“It’s My Startup”: Ramuan Kiat dan Motivasi Bisnis untuk Entrepreneur Indonesia

Membaca buku kadang tidak cukup. Apalagi kalau Anda seorang entrepreneur. Saya teringat dengan penuturan Megain Widjaja, seorang entrepreneur muda, yang mengatakan, kurang lebih seingat saya, bukan membaca isi buku yang paling penting bagi pembaca tetapi apakah pembaca itu mau bergerak melakukan sesuatu yang nyata setelah buku itu habis dilahap. Bentuknya bisa bermacam-macam. Entah itu mendiskusikan isinya dengan orang lain sebagai sesi curah gagasan atau brainstorming untuk menampung dan menguji ide-ide kreatif yang muncul setelah membaca atau melakukan aksi lain yang konkret agar pengetahuan dan pengalaman yang sudah terakumulasi lewat buku bisa dimanfaatkan dalam mewujudkan sebuah proyek atau cita-cita besar. Intinya, setelah membaca, terus apa? Membaca buku-buku dari orang besar tak akan serta merta membuat Anda besar, kecuali Anda membaca kemudian melakukan sesuatu yang menuju ke arah itu.

Mungkin itulah yang saya sarankan pada Anda dan diri saya sendiri juga saat membaca buku-buku motivasi. Pasar buku sudah begitu banyak dibanjiri buku semacam ini.

Dalam pekerjaan, saya juga kerap – malah bisa dikatakan hampir tiap hari – menulis‎ tips dan motivasi bisnis. Begitu seringnya, sampai saya kadang skeptis dan pesimis dengan kiat-kiat itu. Apakah itu realita atau retorika belaka? Apalagi sejauh ini saya belum mencoba membuktikannya.

‎Tetapi meski saya dan orang lain bisa menulis tips dan motivasi bisnis, saya rasa tidak ada yang lebih baik dari seorang penulis yang menerjuni sendiri hal yang ia tulis. Dengan begitu, penjiwaannya mungkin akan lebih baik dalam menyampaikan ide-ide penting.

Itulah yang membedakan saya dengan Lahandi Baskoro. Saya belum pernah ‎mencicipi rasanya mendirikan startup, Lahandi lain. Tiga tahun lalu ia merintis pendirian komunitas pegiat teknologi digital skala lokal yang bernama “Depok Digital”. Ia juga menjajaki wirausaha dengan membidani Qanvash.com, sebuah situs online yang memuat konten inspiratif bertema relijius.

Tidak heran jika Lahandi (@lahandi) yang pernah menjabat sebagai senior content strategist Kaskus.co.id ini lebih menjiwai dalam menulis “It’s My Startup: 50 Tips Memasuki, Memulai, dan Mengembangkan Bisnis Startup”. Buku setebal 172 halaman itu ia serahkan pada saya awal tahun ini. Dan ‎saat saya bertanya padanya apakah saya harus mengulas buku ini, ia menjawab tidak harus. Akan tetapi, mengingat buku ini ia berikan secara cuma-cuma pada saya dan saya tidak bisa memberikan imbalan apapun, saya pikir sebuah ulasan yang jujur dan membangun akan bermanfaat baginya, jika ia kelak ingin menyempurnakan buku ini, dan bagi Anda yang ingin membangun usaha sendiri tetapi masih meraba-raba medan pertarungan yang Anda akan terjuni.

Di dalam bukunya, Lahandi seolah memeras semua nasihat wirausaha yang ia pernah terima‎ menjadi tips singkat yang dibagi-bagi menjadi uraian singkat. Fontnya besar, cukup mudah dibaca dan berwarna-warni meski tidak terlalu mencolok agar menekan biaya produksi.

Buku “It’s My Startup” ini kebanyakan memuat nasihat dari entrepreneur-entrepreneur asing (terutama Silicon Valley) yang tentunya disarikan dari media-media Amerika. Namun demikian, di antara itu semua Anda masih bisa menemukan sejumlah entrepreneur Indonesia yang turut dikutip saran-sarannya di sini, di antaranya adalah Natali Ardianto yang dikenal luas sebagai salah satu inisiator/ penggagas komunitas #StartupLokal yang baru-baru ini berkunjung ke Makassar untuk menemui sejumlah entrepreneur pendiri startup di sana.

Menurut hemat saya, buku ini lebih tepat dibaca untuk mereka yang menginginkan motivasi dan inspirasi awal dalam merintis bisnis. Bisa jadi mereka adalah calon entrepreneur yang masih buta sama sekali dengan dunia startup teknologi. Buku ini menyuguhkan nasihat dan saran penting itu menjadi satu sehingga lebih mudah dan praktis disimak.

Akan tetapi, jika Anda menghendaki sebuah buku yang lebih ‘berisi’‎ dan kaya dengan deskripsi, narasi dan data, “It’s My Startup” saya pikir kurang mampu memuaskan Anda. Anda akan menginginkan lebih banyak dari sekadar tips, apalagi jika Anda sudah benar-benar menjalankan startup.

Leave a comment

Filed under entrepreneurship

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s