3 Pembuat Kemajuan Versi Dahlan Iskan

Dahlan Iskan belum padam. Setelah turun dari jabatan menteri BUMN, ia mengalihkan sisa hidupnya untuk kepentingan sosial. Dan seperti biasa, hari itu ia tampak mengenakan kemeja putih dan sepatu kets kesayangan yang bercahaya jika berada di kegelapan.

‎Dahlan selalu mengejutkan. Kata-katanya efisien dan tepat sasaran, membuat kami yang mendengar menghela napas. Mungkin pekerjaannya sebagai reporter dulu membuatnya mampu merangkai kata dan kalimat dengan lebih jitu, tak seperti kebanyakan pejabat dan tetua yang sering membuat pendengar menguap menahan kantuk.

“Ada 3 pembuat kemajuan. Pertama yaitu anak muda. Mereka belum terlalu berhitung, dan jika belum tercapai masih terus bersemangat. 300 persen tidak tidur, tidak masalah. Pokoknya terus bekerja‎!”

Kedua adalah wanita. Sebagai pria, ia sangat percaya intuisi wanita. ‎Intuisi dalam hal apapun. Bisa dipahami, mengingat pria adalah makhluk yang dominan logikanya, sementara wanita mengedepankan emosinya. Stereotip yang tak sepenuhnya berlaku ketat dan tegas tetapi ada betulnya.

Dan ketiga adalah mereka yang melek teknologi. Maka dari itu, kalau ada wanita muda yang bisa menguasai teknologi, kekuatan pembuat kemajuan itu akan sangat besar, imbuhnya.

Setelah sembuh dari kanker hati, ia berjanji utk tidak lagi cari uang. Ia ingin ikut mengembangkan sociopreneurship di berbagai pelosok Indonesia. Pengusaha yang rendah hati itu memilih jenis bisnis berdampak sosial besar dan profitable.

Bisnis apa itu? Ternyata ia sekarang giat mendorong orang-orang di daerah terpencil untuk menanam pohon kaliandra merah yang mengandung 4200 kalori tingginya, dalam satu tahun bisa ditebang. Begitu ditebang bisa tumbuh sendiri.

Mengapa kalori pohon ini dianggap penting? Karena pohon kaliandra itu ditanam agar bisa digunakan sebagai bahan bakar nabati penghasil listrik.

Penanaman pohon ini ia harap akan memberi dampak sosial yang besar bagi daerah miskin dan tandus. “Tapi jangan sebagai ganti padi dan jagung. Kalau masih bisa ditanami itu, jangan ditanami kaliandra,”Dahlan menambahkan.

Membuat kaliandra sebagai biofuel penghasil listrik sudah ditetapkannya sebagai misi berikutnya di sisa umur pria 63 tahun itu. Daerah yang ia pilih sebagai tempat penanaman kaliandra bukan sembarang daerah. Daerah-daerah itu adalah daerah yang 10 tahun ke depan pun masih belum dijamah listrik PLN. “Mereka menjadi prioritas,”kata Dahlan.

Dalam 3 tahun, ia mencanangkan target untuk menjadi pihak penanam kaliandra terbesar di Indonesia.

(sumber foto: Wikimedia)

IMG_4908.JPG

Leave a comment

Filed under save our nation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s