Menerka Filosofi Baju Baru Lebaran

‎Lebaran memang tidak pernah terlepas dari hedonisme berpakaian. Ada saja trik yang digunakan oleh para penjual agar kita mau membeli pakaian baru, tak peduli harganya. Iming-iming berupa diskon, cuci gudang, midnight sale, dsb bisa kita temui sepanjang Ramadhan. Tak ayal banyak yang menjadi “korban”. Membengkaknya anggaran tak dirasa sebagai beban asal bisa memamerkan kekayaan.

Sementara itu, di sisi lain ada yang mencoba menghapus kewajiban untuk memakai baju baru selama Idul Fitri. Mereka mengampanyekan bahwa memakai pakaian lama yang masih bagus pun bukan hal yang haram. Toh masih banyak kebutuhan lain yang lebih mendesak. Tabung saja, saran orang-orang ini‎.

Terlepas dari tarik ulur ‎paradigma konsumerisme vs gaya hidup sederhana tadi, saya teringat dengan celoteh seorang teman yang beragama Kristen. “Saya dan keluarga ada kebiasaan yang unik kalau membeli pakaian baru. Sebelum memakainya untuk acara apapun, kami harus memakainya di acara gereja,”kisahnya. “Kenapa begitu?”saya tergelitik mengetahui alasannya. “Karena itu seperti berkata pada Tuhan,’Ini lho Tuhan rejeki dari-Mu’, kami pakai buat ke gereja dulu supaya kami dapat berkah untuk pakaian itu dari Tuhan dulu. Baru deh habis itu, baju itu bisa dipakai ke mana-mana.”

‎Dari cerita teman saya tadi, saya kemudian berpikir. Apakah hal yang sama juga berlaku untuk baju Lebaran kami yang muslim ini? Kembali lagi, semua berawal dan berpulang pada niat. Apakah niat membeli baju baru untuk menunjukkan syukur atau yang lain? Jawabannya di hati kita masing-masing.

Leave a comment

Filed under writing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s