Mengenal NSA Lebih Dekat (1)

Tidak ada yang mengira bahwa kompleks bangunan di Fort Meade, Maryland yang tidak menyolok mata itu adalah bekas tempat kerja Edward Snowden yang saat ini menetap di Rusia. Dari kejauhan kita bisa menyaksikan parabola-parabola putih menengadah ke angkasa, menangkap pesan-pesan yang dikomunikasikan manusia melalui gelombang radio.
Parabola-parabola itu bak stetoskop yang menggerayangi sekujur tubuh bumi, demi untuk mencari informasi berharga mengenai banyak hal terutama yang ada kaitannya dengan kepentingan hegemoni negeri Paman Sam.

Di sinilah lokasi kantor National Security Agency, sarang dari para penyadap kelas atas. Mereka merancang dan menggunakan komputer super dengan kemampuan memecahkan kode apapun.Orang-orang inilah yang bertanggung jawab atas berbagai tindak penyadapan yang dilakukan pemerintahan Amerika Serikat sejak berdekade lalu, sebelum Perang Dunia II. Selama Perang Dunia, agen-agen intelijen konon berjasa dalam membunuh petinggi Jepang. NSA sendiri didirikan tahun 1952. Dalam masa Perang Dingin, NSA-lah yang berhasil mengungkap berbagai pesan rahasia Uni Soviet dari dan ke teritori AS.

Bangunan kantor NSA dirancang sedemikian rupa agar kebal dari penyadapan elektronik yang bisa dilakukan berbagai pihak lawan. Selama berdirinya, NSA dikenal sebagai badan pemerintah yang menjaga kerahasiaan oeprasionalnya dengan sangat baik, sampai-sampai mereka dijuluki NSA, No Such Agency (Tak Ada Institusi Semacam Itu).

Untuk urusan dana, anggaran untuk NSA sangat fantastis, jauh melebihi anggaran CIA. Bahkan NSA adalah badan intelijen AS yang paling mahal biaya operasionalnya. Ditaksir setahun saja NSA beroperasi, dana 8 miliar dollar tersedot habis.

Cakupan sasaran penyadapan NSA sangatlah luas, dari pertukaran pesan suara telepon dan faksimili di seluruh dunia, sinyal radio yang digunakan penduduk sipil maupun teroris.

Menggunakan mata-mata manusia memang masih diperlukan tetapi kecepatannya tidak bisa menandingi penyadapan dengan teknologi komunikasi. Menyadap telekomunikasi sinyal akan memudahkan NSA menangkap sebanyak mungkin informasi gelombang radio dari seluruh dunia. Inilah yang menurut penulis buku “The Codebreakers” David Kahn disebut sebagai intelijen sinyal yang mirip aktivitas membaca perkataan dan pikiran orang.

Kebanyakan pesan rahasia yang dipecahkan NSA adalah pesan yang dilindungi dengan kode yang amat rumit.Di sinilah ujung tombak NSA berperan: para kriptolog. Merekalah yang berkemampuan khusus dalam memecahkan kode-kode rumit tersebut agar bisa dibaca dan dipahami.

Karena menyadari pentingnya sumber daya kriptolog ini bagi
keberlangsungannya, NSA secara kontinu melakukan pelatihan bagi orang-orang berbakat di bidang kriptografi (ilmu dan praktik teknik komunikasi yang aman dan rahasia dari pihak ketiga yang disebut musuh) ini. Agar bisa direkrut NSA, seseorang harus memiliki ketekunan luar biasa, kegigihan (tidak menyerah sebelum pesan rahasia terpecahkan), dan kecerdasan. Sebelum bisa memecahkan kode rumit, calon kriptolog akan diajari bagaimana membuat kode-kode yang sulit atau hampir mustahil dipecahkan orang.

Kahn mengatakan bahwa kriptolog biasanya tidak memiliki ketertarikan tinggi pada isi pesan yang berhasil mereka pecahkan. Mereka lebih tertarik pada tantangannya, yakni bagaimana memecahkan pesan rahasia itu, jadi begitu berhasil memecahkan pesan rahasia, mereka akan kehilangan ketertarikan pada isinya.

Begitu pesan terpecahkan, mereka harus melaporkannya pada NSOC atau The National Security Operation Center.Di sinilah, para pejabat NSA menangani situasi krisis. Mereka menangani krisis setiap 3 hari sekali, dengan pemantauan 24 jam sehari. Dari sini, NSA mengetahui hampir semua rencana yang disusun oleh para teroris yang ingin mencelakai para pejabat AS, atau melakukan serangan di daerah perbatasan atau konflik yang rawan.

NSA tidak hanya mengadalkan para kriptolognya yang andal. Mereka juga menggunakan teknologi superkomputer nan canggih untuk membantu memecahkan kode. Di markas besar NSA, sebuah lantai tersendiri disediakan untuk menyimpan superkomputer terbesar di dunia. Di lantai bawahnya tersedia sebuah sistem pendingin yang masif untuk
mendinginkan cairan khusus yang menjadi bagian dari komputer raksasa yang membantu kerja para kriptolog NSA dalam membuat dan memecahkan kode. Sistem pendingin ini bukan freon, tetapi sebuah sistem penyimpan air yang sejuk bervolume sekitar 8.000 ton.

Salah satu superkomputer itu bernama The Thinking Machine, yang bisa memecahkan kode-kode super rumit dalam waktu yang lebih cepat. Sangat sukar membayangkan betapa canggihnya The Thinking Machine, tetapi sederhananya, bayangkan saja untuk memecahkan satu pesan yang sama, komputer rumahan Anda membutuhkan 72 ribu tahun dan superkomputer ini cuma butuh beberapa detik untuk mengetahui jawabannya.

Nenek moyang The Thinking Machine ini sudah muncul di tahun 1940. Sebuah kalkulator elektro mekanis bernama THE BOMB sudah digunakan kala itu. Tingginya 2,5 meter dan beratnya 5 ton. The Bomb bukan apa-apa jika dibandingkan dengan PC yang kita pakai di kantor dan rumah saat ini tetapi pada zamannya, superkomputer itu adalah yang tercepat.

(Discovery Channel/bersambung)

Leave a comment

Filed under miscellaneous

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s