Obat untuk Raga yang Lara Setelah Kelas Yoga Perdana

‎Sudah bukan hal aneh menemukan orang yang ‘mangkir’ setelah kelas yoga pertama mereka. Ada saja alasan-alasannya. Yang paling populer tentu kita sudah tahu bersama:karena badan yang sakit sekujur karena (merasa) tidak lentur. Karena pegal dan sakit itu, diperlukanlah rehat. Tidak ada alasan untuk menyiksa diri sebegitu sadisnya, bukan? Tetapi mau jeda sampai kapan? Itu masalahnya.

Namun bisa juga itu dianggap sebagai solusinya. Solusi untuk menemukan kesungguhan berlatih. Saya tidak sepakat berlatih yoga untuk semua orang. Alasan saya, karena tidak semua orang memiliki ketekunan, kecintaan dan tekad yang begitu tinggi untuk melakukannya. Kadang ada orang yang suka, tetapi sayang tak punya banyak waktu. Ada yang kurang suka, tetapi malah punya banyak waktu. Yang paling beruntung tentunya memiliki banyak waktu, tenaga dana serta semangat.

Jadi rasa malas itu bisa menjadi filter untuk menemukan siapa yang benar-benar berdedikasi dan tekun.

Lalu jika kita merasa badan sakit setelah keluar dari kelas yoga pertama kita, apa yang harus dilakukan untuk menyembuhkannya? ‎Apa bedanya rasa sakit pemula ini dengan cedera?

Kino McGregor, sang guru Ashtanga yoga dengan rambut pirang dan tubuh padat nan seksi itu‎, berkata dalam sebuah kelasnya, kira-kira begini artinya dalam bahasa kita:”Obat rasa sakit setelah kelas yoga pertama adalah… Melakukan yoga lagi!” Dengan kata lain, jika memang terasa badan nyeri, jangan khawatir, itu artinya Anda masih sadar dengan keberadaan tiap-tiap bagian tubuh. Otot-otot, ligamen, tulang yang sebelumnya jarang diberdayakan tiba-tiba mesti bekerja lebih keras. Dan itu bukan masalah besar. Justru Anda mesti bersyukur. Inilah awal untuk mengenal tubuh Anda sendiri.

Nah, cara membedakan rasa sakit khas pemula ‎dari cedera ini adalah sensasi di hari-hari berikutnya. Apakah setelah itu Anda merasa lebih ringan dalam bergerak, lebih bersemangat, lebih segar dalam menjalani kegiatan sehari-hari? Itu artinya rasa sakit setelah beryoga pertama kali itu BUKAN cedera. Hanya satu fase adaptasi saja. Tidurlah yang cukup (yoga akan membantu “menidurkan” Anda juga di malam hari) dan semuanya akan baik-baik saja.

Lain dengan sakit akibat cedera. Sensasi kurang enaknya bertahan dalam waktu yang relatif lama, bahkan berminggu-minggu dan berbulan-bulan. ‎Badan menjadi tak leluasa beraktivitas, dan ruang gerak jadi terbatas. Cedera, lain dari sakit biasa di awal beryoga, membuat kita terkungkung dan tersiksa.

Betul memang perkataan “No pain, no gain”, tetapi tidak semua rasa sakit akan mengantar pada pencapaian yang kita inginkan. Hanya rasa sakit yang positif dan tepat yang membawa kita meraih (gain) sesuatu.‎ Selain itu, rasa sakit yang menyiksa cuma bisa membuat kita tak bisa ke mana-mana. Mandek di tengah jalan. Bahkan sebelum perjalanan dimulai. Jadi, bijaklah dalam menyadari rasa sakit itu.

Leave a comment

Filed under yoga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s