Kutipan Paling Berkesan dari Novel Haruki Murakami ‘1Q84’ (Jilid 2)

Kutipan terbaik di buku ini menurut saya adalah…

1.”Jika pistol muncul dalam cerita, maka harus ditembakkan. […] Maksudnya, jangan memunculkan alat yang tidak semestinya dalam cerita. Kalau pistol muncul, ya harus ditembakkan pada suatu adegan dalam cerita. Chekhov suka mengarang cerita tanpa hiasan berlebihan.” (Hal 22-23)

2. “Memang tubuh manusia dibuat sedikit banyak tidak simetris. Ketidaksimetrisan itu sendiri tidak layak dikatakan sebagai di luar kebiasaan alam. Kelopak mata kanan dan kiri Tengo sendiri sedikit berbeda bentuk. Buah pelir kirinya berposisi sedikit lebih rendah daripada buah pelir kanan. Tubuh kita bukan hasil produksi massal yang dibuat sesuai dengan standar pabrik.” (Hal 30)

3. “Lebih baik jangan mengucapkan kata-kata yang tidak perlu.” (Hal 51)

4. “Kusarankan, lebih baik jangan bidik pelipis. Menembak otak dari pelipis jauh lebih sulit daripada yang kamu kira. […]. Bagi manusia, saat kematian sangat penting. Cara lahir tidak bisa dipilih, tapi cara mati bisa dipilih.” (Hal 62)

5. “Pekerjaannya memang tidak banyak menimbulkan stres dan hasilnya cukup untuk hidup sendiri, tetapi dia sama sekali bukanlah semacam sokoguru masyarakat. Sambil mengajar di bimbel, dia menulis novel, tapi belum diterbitkan sebagai buku. […] Satu-satunya hasil kerja yang layak dibanggakan adalah menjadi ghostwriter, penulis di belakang layar, yang mengubah Kepompong Udara menjadi buku terlaris, tetapi soal itu takkan diberitahukannya kepada siapa pun walau mulutnya dibelah.” (Hal 80-81)

6. “Menulis kembali masa lalu memang tidak ada artinya, Tengo sungguh-sungguh merasa begitu. […] Walaupun masa lalunya ditulis kembali seteliti mungkin dan seantusias mungkin, situasi dirinya pada masa kini secara garis besar takkan berubah. Waktu memiliki kekuatan yang cukup besar untuk membatalkan perubahan yang dilakukan tangan manusia. (Hal 84)

7. “Seolah-olah memagari rasa kekosongan yang fatal itu, dia harus menciptakan kepribadian diri yang cerah. Tapi jika hiasan kepribadian itu dikuliti, maka yang tersisa hanya kehampaan tanpa dasar, kehampaan yang menimbulkan kehausan dahsyat belaka.” (Hal 91)

Leave a comment

Filed under writing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s