SeeJkt.com, “Humans of New York” ala The Big Durian

‎Selalu menyenangkan bertemu secara tak sengaja dengan orang-orang yang memiliki persamaan dengan kita. Serendipity, begitu kata orang Anglosaxon mengistilahkannya. Banyak pertemuan-pertemuan ‘serendipituous’ yang membekas dan berlanjut ke hubungan yang serius dan langgeng dalam berbagai aspek‎. Dalam dunia startup yang kerap saya liput, unsur serendipity begitu kental, seperti saat seorang entrepreneur menemukan investor atau rekanan yang ia idamkan. Dan begitu bertemu mereka merasakan sensasi ‘klik’ yang langka.

Demikian juga saat saya bertemu dengan Aditya Suharmoko. Saat ia mengambil gambar saya dan teman-teman Komunitas Yoga Gembira Sabtu petang kemarin (19/7) yang sedang beryoga di Taman ‎Suropati Jakarta Pusat, ia mengatakan akan memuat foto kami di blognya. Sebuah minat yang sama, batin saya. Dan kami berkenalan.

Aditya dan seorang temannya mengelola sebuah blog berdomain SeeJkt.com, yang mengetengahkan tema individu-individu unik yang mereka temui dalam keseharian dan celoteh singkat mereka yang patut disimak. Bukan kontroversi atau keluarbiasaan yang ingin disuguhkan di sini. Tampaknya kelugasan dan keseharian-lah yang menjadi titik tekan dalam setiap unggahan. Anda tak akan menemukan para badut politik dan‎ polah tingkah mereka di sini tetapi Anda akan bisa menikmati opini dan pendapat pribadi orang-orang biasa alias rakyat jelata seperti kita tentang perilaku elit yang aneh bin ajaib.

Satu-satunya politisi yang saya jumpai di blog tersebut hanya Joko Widodo. Sebagai jurnalis dan pekerja kreatif, saya cukup paham keberpihakan Aditya dan blognya pada kubu nomor dua, karena (mungkin) pertama Aditya pernah bekerja juga di harian berbahasa Inggris di Indonesia, The Jakarta Post. Sebagai informasi tambahan, pucuk pimpinan kubu nomor satu pernah menghardik wartawan organisasi pers tersebut secara terbuka. Hal ini membuat dirinya kurang ramah di mata para jurnalis yang aliran politik para pemilik modalnya berseberangan. Ia sempat bekerja di sana selama 3 tahun lebih kemudian meliput untuk Reuters. Dan kini dirinya bekerja secara lepas.

Kata sang istri, Aditya tertarik ikut yoga juga suatu saat di taman ini karena ia bermasalah dengan punggung bawahnya. Tak perlu heran. Ini penyakit anak muda zaman sekarang apalagi kalau pekerjaannya menuntut duduk berjam-jam di depan komputer. Saya tahu persis karena tuntutan pekerjaan kami mirip.

Konsep blog SeeJkt.com yang mirip laman Facebook “Humans of New York” memang tidak baru lagi, tetapi unsur lokal khas Jakarta itulah yang memberinya ciri khas. Kunjungi saja rumah virtual Aditya di SeeJkt.com, karena meskipun piawai merangkai kata dalam bahasa Inggris, ia menuangkan pemikiran manusia-manusia Jakarta dalam bahasa Indonesia. Jadi jangan khawatir tidak paham. Selamat menikmati!

20140720-135557-50157347.jpg

Leave a comment

Filed under miscellaneous

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s