Hari Pertamaku di Sekolah

‎Kudus, Juli 1989

Horeee!!! Akhirnya aku lulus juga dari TK‎ Pertiwi. Syukurlah bisa pindah ke sini. Aku sudah bosan bermain-main dengan teman-teman yang bengis itu. Betisku sakit karena pernah disabet lidi oleh mereka. Kalau mau menggambar pun, krayon-krayon kesukaanku jadi rebutan. Dan kalau bermain di halaman saat istirahat, aku tidak bisa leluasa. Mereka suka memonopoli ayunan dan perosotan dan semuanya, tak mau bergantian! Jadi aku lebih suka menulis di dalam kelas saat istirahat karena di dalam kelas ada bu Tutik, dan ia tak akan membiarkan keributan terjadi di dalam kelas. Jadi lebih aman.

Sekolah baruku ini lebih dekat daripada TK itu. Maka dari itu, aku tak perlu susah-susah bangun pagi! Menyenangkan bukan? Begitu pikirku, sampai ayah mengingatkan bahwa kami akan pergi ke sekolah bersama. Ah, itu artinya aku harus bangun sepagi ayah juga.

Ya, aku akan bersekolah di tempat ayah bekerja. Beliau menjabat sebagai guru di sekolah dasar itu. Namun, sekarang sudah menjadi kepala sekolah. Letaknya di desa Garung Lor, jadi otomatis sekolahnya SDN Garung Lor 3. Ada beberapa SD negeri di desa itu‎ dan letaknya saling berjauhan. Ibuku mengajar di sekolah yang lebih jauh dan dulu aku sering dinaikkan ke kursi kecil di stang sepeda Phoenix-nya. Panas sekali selama kami pulang di siang hari karena harus membelah sawah di sana.

Aku tak mau berpanas-panas jadi kupikir lebih enak di SD ayah. Lebih dekat dan naik sepeda motor pula! Tak masalah kalau terlambat sedikit berangkat dari rumah. Kan naik motor. Lajunya lebih kencang dari sepeda kayuh. Dan kalau pun aku terlambat di sekolah, guru siapa yang ‎berani memarahi? Aku Akhlis, anak kepala sekolah! Karena ini, aku lebih merasa berkuasa dan berulah daripada saat di bangku TK. Aku merasa bebas! Yihaa!!!

Hari pertama, kami bertemu bu Marni. Sebetulnya saya sudah agak mengenal guru-guru di sini karena sepulang sekolah saat masih TK pun aku sering mampir ke sini. Ayah mengerjakan tugasnya dulu sampai pulang dan aku harus bermain sendiri di sekitar lingkungan sekolah. Ada perpustakaan yang penuh dengan buku. Aku bisa baca kapan saja, akses tanpa batas, karena sekali lagi, tak ada guru yang bisa menghardikku untuk mengembalikan buku karena terlambat. ‎Ada juga koperasi mungil. Bentuknya seperti kios kelontong yang terdiri dari etalase-etalase berkaca bening dengan isi barang-barang kebutuhan sehari-hari di dalamnya. Sabun, pasta gigi, deterjen, dan lain-lain, tapi tak ada makanan satu pun. Padahal aku sering lapar di sana.

Hari pertama sekolah sangat membosankan. Bu Marni mengajarkan entah apa. Aku tak perhatikan. Cuma baca dan tulis biasa yang aku sudah bisa. Aku belum berumur 6 tahun. Katanya, kurang 3 bulan saja. ‎Karena aku sudah bisa membaca dan menulis lebih baik dari yang lain dan lebih-lebih lagi karena aku anak kepala sekolah, aku benar-benar merasa jumawa. Lain dari saat TK. Aku merasa menemukan tempat membalas dendam di sini dengan mendominasi dan berbuat sesuka hati.

Sepulang sekolah, aku bermain di selokan besar di depan sekolah. Sinar matahari sedang terik karena hampir pukul 12 siang tepat. Tetapi aku tak peduli‎. Aku tetap mau bermain di sini. Kulipat kertas dari buku dan koran bekas lalu membuat kapal, dan menaruhnya perlahan di permukaan air keruh yang deras mengalir di bawah sana. Kemudian mengikutinya sampai jauh, sampai lelah. Kemudian kembali lagi melipat kertas dan mengapungkan kapal, begitu seterusnya sampai bosan dan lapar.

4 Comments

Filed under writing

4 responses to “Hari Pertamaku di Sekolah

  1. Kukuh

    Wah… Bu Marni pak? Hihihi beliau juga guru kelas 1ku dulu, hingga kelas dua saya pindah sekolah. Bu Marni secara muka rada galak. Hahaha

  2. laniratulangi

    Saya senang irama penulisan diatas. Menunggu ceritera2 lain produk Anda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s