Bagaimana Olahraga Berat Bisa “Merusak” Kesehatan

Seorang teman ingin menemukan olahraga yang ideal. Ia bertanya ke berbagai orang yang ia temui. “Karena ada seorang teman yang tampaknya sudah bergaya hidup sehat. Dia tenis, berenang setiap hari,”terangnya. Tak dinyana, orang itu divonis menderita sakit ginjal parah, sampai harus menjalani hemodialisis atau cuci darah secara rutin.

Ternyata kebiasaan sehat berolahraga tadi tidak diiringi dengan kebiasaan minum air putih yang mencukupi kebutuhan tubuh. Alhasil, dehidrasi berat tiap kali habis olahraga itu membuat kerja ginjalnya teramat berat dan akhirnya tak kuat lagi memikul beban detoksifikasi tubuh yang makin menumpuk tidap hari.

Di kasus lain, ada orang yang sudah merasa berolahraga mati-matian. Siang malam olahraga. Hari kerja dan hari libur terus menyempatkan diri menggerakkan badan secara intens. Bukannya lebih sehat, malah kerap terserang flu.

Lalu ada orang yang mengeluh tak pernah mencapai kemajuan dalam latihan asana yoganya. Setelah dicermati lagi, ternyata setiap sehabis latihan yoga, ia ‘balas dendam’ di warung makan terdekat. Segala yang terhidang dimasukkan ke dalam mulut. Tak peduli apapun pokoknya puas. Nafsu makan bolehlah sedikit dilepas. Kan sudah kerja keras tadi, begitu alasannya makan bebas setelah latihan.

Sementara itu ada cerita lain yang menunjukkan seorang dokter muda dengan segala gaya hidup sehatnya. Makan diatur, olahraga rutin di sela kesibukan tetapi kemudian ‎meninggal mendadak karena serangan jantung di usia awal 40-an. Konon, itu bisa terjadi karena kebiasaannya tidur malam yang kurang dari durasi normal (7-8 jam).

Ketimpangan-ketimpangan inilah yang membuat kita lupa bahwa kita harus mencapai keseimbangan dalam hidup. Karena ternyata hidup bukan tentang bagaimana menebus kekurangan yang ada sesekali waktu saat ingat atau sempat. Ekuilibrium itulah yang jauh lebih susah dipertahankan selama hidup.

Jadi kalau kita berpikir olahraga mati-matian sesekali atau terus menerus tanpa jeda sudah cukup membuat sehat luar dalam, tunggu dulu. Mungkin itu cuma asumsi kita semata.‎ Waspada!

Leave a comment

Filed under health

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s