Cindy Djojonegoro: Entrepreneur Perempuan Mesti Sadar Hukum

Merintis karir sebagai pengacara korporat sejak 20 tahun yang lalu membuat Cindy Djojonegoro telah banyak makan asam garam di dunia hukum perdagangan, perbankan, dan keuangan. Dari sana ia memutuskan untuk terjun ke dunia entrepreneurship bersama sahabatnya mendirikan sebuah firma hukum sendiri.

“Dan ternyata menjalankan bisnis firma hukum itu berbeda dari menjadi pengacara korporat,” tutur Cindy mengisahkan pengalamannya. 

Ia tak bisa abai terhadap aspek-aspek bisnis agar firma hukumnya yang bernama “Siregar Djojonegoro Law Firm” itu bisa maju. “Harus tahu segmen pasar dan sebagainya dan kebetulan saya sudah memiliki jejaring yang baik selama dulu bekerja. Itu memudahkan saat menjadi entrepreneur,” kata perempuan yang menjadi bagian dari ANGIN (Angel Investors Indonesia). ANGIN adalah kelompok investor wanita Indonesia yang menyediakan pendanaan bagi para entrepreneur dan startup yang memiliki potensi.

Tentunya tidak hanya memperbanyak kenalan tetapi ia juga membangun hubungan yang berdasarkan pada kepercayaan (trust). Inilah yang ia anggap sebagai aset paling berharga dalam bisnisnya. “Saya selalu membina hubungan baik dan personal dengan kenalan-kenalan saya itu,” ujarnya lagi. Ia sangat sadar bahwa di Indonesia, bisnis dibangun berdasarkan hubungan dan kepercayaan, bukan hanya sekadar profesionalisme.

“Misalnya ada dua orang yang sama-sama bagus, tetapi apakah yang akan dipilih adalah yang harga (jasanya -pen) lebih murah? Atau yang lebih mahal? Itu tidak menjadi masalah, tetapi apakah orang itu bisa memberikan rasa percaya pada klien atau konsumennya?” jelasnya mengenai pentingnya kepercayaan di industri layanan (service industry).  

Dan agar tidak menyesal di kemudian hari, para entrepreneur muda harus mau mengasah ketrampilan berjejaringnya dari sekarang, Cindy menyarankan. Ia mengatakan melatih kemampuan berjejaring di sekolah atau kampus akan membuat kita lebih berpeluang sukses nantinya. “Menurut saya ilmu di sekolah memang penting tapi ilmu seperti networking skills dan social skills itu juga sama pentingnya,” Cindy menekankan. 

Cindy memiliki perhatian pada para perempuan Indonesia yang ingin maju melalui entrepreneurship. Dengan ANGIN, ia bersama para angel investor perempuan lain siap menggelontorkan dana dan bantuan lain untuk mengembangkan ide bisnis atau startup yang didirikan entrepreneur wanita. “Kami mau perempuan Indonesia lebih maju.”

Sejauh ini, Cindy dan kawan-kawannya di ANGIN telah mendanai beberapa startup yang digerakkan entrepreneur wanita yang bergerak di industri makanan dan minuman (food and beverages industry) serta kecantikan. Contohnya ialah Wangsa Jelita yang menjadi salah satu portofolio ANGIN.

Menyadari tinggal di masyarakat Indonesia yang masih mengharapkan para perempuan untuk lebih banyak membesarkan anak-anak dan mengurus rumah tangga, Cindy tahu persis kesulitan para perempuan dalam berbisnis. Peran serta para suami juga diperlukan sekali untuk mewujudkan kemajuan bagi para wanita. Ia menyayangkan adanya sebagian pria yang kurang suportif saat pasangan mereka ingin menjadi entrepreneur. Karenanya, Cindy menyarankan bagi perempuan yang masih lajang dan ingin menjadi entrepreneur setelah menikah nanti untuk memastikan pasangan mereka setuju jika hendak terjun ke dunia bisnis.  

Cindy juga ingin mengajak para entrepreneur wanita untuk lebih sadar aspek hukum bisnis agar tidak menyesal di kemudian hari. Banyak yang senang saat mendapatkan modal tetapi belum tahu ketentuan hukumnya, sistemnya secara lebih jelas. Ia mengatakan entrepreneur perlu sadar bahwa pendanaan itu bukan gratis, tetapi harus dianggap sebagai pinjaman. Saat nanti perusahaan menjadi besar, investor masuk, pinjaman itu akan dikalkulasi lagi. Sebelum tanda tangan kontrak apapun juga hendaknya diulas dulu isinya. Jika tidak paham, ia menyarankan untuk menghubungi penasihat hukum yang tepercaya. 

“Entrepreneur harus tahu apakah dana itu penyertaannya untuk modal atau utang, karena perlakuannya berbeda. Jangan menyepelekan masalah hukum. Harus jelas dari awal agar terhindar dari sengketa di masa depan. Ini untuk solusi yang saling menguntungkan,” katanya.

Cindy mengamati masih banyak pengusaha yang mengabaikan masalah hukum kecuali jika nantinya mereka tersandung masalah. (*/)

Author: akhlis

Writer & yogi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: