Duh, Kena PHK…!

Di daerah ini, jarang sekali terjadi PHK (pemutusan hubungan kelistrikan). Bahkan saat area lain sudah kebanjiran, terendam setinggi 3 meter, terguyur hujan berhari-hari, kami di sini tetap berlimpah pasokan listrik. Kami bisa melakukan apa saja, kecuali ke luar rumah karena cuaca begitu buruk di puncak musim hujan yang melanda gila-gilaan di Januari dan Februari.

Hari ini daerah kami tidak terkena hujan deras apalagi banjir bandang, ditambah cuaca yang lumayan cerah, langit cuma tersaput awan tipis, tapi sekonyong-konyong listrik putus. PLN secara tiba-tiba menganiaya kami dengan melakukan PHK di sini. Hanya di sini! Karena kami tahu daerah lain di seberang jalan sana terang benderang! Tidak adil!!!

“Rumah kamu mati lampu nggak?”anak di shaf belakang tadi bertanya ke sobatnya di sela rukuk rakaat kedua solat maghrib tadi. “Iya…”Jawab si sobat. Sedih. Semua sedih. Tak ada yang bisa menonton acara kesukaan kalau begini jadinya, padahal ini malam Minggu, malam panjang saat anak-anak usia sekolah bisa bersenang-senang.

Sambil memakai kembali kaos kakinya di tengah remang senja, seorang sopir taksi Blue Bird yang badannya seperti pesumo itu duduk di ambang pintu masjid kami sambil berkata,”Cuma di sini ya? Tadi lewat seberang sana kagak mati loh.!” Temannya menjawab santai,”Iye biar kayak Jakarta tempo dulu. Dulu kan juga kayak gini. Gelap.” “Lilin pasti laris nih,”tukas si sopir taksi.

Terbukti juga omongannya. Toko di depan kos kehabisan stok lilin begitu listrik terputus sore pukul 5.30 tadi. “Lilinnya masih, koh? Yah, abisss…!”seorang pembeli melenggang keluar toko mungil itu. Ibu itu diikuti 2 anak laki-laki, melenggang riang karena terbebas dari keharusan belajar dan kerjakan pekerjaan rumah di malam Minggu.

Aku masuk ke kos. Kuketuk pintu sekali dan masuk ke ruangan kecil itu. Gelap sekali di ruangan lain tetapi di sini sebatang lilin menyala. Lilin berwarna merah, mungkin didapat ibu kos dari si majikan yang Tionghoa dan baru saja menggunakannya untuk rayakan Imlek di akhir bulan kemarin.

Di lantai kayu itu, Novi duduk bersila dengan piring berisi sayur lodeh dan ikan asin goreng tepung garing yang membuatnya keranjingan. Bapaknya duduk di sebelah, membelakangiku yang berada di ambang pintu, tidak tahu ke mana harus duduk. Ruangan itu cuma sebesar istal kuda, kandang kerbau, atau mungkin lebih kecil dari itu. Entahlah. Isinya almari pakaian, rak dan tumpukan buku. Sebuah tempat tidur ada di atas. Ibu kos bersila pula di lantai, menyuapkan nasi sayur lodeh ke mulutnya. Nasi sudah agak dingin karena magic jar mati tanpa listrik. Itulah mengapa rasanya sudah tidak senikmat nasi sayur lodeh siang tadi yang kunikmati. Tidak ada yang menyedihkan dari semua di dalamnya. Mereka hangat, kenyang, dan gembira. Novi berceloteh tanpa diminta,”Makannya enak ni, kak. Ama ikan asin. Yang paling enak seduniaaa…!” Satu suapan besar masuk ke mulut Novi yang mungil. Hap! Nyam nyam nyam. Ia mengunyah makanan terlezat sedunia, versinya dan versiku juga. Kami semua suka. Novi yang susah makan tapi gemar jajan itu akhirnya takluk dengan ikan asin garing goreng tepung ibunya. Jadi mungkin malam ini tidak lagi dia akan meminta uang untuk membeli es lilin atau keripik atau permen.

Aku habiskan makanan lebih cepat karena enak. Lalu keluar begitu menyadari sudah waktu isya. Masjid masih juga gulita.

Pukul 19.53. “Kayaknya bakal hidup jam delapan!”teriak lelaki tua penjual rokok di pertigaan gang pada seorang tetangga.”Jam 8 pagi besok..” Sejurus kemudian, aku saksikan sendiri, gang itu kembali terang. Lampu-lampu mengeluarkan cahaya sebagaimana biasanya seketika tanpa memberi isyarat pendahuluan pada kami di sini.

Anak-anak berlarian girang bukan kepalang. Seakan itu hari lebaran. Yihaaa!

Leave a comment

Filed under miscellaneous

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s