Menelusuri Riwayat Iowa, Ibukota Sastra Dunia (3)

paul engle

Sebelumnya:

Menelusuri Riwayat Iowa, Ibukota Sastra Dunia (1)”

“Menelusuri Riwayat Iowa, Ibukota Sastra Dunia (2)”

Schramm yang berbakat ini lebih tertarik dengan komunikasi massa yang saat itu masih dibutuhkan pemerintah AS yang terlibat dalam hiruk pikuk Perang Dunia II.

Paul Engle, Sang Sastrawan Entrepreneurial

Setelah Schramm meninggalkan Iowa ke Washington DC, muncullah sosok lainnya yang menggantikan kepemimpinannya. Paul Engle adalah nama ujung tombak itu.

Engle dibesarkan di Cedar Rapids, sebuah kota kecil. Ia menjalani pendidikan yang lebih tinggi dari sang ayah yang tidak lulus sekolah dan sang ibu yang hanya lulus sekolah menengah. Ia sendiri adalah yang pertama di keluarganya yang mengenyam pendidikan tinggi. Pekerjaan sang ayah adalah berjual beli kuda, sehingga cukup mengagumkan juga jika Engle muda bisa tumbuh sebagai seorang sastrawan terkemuka. Seperti pernah disinggung sebelumnya, tesis Engle adalah karya kreatif pertama di University of Iowa yang diterbitkan dan bisa dibaca oleh kalangan luas. Karyanya “American Song” (sebuah buku koleksi puisi terbitan 1934) diulas di The New York Times Book Review. Karya-karyanya yang lain ialah “Break the Heart’s Anger” dan “Worn Earth”. Engle dianggap sebagai sebuah suara baru dalam dunia puisi Amerika saat itu. Meskipun usianya masih relatif muda dibandingkan penyair-penyair lainnya, Engle disebut-sebut sebagai penyair yang memiliki masa depan cerah. Dan memang, Engle akan menjadi seseorang yang perannya amat penting dalam dunia sastra Amerika, meski bukan karena karya-karya besarnya.

Di tahun 1942, Iowa dikenal sebagai negara bagian dengan sektor pertanian yang menonjol. Saat Iowa belum banyak dikenal di dunia sastra itulah, Engle mengambil alih tampuk kepemimpinan The Iowa Writers’ Worskhop dari tangan Wilbur Schramm yang memilih pindah ke Washington DC untuk terjun dalam komunikasi massa selama berkecamuknya Perang Dunia II.

Engle adalah salah satu peraih gelar Master of Arts (jenjang S2) dalam bidang Creative Work di the State University of Iowa bulan Juni 1938. Sebelum belajar di Iowa, Engle kuliah di Coe College hingga tahun 1931. Ia kemudian belajar di Iowa, lalu Columbia dan melanglang buana ke Inggris, tepatnya di Oxford University sebagai peraih beasiswa Rhodes Scholarship. Engle berhak berada di sana selama 3 tahun. Selama 3 tahun itu, sang sastrawan muda mengelilingi benua Eropa. Begitu kembali ke AS, ia pun direkrut oleh fakultas. Engle menjadi kombinasi yang tepat karena ia adalah warga asli Midwest, berbakat besar sebagai sastrawan, memiliki pengalaman dan jejaring yang luas, memiliki tekad besar dalam mengangkat sastra lokal yang khas Midwest.

Sejak kecil Engle telah akrab dengan sastra. Awalnya Engle muda yang tumbuh di keluarga miskin itu bekerja sebagai seorang penjual koran di jalan-jalan. Setelah bersekolah dari 7.30 pagi hingga 3.30 sore, Engle beralih pekerjaan menjadi seorang pramuniaga toko obat yang bekerja dari pukul 7 malam sampai tengah malam selama 7 hari sepekan. Namun, Engle tidak banyak mengeluh dengan kewajiban bekerja di usia muda karena ia mendapatkan bos yang baik hati. Sang atasan mengizinkannya untuk memiliki satu sudut di belakang toko obat yang khusus diperuntukkan bagi Engle yang ingin membaca atau menulis puisi jika toko sedang sepi.

Terpilihnya Engle terbukti menjadi titik awal perkembangan The Iowa Writers’ Workshop yang lebih pesat dan signifikan. Engle dianggap sebagai sosok yang tepat, dengan perpaduan yang unik antara entrepreneur, akademisi dan sastrawan. Ia menggabungkan dunia bisnis dan sastra sedemikian rupa sehingga saling bisa mendukung perkembangan satu sama lain. Engle berinisiatif untuk membuat sebuah beasiswa bagi mahasiswanya dan dengan kepribadiannya yang hangat dan mudah bergaul, ia berhasil mengumpulkan dana dari kalangan pebisnis lokal Iowa. Sebagian menganggapnya sebagai pengajar yang unik karena Engle tidak meloloskan para calon mahasiswa dengan hanya mengandalkan selembar kertas permohonan tetapi ia juga mencoba menggali bakat-bakat terpendam yang ada.

Engle kemudian mencoba menggiatkan workshop yang ia pimpin dengan mengundang sejumlah sastrawan mapan di masa itu, seperti Robert Lowell, Robert Frost dan Dylan Thomas. Mereka ini didaulat untuk mengajar di kelas-kelas kepenulisan kreatif yang diadakan di sejumlah bangunan barak yang dibangun untuk menampung jumlah pelajar yang masuk ke sana. Setiap kelas akan membahas karya-karya mahasiswa yang sudah dikumpulkan.

Karena masih berlaku GI Bill, kelas-kelas Creative Writing masih didominasi para pria. Namun, kembang kampusnya tetap saja wanita. Flannery O’Connor menjadi mahasiswi yang karyanya cukup dikenal saat itu. Salah satunya ialah “Wise Blood”.

Di bawah kepemimpinan Engle ini, worskhop makin dikenal pasca PD II. Times, News Week dan Live memuat perkembangannya. Alhasil, The Iowa Writers’ Workshop mendapatkan sorotan nasional selama dekade 1950-an. Para mahasiswa dan lulusan makin produktif menghasilkan karya-karya baru.

Engle berperan sebagai seorang juru promosi bakat-bakat baru dan mediator antara kalangan akademisi dengan pebisnis. Salah satu upaya Engle menggairahkan dunia sastra Iowa ialah dengan menyelenggarakan konferensi sastra di akhir tahun 1950-an. Salah satu puncak prestasi yang ditelurkan oleh The Iowa Writers’ Workshop ini ialah diraihnya Pulitzer Prize oleh W. D. Snodgras dengan karyanya yang berupa kumpulan puisi dengan judul “Heart’s Needle”. Posisi Iowa sebagai kiblatnya sastra makin kokoh.

Dekade 1960-an menjadi saksi perkembangan Iowa yang menjadi pusat gaya hidup ala Bohemian. Para penulis muda ini juga tidak luput dari wabah tersebut. Salah satunya ialah Marvin Bell, yang kemudian menjabat sebagai anggota tim pengajar di Iowa Writers’ Workshop tahun 1965 hingga 2005. Program Creative Writing di Iowa ini makin disukai anak-anak muda yang ingin menjalani hidup dengan cara yang tidak konvensional.

Ditilik kembali kiprah dan upaya Engle, patut diakui bahwa ia adalah bidan bagi kelahiran The Iowa Writers’ Workshop. Ia membuat workshop tersebut menjadi lebih dikenal baik dalam skala nasional dan internasional, membawa pengarang-pengarang terkenal ke Iowa, menjembatani dunia bisnis, sastra dan akademis untuk bersinergi bersama. Dengan apa yang ia lakukan sepanjang hayatnya, Engle dapat dikatakan seorang entrepreneur top dalam bidang kebudayaan dan sastra. Engle berperan besar dalam mengelola dana yang masuk ke kampusnya di era GI Bill, saat AS ingin memberikan sejumlah fasilitas untuk memudahkan para veteran perang yang kembali ke tanah air. (bersambung)

1 Comment

Filed under writing

One response to “Menelusuri Riwayat Iowa, Ibukota Sastra Dunia (3)

  1. Pingback: Menelusuri Rwayat Iowa, Ibukota Sastra Dunia (4) | Akhlis' Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s