Samsung Luncurkan Layanan Streaming Radio Khusus Seri Galaxy

Sebagai pengguna smartphone Samsung seri Galaxy, saya kehilangan satu fitur di ponsel saya. Saya bisa mendapatkannya di ponsel low-end tetapi di ponsel high-end justru fitur ini dihilangkan. Apa itu? Radio!

“Apa artinya radio sih?” Mungkin begitu yang dipikirkan orang tetapi kalau di saat-saat tertentu mendengarkan radio itu bisa mengobati kerinduan pada masa lalu lho. Kita masih bisa menikmatinya sekarang tanpa harus mencolokkan radio yang berukuran besar seperti abad ke-20. Radio sekarang sudah terbenam di kecanggihan ponsel. Sayangnya makin canggih ponsel tahun 2010 ke atas, fitur radio menjadi hilang.

Saya memiliki Samsung Galaxy Nexus dan BlackBerry Davis. Tentu Anda tahu ponsel yang lebih canggih. Tetapi justru BlackBerry murah itulah yang memiliki fitur radio. Aneh bukan? Apakah ada pergeseran pemikiran bahwa radio adalah hiburan yang kurang berkelas atau bergengsi? Entahlah.

Hari Jumat lalu (7/3/2014), Samsung malah mengeluarkan pengumuman penambahan fitur streaming radio pada smartphone seri Galaxy-nya yang dikenal laris manis itu. Ini berbeda dari fitur penerima siaran radio yang ada di ponsel fitur yang murah. Aplikasi streaming radio itu bernama “Milk”, yang gratis, bebas iklan. Sayangnya sekarang Milk cuma bisa dinikmati warga AS pengguna ponsel Samsung Galaxy. Namun, jangan berkecil hati karena Samsung mengatakan layanan itu akan diperluas ke negara-negara lain di dunia. Dan tidak hanya pemilik seri Galaxy saja yang akan bisa mendengarkan streaming radio dengan Milk, kata Samsung seperti dilansir dari laman Computer World.

Untuk memakai Milk, tidak diperlukan log-in yang rumit. Anda bisa menikmati siaran lebih dari 30 stasiun radio dan mendengar lebih dari 13 juta lagu. Samsung merancang Milk seperti kotak musik (jukebox) digital dengan memberi keleluasaan dalam menyesuaikan dengan selera, persis dengan Spotify dan iTunes Radio (yang harganya 24,99 dollar).

Kata wakil pimpinan divisi musik Samsung Media Solutions Daren Tsui, aplikasi Milk tersedia melalui Google Play Store dan akan bisa dipakai di seri Galaxy dulu.

Dari sudut pandang konsumen, langkah Samsung ini memang layak diapresiasi. Selalu ada inovasi meski itu imitasi dari layanan lain yang sudah ada seperti Pandora, Spotify, iTunes Radio. Tetapi sekali lagi, menjadi pionir atau pemilik ide pertama tidak akan menjamin kita sukses. Kadang mereka yang bisa meniru lalu memberikan modifikasi kreatifnya malah menuai sukses lebih besar dari si perintis yang brilian. “Be a follower better than the trend setter,”bisa jadi itu motto Samsung.

Leave a comment

Filed under technology

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s