Miauw!

Berjalan pagi tadi menyusuri sebuah jalan kecil. Bangkai tikus yang sudah tipis, garing bagaikan dendeng atau yang masih mengeluarkan darah segar bukan pemandangan luar biasa di sini. Namun kali ini bangkai itu lain. Warna bulunya putih bersih. Mungkin tikus albino, pikirku. Tetapi kakinya empat dan terlalu besar untuk ukuran tikus got. Anak kucing rupanya. Apakah itu anak kucing yang sama yang tempo hari kulihat di sini juga? Saat itu ia tampak kurus kering, jalannya gemetar, mencari induknya yang entah ada di mana. Kecil kemungkinan sang induk mengabaikannya. Bisa jadi pemiliknya yang menelantarkannya begitu saja. Sebentar lagi tubuh mungilnya akan dikerumuni ribuan semut dan belatung. Hingga dagingnya tandas. Bulu-bulu putihnya akan kering tertimpa sinar matahari selama berhari-hari lalu terbang tersapu angin. Tulang belulangnya menyatu dengan tanah. Dan aku pun berlalu, seperti jutaan yang lain yang berlomba dengan waktu.

Leave a comment

Filed under miscellaneous

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s