Gerindra Perjuangkan Hak Kaum Tuna Netra untuk Kenali Pecahan Uang Kertas

Saya dituduh seorang teman membenci Prabowo. “Kamu kenapa sih sampe nulis yang Lee Kuan Yew itu? Kamu benci Prabowo ya?” Belum selesai pertanyaannya, saya berusaha menutup mulut karena rahang saya susah diangkat. ‎Saya tak tahu isu semacam itu masih relevan diangkat dan dibahas pasca Pilpres. Apakah sepenting itu saya dulu mendukung Prabowo atau Jokowi?

Konyol.

Saya bahkan tidak paham kenapa atasan saya sampai mewanti-wanti,”Kamu kenapa sampai nulis begituan? Nanti kalau diapa-apain gimana ama dia? Kan kamu lihat wawancaranya di BBC? Kamu ga takut? Kamu ga kasian keluarga kamu kalau nanti mereka diapa-apain?”

‎Saya hanya ingin menguap. Membosankan.

Mungkin atasan saya itu sedang mabuk, tapi saya pikir tidak. Kemungkinan besar ia sedang berhalusinasi bahwa dirinya dan saya tinggal di China Daratan. Tetapi saya pikir ini Indonesia, negara demokrasi. Semua bisa berkata apapun selama masih dalam koridor hukum. Kalaupun tidak terima, tinggal perkarakan di muka hukum saja.

Baru saja tadi kabar ini disampaikan melalui email blast Sahabat Jaringan Gerindra, sebuah portal daring yang bertujuan mengakomodasi para simpatisan dan non-simpatisan yang tertarik mengikuti perkembangan terbaru Gerindra.

Begini bunyinya:

“Sahabat Jaringan Gerindra,

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, jumlah kaum tuna netra saat ini mencapai 1,5 persen atau 2 juta orang dari total penduduk Indonesia. Saat ini, tidaklah mudah bagi mereka untuk membedakan pecahan mata uang kertas Rupiah. Hal ini disebabkan karena mata uang kertas kita belum memiliki penanda khusus untuk membantu kaum tuna netra. Demi meningkatkan kedaulatan keuangan bagi kaum tuna netra Indonesia, Fraksi Partai Gerindra di DPR RI memperjuangkan pasal berikut dalam RUU Penyandang Disabilitas: Bank Indonesia (BI) menjamin hak Penyandang Disabilitas (Tuna Netra) untuk mendapatkan haknya dalam membedakan pecahan mata uang kertas, dengan titik timbul (emboss) pada Rp. 5.000, Rp. 10.000, Rp. 20.000, Rp. 50.000 dan Rp. 100.000.”

Kiranya jika benar-benar tercapai, akan menjadi sebuah prestasi bagi tidak hanya Gerindra namun juga bangsa Indonesia karena negeri ini sungguh tak bersahabat bagi saudara-saudara yang memiliki kondisi khusus.”

Apakah dengan menulis ini saya telah berubah haluan menjadi pendukung Prabowo? Sudahlah, saya mengantuk.

2 Comments

Filed under save our nation

2 responses to “Gerindra Perjuangkan Hak Kaum Tuna Netra untuk Kenali Pecahan Uang Kertas

  1. RUU disabilitas itu yang punya inisiatif organisasi penyandang disabilitas, tapi karena sistem Kiya, inisiatif penggantian uu NO. 4/97 itu dianggap sebagai inisiatif DPR. Dari anggota DPR yang kemaren ga segera diganti. Semoga Gerindra atau partai apapun bisa segera mendorong penggantian uu tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s