Small Talks to Remember

“Dia bilang,’Tidak ada proyeksi ke depan. Itu kan lebih pada apa yang sudah kita dapat.'”

“Lah elu kan…”

“Pas gue ga dapet data ya.. Susahnya. Tapi gue males juga kan nyalah-nyalahin orang.”

“Lha masukin ini juga jawab-jawab gimana?”

“Iya makanya. Dia bilang,’Semua itu kan bisa didraft dulu jauh-jauh hari.’ Hah draft bo’ draft!! Gue jawab,’Iya perihal data memang tidak mudah saya dapat, pak.’ Di draftnya semua titik-titik! Titik titik.. Titik titik gitu. ‘Oke pak, nextnya mungkin saya akan lebih jauh-jauh hari minta. Dengan kejadian ini, saya juga akan lebih pushhh untuk dapat data.’ Gue bilang..”

“Kalau konten yang udah di website sih bisa diedit lagi. Kalau yang udah dipublish kan…”

“Kemarin tuh, tiba-tiba. Public expose tiba-tiba. Hmm apa namanya, RUPS Eko di depan mic, yang lain ya udah gua deh. Siap-siap nih. Udah mangap nih kita. Haa.. Tiba-tiba pak Combro,’Terima kasih semua.selamat datang!” Lhahhh.mberr.”

“Hahaahahah…!!!”

“Lha dari awal gue dah bilang lu jangan ke mana-mana! Udah pingin gue tinggalin aja.

“Wakakaka…!!”

“Wah, makan gaji buta dong!”

“Kayaknya tuh pak Combro dicolek ama pak Cow buat mulai.”

“Oh gitu.”

“Kayaknya sih.”

“Kayaknya emang gitu. Pak Cow bilang mulai atau nyuruh mulai.”

“Dia proaktif gitu ya.”

“Dia mestinya udah liat kita di depan mic dong ya. Itu bu siapa… Bu Ninok!”

“Iya bu Ninok.”

“Dia dateng terus nanya,’Mana bu Ninok?’ Itu tu tu tunggu tu orangnya dateng. Tiba-tiba,’Terima kasih.” Lahh… “

“Hahaha…”

“Kita berdua cuma ,’haa??'”

“Hahaha… Sampai akhir berarti?”

“Hmmm.”

“Ow. Mungkin karena dia disuruh latihan public speaking ama pak Cow kali. Hahaha..”

“Serius itu semua dibacain ama dia. Hah.”

“Berarti all your jobs covered? Wow…makan gaji buta dong. Oh iya kayaknya pak Cow pernah ngomong,’Combro, kamu harus latihan public speaking yah’. Gitu. And he took it really seriously.”

“Gue pikir mungkin dia tipikal orang yang baca cepat. Karena itu, dia pronouncenya juga terlalu cepat. Karena ini kan lebih cepat jalan daripada mulut. Otaknya udah ke mana, mulutnya baru di sini.”

“Tapi kalau di serious speech, dia lambat banget.”

“Iya kadang stutter juga.”

“Maka…untuk..meningkatkan kinerja….mutu…nana ,nana.”

“Dia pernah bilang,’Terlalu pendek.” Oke gue panjangin. Panjanggg…”

“And then?”

“Iya..maksudnya pak Combro kan bukan public speaker. Baca cepet ya, dia cepet. Bacanya pelan ya dia pelen. Pokoknya dia sesuai instruksi.”

“Nah kalo pak Artho dia ga suka scripted. Maunya pointers.”

“Oh mungkin karena dia nguasai lapangan kali ya.”

“Haduh..”

“Kenapa?”

“Pas meeting tahunan, pak Artho yang dominasi.. ‘Ini di sini enaknya ditanam pohon ini karena …bla bla ,dia ngomongin pohon ya bo’ ya, trus dia ngomong ini pakai batu ini untuk pondasi ini ini. Dia bisa sampe.. Gue pikir haduh ini orang pinter bangettt.”

“Lintas disiplin ilmu ya dia.”

Leave a comment

Filed under writing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s