Ahok Gagas Beasiswa Menyeluruh untuk Anak Kurang Mampu

GUBERNUR DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau yang kerap dipanggil Ahok mengungkapkan gagasan untuk memberikan beasiswa pendidikan bagi anak-anak kurang mampu. Berbicara sebagai salah satu tamu kehormatan dalam Global Entrepreneurship Week Summit Indonesia 2014 di Ciputra Teater Jumat lalu (21/11), pria yang dikenal dengan gaya bertutur yang lugas dan tegas itu mengatakan peliknya masalah pendidikan dan sumber daya manusia di tanah air terutama di Jakarta yang ia pimpin. Padahal keduanya menjadi kunci utama bagi sebuah bangsa dalam menghadapi persaingan global yang sudah di depan mata.

“Kami (pemerintah DKI Jakarta -red) mengeluarkan beasiswa, bukan lagi KJP yang sifatnya bulanan. Tetapi beasiswa menyeluruh sampai dia (anak yang kurang mampu – red) selesai,”tutur pria yang baru saja pekan lalu dilantik sebagai orang nomor satu di ibukota. 

Akar masalahnya sungguh kompleks, demikian menurut Ahok. Ia menyorot masalah gaji dan pendapatan banyak warga Jakarta yang sangat kurang untuk memenuhi kebutuhan dasar dan pendidikan yang diperlukan untuk menyekolahkan anak-anak mereka. 

“Ini ada hubungannya dengan gaji kita dan keserakahan. Yang kecil nyolong untuk hidup,”tukas Ahok di depan hadirin. Ia mengatakan betapa minimnya pendapatan seseorang yang pasangannya tidak bekerja, yang minimal adalah Rp2,4 juta (UMR tahun ini). Jika memiliki 3 anak dengan biaya pendidikan Rp800.000 per anak saja, penghasilannya sudah ludes. Maka dari itu, tidak heran jika banyak warga yang menyuruh anak-anaknya menyelesaikan pendidikan semampunya saja di sekolah menengah karena kemampuan finansial mereka dalam mendanai pendidikan anak-anak yang lemah. Atau jika pun bisa sekolah, anak-anak itu harus bersekolah di sekolah swasta dengan kualitas guru yang kurang dan jaraknya jauh dari rumah mereka. Di sini, Ahok merasa pemerintah perlu turun tangan.  

Namun, untuk memberikan bantuan pendidikan itu ada masalah yang harus dipecahkan terlebih dahulu yakni penentuan standar garis kemiskinan. Hanya anak-anak dari keluarga miskin yang patut dibantu. Akan tetapi dengan standar kemiskinan yang terlalu rendah, kata Ahok, semua penentuan alokasi bantuan pendidikan itu menjadi kurang efektif. Jakarta dikatakan memiliki warga miskin sebanyak 3,7% dari populasi total. 

“Kalau saya lihat PKL begitu banyak, separuh warga Jakarta adalah warga miskin,”tandas Ahok dalam sambutannya. Meski pandangannya itu ditentang sebagian orang, ia memiliki alasan atas itu. “Standar garis kemiskinan yang pemerintah buat itu salah. Jangan memakai standar kemiskinan 2500 kkal per hari. Jika dikonversikan ke rupiah menjadi Rp347.000. Bagaimana bisa menjajarkan kebutuhan Rp2,4 juta tadi dengan standar Rp347.000!”

Ahok hadir dalam event Global Entrepreneurship Week Summit Indonesia 2014 untuk memberikan semangat berentrepreneurship bagi anak-anak muda. “Kalau untuk anak-anak muda, saya datang,”kata Ahok sebagaimana dikutip oleh Harun Hajadi, Direktur Ciputra Group dalam press conference yang diadakan di hari yang sama. (*/)

About akhlis

Writer & yogi
This entry was posted in writing and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.