Klub Eskimo

Di kantor baru kami, suhu dalam ruangannya sering berfluktuasi. Dari dingin, kadang bisa lebih dingin, sangat dingin, bahkan pernah rasanya hampir kaku membeku. Maklum semua celah ditutup, setiap jalan keluar udara disekat sebisa mungkin agar pendingin ruangan bisa efektif bekerja.

Makin efektif sistem pendingin ini bekerja, makin sekarat rasanya…

Dari sejak awal pindah, muncullah secara alami kelompok yang sering menderita di tengah terpaan hawa dingin buatan ini. Acap kali kami harus berulang kali menggosok tangan yang sudah kaku saat mengetik, memakai pakaian beberapa lapis, mondar mandir bekerja dengan jaket tebal dengan tudung kepala ala Eskimo di badan. Dalam hati kami selalu merutuk operator yang tidak bisa membuat suhu ruangan menjadi agak lebih ramah bagi badan saya dan beberapa orang yang ringkih ini.

Saya juga penasaran. Pembangunan gedung ini canggih bukan main tetapi kenapa masih juga temperatur ruangannya bisa turun naik? Cuaca di luar dingin, suhu ruangan tambah dingin lagi. Cuaca di luar cerah bukan main, suhu ruangan kantor saya tidak juga menghangat.

Lalu sore itu Z – seorang teman – dan saya masuk ke lift. Kami hendak pulang. Kami selalu awal saat pulang kecuali ada alasan kuat untuk tinggal di kantor sampai malam. Kami berceloteh dan hingga ia melontarkan ide menarik,”Gimana kalau kita bikin Klub Eskimo?” Kami saling berpandangan dan tertawa. Sebelum saya masuk lift tadi, saya juga sempat ke toilet dan seorang teman kerja yang lebih senior bertanya,”Hei, kok pakai sweater? Sakit ya?” Bagaimana saya tidak mengenakan sweater dan baju hangat serta pakaian berlapis-lapis jika saya harus tinggal selama 8 jam lebih di ruangan bersuhu serendah ini??!!
Z dan saya sudah kenyang ditanya dan disindir seperti itu. “Sangat melelahkan,”ujar Z saat membahas tentang pertanyaan demi pertanyaan mengapa kami memakai baju tebal sepanjang hari. Kami tidak sakit, hanya berkebutuhan khusus, ok?! Seperti penderita disleksia, mereka tidak buta. Cuma sedikit kesulitan saat menafsirkan alfabet.

2 Comments

Filed under miscellaneous

2 responses to “Klub Eskimo

  1. Nasib korban AC, temenku ada yang pakai sarung tangan winter ke kantor!!

  2. Haha, my deepest sympathy goes to her/ him!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s