarang kondisinya malah lebih parah dari sebelumnya. Jika kondisi jalan macet, kami pejalan kaki harus turun ke bahu jalan dan membahayakan diri dengan berkompetisi bersama pesepeda motor yang bersemangat menerjang semua di hadapannya. Mereka terus memacu mesin di tengah kemacetan. Dan sekali lagi pejalan kaki menjadi korban. Lagi-lagi menjadi korban dari kekurangsigapan pelaksana proyek dan kekejian pengguna jalan. Sebuah kisah pilu yang tak pernah berakhir.
Sementara itu, biarkan kami pejalan kaki terus berkubang lumpur, naik turun trotoar yang hampir hancur lebur, kehujanan sambil berpayung di bawah pepohonan dan bernaung di halte yang bocor di sana-sini.

Leave a comment

Filed under writing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s