Untuk Perkuat Tulang, Makan Buah. Bukan Minum Susu.

Lupakan susu jika ingin menjaga kesehatan tulang. Buah lebih ampuh dalam memperkuat tulang, menurut temuan sebuah studi ilmiah.

Untuk tetap menjaga kesehatan tulang, konsumsi berlebihan secara terus menerus makanan yang berkandungan lemak dan gula yang tinggi ‎juga harus dipantang. Riset juga menunjukkan bahwa makanan tinggi lemak dan gula memperlemah tulang dan memicu osteoporosis.

Meskipun tren konsumsi makanan tinggi gula dan lemak serta risiko osteoporosis ini terus naik, masih ada harapan untuk melawannya. Demikian pernyataan Ron Zernicke, profesor dalam bidang teknik biomedis dan pembedahan ortopedi di University of Michigan. Komunitas medis dan masyarakat umum bisa membalikkan tren ini melalui diet, olahraga dan dalam beberapa kasus tertentu, pengobatan medis.

‎Para warga di AS menuntut tindakan nyata sekarang, kata Cy Frank, direktur eksekutif Alberta Bone and Joint Health Institute dan ahli bedah ortopedi yang berpraktik di kota Calgary. Generasi baby boomers merupakan generasi pertama yang mengkonsumsi makanan cepat saji, menciptakan tren makanan tinggi gula dan lemak dalam sejarah. Akibatnya wabah obesitas pun meluas.

‎Zernicke berpendapat generasi baby boomers (mereka yang berusia maksimal 66 tetapi lebih tua dari generasi X yang lahir tahun 1980-an) telah mencapai tahap dalam kehidupan saat mereka paling rentan terhadap masalah tulang dan persendian.

Prediksi umum ahli bedah AS bahwa hingga tahun 2020, separuh warga AS berusia di atas 50 tahun akan menderita atau berisiko menderita osteoporosis di pinggul. Ini menjadi berita buruk bagi kaum wanita yang lebih rentan menderita osteoporosis hingga 2-3 kali lebih tinggi dari para pria.

‎Dikatakan bahwa ada dua cara bagaimana gula dan lemak memperlemah tulang. Pertama, keduanya menghalangi penyerapan kalsium sehingga kalsium terbuang keluar bersama air seni. Kedua, lapisan lemak yang menyelubungi usus mempersulit penyerapan kalsium. Berat badan berlebih membuat tulang belakang juga terbebani dan melemah, ujar Zernicke.

Diet dan olah fisik menjadi dua senjata utama melawan osteoporosis. Makanan sehat dan aktivitas fisik yang cukup membuat pertumbuhan jaringan tulang optimal sehingga risiko osteoporosis menurun pula.

Namun, pencegahan juga mencakup banyak hal di luar makanan dan olahraga. Menyingkirkan makanan siap saji dan menerapkan gaya hidup sehat di dalam keseharian kita juga sangat membantu, ungkap Zernicke. (University of Michigan)

Leave a comment

Filed under writing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s