Daftar Buku Baru Minggu Ini

Komitmen saya untuk membaca buku yang sudah saya miliki dan menghabiskan sampai tuntas baru membeli yang baru ternyata susah dipertahankan. Sore tadi, beberapa menit sebelum jam kerja berakhir, saya menyelinap ke mall sebelah, sebuah pusat perbelanjaan yang konon penuh cinta, nuansa Korea (selatan), dan muda-mudi ceria atau eksekutif muda khas Jakarta. Inilah kelemahan berkantor di superblock, semuanya ada di satu tempat, baik bekerja dan menghabiskan dana. Sebuah keseimbangan ekonomi yang ideal; kerja banting tulang lalu dihabiskan di gerai-gerai dan ATM terdekat.

Buku-buku yang saya beli ini kebetulan dijual dengan harga diskon di toko buku “Periplus”. Katanya diskon menjelang perayaan tahun baru China alias Imlek.

Kenapa tidak beli buku elektronik saja ya? Kan lebih ringkas, lebih hemat kertas. Saya juga sempat tergiur membeli buku Jonathan Franzen via Google Play. Tetapi media pembayarannya lumayan rumit karena harus pakai kartu kredit. Saya cukup kolot dalam hal ini. If you can do it cash, why go cashless? Setidaknya sampai infrastruktur benar-benar siap terutama soal keamanan. Kalau melihat begitu mudahnya data kartu kredit dibobol oleh peretas (hacker) saat ini, rasanya cemas juga. Dan satu alasan lagi ialah kenapa saya harus menghabiskan waktu dengan menatap layar lagi hanya untuk membaca buku? Delapan jam lebih saya sudah memandang layar komputer. Setidaknya saya bisa memegang sesuatu yang bukan termasuk gadget bahkan jika itu ebook reader. Saya mau membawanya ke mana-mana tanpa takut terinjak atau tergencet di tas, atau karena tidak menemukan sumber listrik jika perangkat itu sudah ‘sekarat’.

MADRE
Harus saya akui saya jarang sekali membeli karya penulis fiksi Indonesia, tetapi untuk Dewi Lestari saya buat pengecualian. Sampai sekarang saya sudah ‘terhasut’ membeli Rectroverso. Dan sekarang Madre. Buku ini bukan buku yang didiskon tetapi ironisnya harganya paling murah dari yang akan saya sebutkan setelahnya: cuma Rp47.000. Satu cup kopi Starbucks dan kuenya juga tidak sampai semahal itu. Begitu membaca sinopsis di belakangnya saya cukup tertarik karena isi salah satu ceritanya dibuat film. Ada foto Vino Sebastian berambut gimbal memegang toples kaca bening. Dan kata “Tionghoa” dipakai di sini. Aneh.

THE ICARUS DECEPTION
Tulisan nonfiksi Seth Godin ini cukup menarik juga. Satu kalimat yang saya suka di sampul belakangnya:”It is better sorry than safe.” Damn, that’s such a bold remark! Harganya Rp156.000 (pasca diskon). Penulis dan pembicara yang berkepala botak ini dikenal dengan kalimatnya yang kocak, blak-blakan dan sarat makna. Saya sendiri suka membaca blognya di sethgodin.typepad.com. Sebenarnya buku ini memiliki kemiripan juga dengan konsep hiu lautan dan hiu kolam dari Antonius Tanan. Hanya saja Godin menggunakan metafora burung dan sangkar emas. Dan mengacu pada mitologi Yunani, kita pasti tahu bahwa Godin mencoba mengaitkan Icarus – yang ingin terbang setinggi-tingginya tetapi jatuh ke bumi setelah sayapnya meleleh karena konon terbang terlalu dekat dengan matahari – dengan burung yang terbiasa dipelihara lalu dibebaskan.

ULTIMATE GUIDE TO LINK BUILDING
Buku tulisan Eric Ward dan Garrett French tahun 2013 ini membahas tentang membuat jejaring tautan dalam web dengan tujuan utama memenangkan persaingan dalam mencapai posisi jawara di hasil pencarian Google. Membangun backlinks (tautan balik ke situs kita), mendapatkan peringkat mesin pencari yang lebih tinggi dan menaikkan reputasi dan popularitas situs adalah 3 pokok bahasan utama dalam buku ini. Harganya Rp209.000, cukup mahal memang tetapi anggap saja membaca buku ini adalah sebuah kursus pembelajaran dan praktik langsung, karena saya juga bergerak sehari-hari di bidang web dan konten.

WEB COPY THAT SELLS
Sebetulnya saya pernah melihat buku ini di bandara Hongkong tetapi untung saya belum beli. Tulisan Maria Veloso itu membahas web copywriting. Jangan paranoid mendengar kata “copywriting”, karena saya tidak akan lembur dan membanting tulang sekeras alm. Nita Diran yang meninggal tragis. Harga yang cuma Rp219.000 pasca diskon membuat buku bersampul kuning cerah ini layak diboyong ke rumah untuk dipelajari sebagai referensi jika ingin mengembangkan ketrampilan copywriting, bidang yang juga erat dengan apa yang saya kerjakan.

IT’S MY STARTUP
Bermula dari pertemuan di Startup Weekend beberapa tahun lalu, saya dan penulis buku ini – Lahandi Baskoro- tidak pernah menyangka kami akan bertemu lagi di kemudian hari. Kami sama-sama giat di jejaring sosial, dan mengetahui passion masing-masing: menulis. Meski batal menjadi teman kerja (kapan-kapan saya ceritakan), kami masih cukup akrab. Dan ia bersedia memberikan satu eksemplar buku tulisannya ini pada saya. Suatu hari saya juga ingin memiliki buku hasil karya sendiri dan memberikannya pada teman-teman dan orang-orang di sekitar saya. Sekilas membaca buku ini cukup bagus dari sisi pengetahuan, pengalaman dan motivasi. Lengkap bagi para entrepreneur muda yang ingin memperkaya wawasan.

Leave a comment

Filed under entrepreneurship

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s