HBR Guide to Better Business Writing: Bukan Buku “Writing for Dummies” Biasa

Hampir semua orang bisa menulis tetapi menulis secara profesional, runtut, enak dibaca dan logis serta layak jual bukan perkara mudah. ‎Mayoritas orang menyepelekan saran untuk belajar menulis dengan lebih baik, karena menurut mereka, kemampuan menulis – sebagaimana kemampuan berbicara – sudah tertanam secara alami dalam diri manusia.

Kenyataannya tidak semudah itu. Karena itulah, cukup menjengkelkan jika ada orang yang menganggap menulis itu amat mudah. ‎Begitu mudahnya sampai tidak diperlukan upaya intelektual apapun di dalamnya.

Saya pernah ditelepon suatu kali oleh seorang teman yang mengeluhkan sulitnya mengerjakan sebuah tugas menulis jurnal dalam pelatihan guru yoga yang kami ikuti. Saya sarankan dia untuk menuliskan pemikirannya selayaknya saat berbicara, karena saya tahu ia orang yang cukup lancar dalam berbicara di depan umum. Ia tetap mengatakan sulit. Saya begitu tidak percayanya karena mungkin saya sudah terbiasa menulis sehingga hampir tak ada tantangan berarti dalam menuangkan ide di atas kertas. Teman saya akhirnya minta dituntun kata demi kata untuk menyelaraskan ide di dalam kepala dan tangannya.

Ya, sesulit itu menulis bagi sebagian orang.

Akan tetapi, teman saya itu beruntung karena meskipun ia salah memilih dan merangkai kata pun, dampaknya tidak begitu merugikan secara finansial. Lain dengan mereka yang menggantungkan penghidupan dari akurat tidaknya komunikasi tertulis.

Seperti para pebisnis, entrepreneur, pemilik UMKM, CEO, staf humas (Public Relations), karyawan yang kerap bertukar email dan sejenisnya. ‎Tampaknya tidak ada yang luput dari kewajiban untuk menguasai ketrampilan menulis yang memadai. Saya katakan “memadai”, karena tidak semua orang harus sepiawai yang lain dalam berkomunikasi tertulis. Kebutuhan tiap orang berbeda-beda.

Bahkan di kalangan bisnis dan korporasi, menulis masih kerap disepelekan. Menulis dalam dunia bisnis dianggap cuma sekadar aktivitas mengetik di komputer dan mencetaknya di lembaran kertas‎. Setidaknya itu yang pernah dikatakan oleh seorang teman penulis dari Australia, Irfan Krostchak. Penulis non-fiksi itu sering didaulat menyusun buku untuk perusahaan dan instansi besar.

Dan sebagai bagian dari dunia korporasi, saya juga kadang menemukan orang-orang yang kesulitan menyampaikan gagasan mereka dengan tulisan. Termasuk dalam komunikasi tertulis seperti email. Seorang atasan pernah mengeluhkan bagaimana ia sukar memahami pesan pimpinannya yang membalas email dengan jawaban yang ditulis dalam kata-kata yang disingkat secara tidak lazim, tanpa ada vokal, yang juga bisa jadi akibat salah tekan di layar sentuh ponsel yang licin di saat berjalan atau di atas kendaraan. Sungguh memusingkan, karena Anda harus memutar otak dan menerka maknanya dan kurang etis tampaknya bila membalas pada pimpinan dengan permintaan:”Tolong balas dengan kalimat yang lebih jelas dan mudah dipahami.”

Buku HBR Guide to Better ‎ Business Writing karya Bryan A. Garner bisa saya katakan sebagai salah satu buku yang paling bermanfaat jika Anda ingin mengasah ketrampilan menulis ‘serius’‎ dan membebaskan diri dari frustrasi semacam tadi.

Apa saja yang bisa Anda temui di dalam buku setebal 200-an halaman ini? Ada 4 bagian dalam buku ini: delivering the goods quickly and clearly, developing your skills, avoiding the quirks that turn readers off, common forms of business writing.

Jika saya bisa rangkum, pada intinya buku ini mengajarkan pada pembaca bagaimana untuk menulis yang akhirnya bisa mendorong pembaca untuk bertindak, menyusun ide secara logis dan sistematis agar mudah dipahami, menulis secara padat, singkat dan jitu sehingga tidak membosankan pembaca, memilih tone atau nada dalam menulis yang sesuai serta menggunakan tata bahasa yang baik.

Pembaca juga akan diberikan trik dan tips rinci mengenai bagaimana menulis email, surat bisnis, memo, laporan bisnis dan performance appraisals atau laporan evaluasi kinerja yang secara rutin harus disusun oleh mereka yang bekerja di dalam dunia bisnis.

‎Satu lagi manfaat memiliki dan membaca buku ini adalah, karena buku ini ditulis dalam bahasa Inggris, kita para pembaca mau tidak mau memahami ekspresi atau frase-frase khas dalam korespondensi bisnis bahasa Inggris yang menjadi kemampuan yang tak kalah vital jika ingin berkomunikasi dengan orang asing. Selesai membaca buku ini dan berlatih menerapkan kiat-kiat di dalamnya, dapat dipastikan kita akan lebih pandai dalam menggunakan kata tertulis sebagai medium komunikasi bisnis secara lebih efektif dan efisien.

Harga buku ini, karena buku impor, juga termasuk mahal. Namun, jika Anda adalah orang yang menganggap pengetahuan dan wawasan adalah investasi ‎terbaik bagi diri Anda, Rp252.000 tidak akan terasa membebani keuangan.

Selamat membaca!

Leave a comment

Filed under writing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s