‘Manfaatkan’ Jurnalis!

Pers  (Sumber foto: Wikimedia)

Pers: Dicinta tetapi disia-sia. (Sumber foto: Wikimedia)

Dalam banyak kesempatan, para jurnalis tidak banyak diperlakukan dengan baik. Semacam warga negara kelas dua, kalau saya bisa katakan. Meski diundang dalam sebuah event, misalnya, mereka tidak diberikan sebuah kursi untuk duduk dan berbincang dengan orang-orang yang mereka ingin jadikan nara sumber liputan. Kalaupun ada kursi untuk jurnalis, mereka akan diberikan tempat duduk di belakang, setelah para tamu undangan menduduki kursi masing-masing dan ada yang tersisa. Mereka juga mendapatkan bagian konsumsi sendiri, yang biasanya lebih murah daripada para petinggi. Jarang ada yang menyajikan makanan dan minuman yang sama-sama kualitasnya baik bagi jurnalis dan orang lain, terutama dalam acara-acara di dalam ruang. Saya merasakan semua itu sendiri. Dan saya tidak mengada-ada.

Tidak hanya oleh korporasi besar perlakuan semacam itu diberikan pada wartawan. Kerap kali para entrepreneur dan startup yang saya liput juga tidak menyambut hangat. Hanya suam-suam kuku, dan begitu mereka larut dalam event yang biasanya mereka adakan atau hadiri, mereka akan melupakan pewarta.

Di event yoga juga demikian. Peran media seolah dianggap remeh. Media ditempatkan di ruangan yang kurang representatif, padahal peralatan berharga mereka banyak. Bagaimana kalau ada yang mencuri laptop dan kamera kami? Tak banyak yang berpikir tentang keamanan dan kenyamanan jurnalis yang sedang bekerja. Wi-fi tak ada, meja untuk sekadar menaruh peralatan juga tidak disediakan.

Namun tidak semuanya demikian. Saya juga pernah menemui perusahaan yang cukup baik memperlakukan jurnalis. Mereka menyewa sebuah firma humas yang cekatan dan berpengalaman sehingga para pewarta sangat terbantu. Masuk ke ruangan konferensi pers, kami sudah diberikan media kit, berupa CD atau flash drive berisi foto-foto resolusi besar dari perusahaan dan si CEO, lalu ada selembar kertas berisi daftar nama-nama orang yang akan tampil memberikan keterangan dan beraudiensi dengan wartawan untuk wawancara yang lebih intensif.  Sungguh memudahkan kerja kami.

Ada lagi yang tidak segan mengundang wartawan untuk duduk bersama di meja dengan para pembicara kunci di sebuah acara besar. Bukan sebuah kehormatan, tetapi lebih pada memberikan kemudahan dalam menggali data dan informasi yang nantinya dapat dipakai dalam penyusunan berita. Dengan begitu, jurnalis juga menjadi lebih dekat dengan para pentolan acara sehingga nantinya bisa menjalin komunikasi yang lebih baik dan lancar.

Sayang sekali tak semuanya seperti itu…

Padahal jurnalis bisa ‘dimanfaatkan’. Maksud saya, dimanfaatkan sebagai alat promosi yang baik, tanpa biaya malah. Ini yang tidak disadari banyak orang.

5 Comments

Filed under journalism

5 responses to “‘Manfaatkan’ Jurnalis!

  1. Klis, siap2 2017 ada event besar jurnalis di Indonesia🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s