Menyentil Yang Ganjil

Masyarakat dan peradaban tak suka yang ganjil. Mereka menyukai kegenapan, kewarasan, kepatuhan pada keseragaman. Karena dari keseragaman itu tercipta kohesi, daya ikat yang menyatukan – dan mengungkung – semua manusia di dalam lingkarannya, yang penuh sukarela atau terpaksa berada di dalamnya. Keserasian juga akan terbina jika keseragaman dan kepatuhan terjaga senantiasa. Pemberontak-pemberontak akan dibina, dan jikalau tetap liar dan binal, pastinya akan dibinasakan.

Sebagian yang ganjil cukup beruntung untuk bertahan dengan menyamar sedemikian rupa untuk tampak lebih genap di mata masyarakat yang terus menerus menghakimi. Sementara yang sisanya, bisa melejit, mencuat dengan keganjilan mereka.

1 Comment

Filed under miscellaneous

One response to “Menyentil Yang Ganjil

  1. Riza Sulistyo

    Menjadi ganjil, juga kadang bisa menjadi bahan jualan. Gpp ganjil, asal ngehits dan banyak uang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s