Hadiri ASEAN Literary Festival 2015 19 Maret Nanti!

Setelah menghadiri ASEAN Literary Festival tahun kemarin di Taman Ismail Marzuki, dua pekan lagi ajang yang sama akn digelar masih di tempat yang sama. Tema besarnya adalah mengenang sastrawan Indonesia yang beberapa waktu lalu baru saja berpulang ke Sang Pencipta, alm. Sitor Situmorang.

Berikut keseluruhan pernyataan pers dari pihak ASEAN Literary Festival 2015:

“Memasuki tahun kedua, ASEAN Literary Festival (ALF) 2015 akan dibuka pada Kamis, 19 Maret 2015, di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki Jakarta, dan akan menjadi persembahan khusus bagi sastrawan Sitor Situmorang. Karya-karya Sitor akan ditafsir ke dalam komposisi musik, tari, dan berbagai pertunjukan. Di antaranya akan tampil pianis Ananda Sukarlan, yang akan membawakan puisi panjang Sitor Situmorang yang ditulis tahun 1955 berjudul “La Ronde”. Malam pembukaan ALF 2015 akan menjadi pementasan pertama komposisi tersebut. Ananda Sukarlan memilih penyanyi muda bersuara emas dari Surabaya bernama Nikodemus Lukas untuk menyanyikannya. Selain “La Ronde”, Nikodemus juga akan membawakan karya-karya Ananda yang lain, yang juga berangkat dari puisi Sitor Situmorang, seperti “Surat Kertas Hijau” dan “Malam Kebumen.”

“Sitor Situmorang diangkat menjadi tema pada malam pembukaan karena pengaruhnya yang sangat besar bagi kesusastraan Indonesia. Ini sebuah upaya memperkenalkan Sitor pada generasi muda,” ujar Abdul Khalik, Direktur ALF, di Jakarta, Jumat (27/2). Selain itu, tampil pula Nabilla Rasul, penari muda peraih hibah Seni Yayasan Kelola 2013 yang pernah tampil di pagelaran musikal Onrop, Dance Generation, dan Heart Records. Nabilla akan menafsirkan puisi Sitor berjudul “Dia dan Aku” dalam komposisi gerak tarian.

Ada pula special performance dari Signmark (Finlandia), musisi tuna rungu pertama di dunia yang berhasil mendapatkan kontrak rekaman dengan label major dunia. “Penampilan Signmark menunjukkan komitmen ALF untuk menjunjung inklusivitas, memberikan hak-hak yang sama bagi kaum diffable,” kata Abdul Khalik. “Selain itu, ini juga bagian dari perayaan keragaman bahasa yang menjadi jantung dari sebuah festival sastra.” Orasi budaya akan disampaikan oleh dr. Ma Thida, sastrawan asal Myanmar.
ALF 2015 diikuti lebih dari 20 negara (baik ASEAN maupun non-ASEAN) dan akan berlangsung hingga 22 Maret 2015, dengan rangkaian acara seperti pemutaran film, seminar, jumpa penulis, workshop menulis, tur sastra, dan berbagai pertunjukan berbasis karya sastra. Informasi lengkap mengenai ASEAN Literary Festival 2015 dapat diperoleh di situs resmi http://www.aseanliteraryfestival.com.

Informasi lebih jauh dapat menghubungi:
Ruth Stephanie (Project Officer ASEAN Literary Festival 2015) 082120646147, 082215898935
aseanliteraryfest@gmail.com”

Leave a comment

Filed under journalism, writing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s