Menulis Itu Mirip Masturbasi, Katanya

‎Seorang teman bertemu secara kebetulan dengan penulis Iwan Setyawan hari ini. Dan ia mengatakan bahwa Iwan berwejangan:”…[k]alo nulis itu yg penting kita ngerasa seneng, menikmati, dan bisa takjub pas bacanya. Bukan mikir bagaimana ceritanya biar pembaca seneng. #TipsMenulis”

Novelis Stephanie Meyer yang dikenal dengan Twilight series itu juga berpesan senada. Dalam sebuah wawancara dengan Time Magazine, ia pernah mengatakan tulisannya ia buat karena ia ingin membaca sebuah cerita romantis yang seperti itu. Dengan kata lain, Meyer hanya memfokuskan diri pada pemuasan diri, semacam “masturbasi sastrawi” dalam istilah vulgarnya.

‎Itu semua menerangkan mengapa saya merasa lelah sekali setelah menulis, padahal saya tidak ke mana-mana. Tubuh saya tidak berkeringat setetespun. Otot-otot tubuh bawah tak banyak bekerja. Hanya tubuh bagian atas yang terus tegak, menyangga kedua tangan yang terus bergerak di atas papan ketik dan kepala yang terpaku ke layar. Ternyata saya sudah bermasturbasi secara intelektual, verbal dan literal.

Oh lelahnya…

6 thoughts on “Menulis Itu Mirip Masturbasi, Katanya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.