5 Minggu Tanpa Shampoo

‎”Sudah jadi gimbal belum?”sindir seorang teman via WhatsApp. Saya tidak tahu ia sedang menanggapi secara sarkastis pada eksperimen saya untuk menghindari penggunaan shampoo di mahkota kepala ini.

Faktanya yang sebenarnya, TIDAK ADA gimbal dalam bentuk apapun di rambut kepala saya‎. Karena saya bahkan mencuci rambut setiap kali mandi. Tanpa shampoo, hanya air bersih dan pijatan di kulit kepala.

Pagi hari kemarin, seorang teman secara tak sengaja membaui rambut kepala saya. Ia berkata wangi. Tetapi saya menampiknya. Tidak mungkin sewangi itu. Saya tak pernah pakai shampoo sebulan belakangan, tukas saya jujur. Ia terperangah. “Jadi pakai sabun?”tanyanya. Saya menggeleng. “Pakai air bersih saja, dan lemon sesekali.”

Tukang potong rambut yang kemarin merapikan rambut ini juga tidak berkomentar apapun soal rambut. Sehingga bisa saya simpulkan, tidak ada beda dalam hal bau antara rambut yang memakai shampoo dan rambut yang dicuci dengan air bersih dan bahan alami. Itu cuma prasangka dalam otak kita yang berasumsi:”Tanpa shampoo, rambut belum bersih.”‎ Anggap saja ini dekonstruksi pemikiran yang merupakan akumulasi hasil cuci otak kampanye iklan produsen shampoo selama puluhan tahun.

Dan sejujurnya, saya sudah jarang gunakan lemon lagi. Karena selain mahal, terlalu sering memakai lemon membuat kulit kepala dan rambut kering, meski kering yang masih terkendali secara alami. Hanya saja saya tak terlalu suka sensasi kering itu. Membuat rambut terasa terlalu ringan dan tipis. Dan satu lagi akibat menggunakan lemon terlalu sering adalah bisa memudarkan warna rambut. Maksud saya, bukannya menjadi uban, tetapi rambut yang asalnya hitam bisa berubah agak kemerahan atau kusam, kurang legam dan bercahaya saat tertimpa‎ sinar matahari atau lampu. Jadi kesannya kurang sehat. Karena itu saya menggunakan lemon lebih jarang sekarang. Sementara untuk membuat rambut lebih berminyak (karena tipe rambut saya kering) secara alami, saya masih tetap memakai minyak zaitun (olive oil) dan minyak biji wijen (sesame oil). Bisa diusapkan ke rambut setelah diratakan di telapak tangan di malam hari lalu dibilas esok harinya dengan air bersih sehingga tak terlalu berminyak. Jika merasa kering di ruangan berpendingin udara, saya kadang usapkan lagi. Saya pikir ini lebih baik daripada memakai gel rambut atau hairspray apapun.

Menurut hemat saya, penggunaan produk-produk perawatan rambut yang digunakan berlebihan berisiko membuat rambut bermasalah di kemudian hari sehingga saya memutuskan untuk menghindarinya sebisa mungkin. Seaman apapun jika dipakai setiap hari, akan terjadi akumulasi atau penumpukan bahan-bahan kimia di rambut. Dan efeknya pada kesehatan rambut pastinya akan muncul suatu saat.

Misi saya untuk mencoba hidup tanpa shampoo, di samping untuk‎ melepaskan ketergantungan pada intervensi manusia dalam masalah-masalah yang sebetulnya bisa terselesaikan secara alami, adalah juga menghindari kebotakan dini! ‎Mungkin Anda tertawa mengejek sekarang karena belum terasa, tetapi saat menyaksikan foto-foto keluarga yang di dalamnya ada ayah dan kakek biologis Anda yang rambutnya tak selebat saat muda, pastinya ada keinginan untuk bisa menghindarinya atau setidaknya membuat proses itu menjadi jauh lebih lambat. Selama mungkin.

Dan pemakaian shampoo buatan dengan bahan-bahan kimia memang membuat rambut bersih dengan lebih mudah tetapi dampak jangka panjangnya tidak pernah kita pikirkan, atau jika kita pernah memikirkannya, akan kita abaikan begitu saja.

Seorang teman kos yang memakai gel rambut secara intens tiap hari kerja (agar rambutnya bisa membentuk mohawk atau jengger ayam yang memukau itu) ternyata juga mengalami kerontokan. Rambutnya masih tebal sehingga bukan masalah besar tetapi untuk saya yang sudah secara genetis bertekstur lurus dan tipis, kerontokan sedikit pun bisa memicu bencana.

Teman saya yang lain juga mengatakan ia cemas rambutnya menipis, dan memang itu yang terjadi karena saya lihat sendiri. Karenanya ia memakai tonik penyubur rambut. Baiklah pakai tonik tetapi‎ ia juga setiap hari memakai shampoo agar lebih bersih. Lalu saya ceritakan eksperimen saya. Dan saya sarankan ia mengurangi penggunaan shampoo jika tidak ingin penipisan itu berlanjut. Cuci rambut saja dengan cara alami dengan air bersih. Ia tertawa, mengatakan bahwa itu tidak mungkin. Saya katakan saja bahwa mencuci rambut tanpa shampoo dan hanya dengan air bersih bisa membuat rambut bersih asal dibilas berkali-kali dan menggunakan pijatan lembut di kulit kepala.

Sementara saya menemukan tip lain dari teman yang juga tengah berjuang mengatasi kerontokan rambutnya secara alami. Katanya, makan bunga mawar bisa membantu menyuburkan lagi rambut. Saya belum tahu bukti ilmiahnya atau hasil dari rutinitasnya makan mawar itu. Apakah efektif? Kita masih harus menunggunya.

Leave a comment

Filed under health

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s