Menyoal Gandrungnya Turis Indonesia dengan Wisata Belanja

‎Sekelompok turis asing itu mengerumuni sebuah kompleks toko suvenir khas lokal. Tanpa kemampuan berbahasa lokal yang memadai, wisatawan-wisatawan yang datang untuk berwisata belanja itu menawar harga dan berdebat sengit dengan para penjual di dalamnya. Hanya berbekal kemampuan berbahasa Inggris ala kadarnya dan menggunakan jari jemari serta kalkulator, kedua belah pihak saling melancarkan manuver kemudian bertahan. Saat proses negosiasi harga menemui kebuntuan, calon pembeli akan berpura-pura meninggalkan toko untuk mencari yang lebih murah di toko lain. Sebagian penjual tidak keberatan melepas calon pembeli yang menawar tanpa belas kasihan ini, sementara yang lain cukup berbaik hati untuk kembali membuka pintu toko mereka dengan rela menerima harga yang diajukan calon pembeli untuk kemudian menarik mereka menghabiskan uang dengan bujukan-bujukan diskon barang bagus lainnya.

Itulah pemandangan yang saya saksikan di berbagai sudut Han City Fashion and Accesories Plaza, Shanghai‎ awal Juni lalu. Sebagai salah satu anggota dari rombongan turis Indonesia yang mengunjungi kota perdagangan Tiongkok ini, saya bisa amati nafsu konsumerisme turis RI di sini memang tinggi. Papan iklan bertebaran di sepanjang pandangan mata. Para pedagang juga relatif lebih ramah daripada di ibukota Beijing. Mereka datang dengan mata berbinar begitu ada turis Indonesia karena tahu kami suka berbelanja gila-gilaan. Tetapi mereka juga tahu kami tak segan menawar hingga terdengar tidak masuk akal sampai penjual yang tak sabar bisa memuntahkan kata-kata makian mereka. Pemandu tur kami Candy mengklaim Shanghai sebagai kota surga belanja terbaik di negeri tirai bambu setelah Hong Kong. Siapa bisa mengalahkan pamor Hong Kong? Di Hong Kong sudah banyak kasus turis tanah air lupa daratan dalam berbelanja. Datang membawa 1 kopor, pulang ke Soekarno Hatta dengan 3 kopor sudah mafhum.

‎Maka dari itu, bukan berita yang mengejutkan bahwa turis Indonesia menduduki ranking ketiga dalam daftar turis yang paling banyak berbelanja di luar negeri setelah Tiongkok di posisi jawara dan AS di tempat kedua. Klaim ini berdasarkan pada laporan perusahaan belanja wisatawan Global Blue Analytics yang dikutip oleh China Daily (hal.7, edisi 11 Juni 2014).

Dalam grafik yang memuat angka pengeluaran rata-rata turis setiap negara dalam‎ mata uang dollar AS, ada 5 negara yang terbilang paling royal: Tiongkok (1.103), AS (876), Indonesia (823), Jepang (689), dan Rusia (482). Tidak dijelaskan bagaimana perkembangan capaian Indonesia secara year-on-year dalam ulasan singkat tadi karena China Daily lebih berfokus pada perkembangan jumlah uang yang dihamburkan turis Tiongkok di luar negeri.

Wisata belanja yang menarik banyak wisatawan RI ini kurang sesuai selera dan gaya melancong saya yang lebih menyukai tempat-tempat wisata alam yang tidak banyak disesaki orang‎, lebih tenang, atau menyelami budaya dan tradisi lokal yang unik. Menemui dan berbicara dengan penduduk setempat untuk sekadar berbicara santai terasa lebih menyenangkan karena membuat saya merasa lebih kaya saat pulang nanti. Bukan kaya dengan barang belanja dan oleh-oleh, tetapi kisah-kisah dan pemikiran manusia dari daratan yang lain dari yang saya pijak. Saya selalu ingin pulang dengan membawa pemahaman baru tentang negeri dan bangsa asing. Jenis pengalaman inilah yang agak berbeda dari pengalaman berkutat di toko dan pasar untuk mendapatkan barang paling murah dibandingkan orang lain. Dan suatu hari jika ada kesempatan lagi, saya ingin membeli lebih sedikit dan merasakan dan memahami lebih lama.

Leave a comment

Filed under miscellaneous

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s