Ketukan Tanpa Wujud Itu Ternyata..

Setelah eksodus besar-besaran ke lokasi kantor baru, semua orang tidak pernah mengunjungi kantor itu lagi kecuali hanya untuk memarkir kendaraan. Setelah beberapa cerita yang membuat bulu kuduk berdiri beberapa waktu lalu, terungkap kembali satu kisah nyata.

Seorang kepala sekuriti suatu petang hendak menunaikan ibadah solat Maghrib di musholla kantor itu. Seperti biasa, suasana sepi. Hanya ada beberapa petugas di pos masing-masing. Dan sebagian besar berada di depan, entah itu hanya untuk bermain catur, berceloteh satu sama lain, menikmati lalu lalang kendaraan, atau menyeduh kopi di tengah turunnya suhu Jakarta.

Sendirian sang kepala sekuriti melangkahkan kakinya ke dalam musholla, melewati bagian tengah kantor yang agak gelap. Sampai di musholla yang dindingnya makin lembab saja di puncak musim hujan itu, ia mengambil air wudhu. Sholat pun mulai ditunaikan

Takbir pertama, semua terkendali. Tetapi kondisi sekitar yang sepi sekali tak pelak membuat pria itu sedikit berimajinasi dalam sholatnya. “Sepertinya ada yang aneh,”pikir bapak sekuriti itu. Mulailah bulu kuduk merinding.

Takbir kedua, ia mulai menerawang sembari membayangkan makhluk selain manusia yang berada di dekatnya. Sedang berusaha khusyuk di tengah ibadah, ia mendengar suara ketukan di daun pintu musholla. “Oh, ada yang mau ikut sholat rupanya,”ia membatin. Tetapi tak kunjung ada orang masuk setelah pintu diketuk.

Sholat selesai dan ia pun menengok ke koridor di luar pintu musholla. Sepi…

Waktu luang masih banyak, dan ia kemudian menyempatkan diri sholat sunnah ba’diyah setelah berdoa dan membaca ayat Kursi.

Kesepian kembali mencekam.

Dan sekonyong-konyong,”Tok tok tok..!” Suara ketukan itu kembali menggema di ruang musholla yang berada di dekat hutan kecil.

Bulu kuduknya seketika berdiri begitu membuka pintu.

Koridor itu lengang…

Jika itu anak buahnya, pasti ada suara langkah kaki atau suara lain. Tetapi ini begitu tenang. Jika itu manusia, suara beradunya sol sepatu atau alas kaki apapun dengan lantai tidak bisa dihindari, sehalus apapun. Lorong pantry yang menyambung ke musholla itu seolah beku dan bisu.

1 Comment

Filed under miscellaneous

One response to “Ketukan Tanpa Wujud Itu Ternyata..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s