Menemukan Warisan Kekayaan Indonesia di Forbidden City, Beijing

Istana kaisar yang dikenal sebagai “Forbidden City” di Beijing, ibukota Tiongkok, memang demikian megah dan luas bukan main. Mirip keraton di Yogyakarta, hanya lebih didominasi warna merah di berbagai ornamennya. Di dalamnya juga tersimpan warisan budaya yang begitu kaya.

Mengelilingi Forbidden City seperti uji ketahanan fisik yang berat bagi para pekerja kantor seperti saya dan teman-teman yang menghabiskan 8 jam lebih dalam sehari untuk duduk membungkuk di depan komputer hingga punggung kami sakit dan perut kami membuncit secara perlahan-lahan tetapi pasti. Istana itu luasnya tidak terkira, dan jika saya bandingkan dengan Kyeongbokgung Palace di Seoul, Korea, keagungannya lebih terasa. Sangat kharismatik.

Semua itu berkat tiang-tiang kayu yang terpancang kokoh menyangga atapnya selama ratusan tahun. Hebat ya! Maksud saya, bukan hebat orang dan bumi Tiongkoknya, tetapi hebat lho Indonesia. Bagaimana bisa?

Usut punya usut, kayu-kayu besar yang kokoh menjulang menyangga atap-atap Forbidden City sebagian besar didatangkan jauh-jauh dari tanah air. Menurut keterangan pemandu wisata saya selama di Beijing, kebanyakan tiang itu berasal dari kayu pepohonan jati yang sudah berusia ratusan tahun dari hutan-hutan di Pulau Jawa! Antara percaya dan tidak, saya pun melempar pandangan ke tiang-tiang itu. Diameternya jauh melebihi dekapan tangan saya bahkan dekapan orang Kaukasia sekalipun. Begitu mengagumkan!

Pemandu saya bercerita lagi,”Di saat Dinasti Ming berkuasa, ada satu orang utusan yang bernama Cheng Ho yang bernama kecil Sam Po Kong. Ia pernah singgah di Semarang, Jawa Tengah.” Setelah tiba di pulau Jawa, ia menebang pohon-pohon jati berkualitas terbaik dan mengangkutnya ke negeri asalnya. Teman saya berceletuk,”Wah tidak benar itu! Mencuri.” Belum jelas juga apakah Cheng Ho yang konon beragama Islam itu membeli atau hanya menebang begitu saja pohon-pohon jati tadi di Jawa.

Agar tiang dari pohon jati tadi tidak lekas rusak dimakan usia dan cuaca, permukaannya dilapisi dengan semen, imbuh si pemandu wisata kami di Beijing yang lebih suka dipanggil Johan itu.

Bila Anda berkesempatan mengunjungi Forbidden City kelak, Anda bisa menemukan tiang-tiang jati Indonesia yang kami bicarakan itu di bagian Istana yang lantainya khusus diperuntukkan bagi kaisar Tiongkok jaman kuno. Permukaan lantai itu konon berlapis emas. Karena itu, para turis tak diperkenankan masuk.

20140617-222058-80458824.jpg

Leave a comment

Filed under miscellaneous

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s