Studi: Berlibur, Bukan Bekerja Mati-matian, yang Buat Anda Naik Pangkat dan Naik Gaji

‎TIDAK MASUK AKAL? Saya juga awalnya berpikir demikian. Bagaimana bisa berlibur membuat atasan mempromosikan kita? Meski kontraintuitif secara sekilas tetapi begitulah simpulan dari studi yang dilakukan U. S. Travel Association mengenai liburan dan dampaknya pada kinerja perusahaan dan pegawai di dalamnya.

Proyek penelitian itu bernama Project: Time Off. Menurut Gary Oster sang pemimpin pelaksana proyek, kebanyakan orang mengabaikan liburan karena berpikir akan berdampak buruk pada persepsi atasan pada mereka. “Namun, sebenarnya bukan itu masalahnya,” tukasnya. Berikut beberapa poin mengenai manfaat liburan bagi produktivitas kerja menurut Shawn Achor, penulis buku The Happiness Advantage.

LIBURAN NAIKKAN PELUANG NAIK JABATAN. ‎Menurut penelitian itu, mereka yang menghabiskan peluang berlibur memiliki peluang 6,5 persen lebih tinggi naik gaji atau naik pangkat daripada mereka yang tidak menggunakan waktu cuti mereka. Ternyata bekerja tanpa henti tidak menjamin lebih cepat dipromosikan atau naik gaji.

PIKIRAN YANG POSITIF TINGKATKAN KINERJA BISNIS. Saat otak penuh semangat positif, produktivitas naik hingga 31 persen, klaim Shawn. Dengan berbekal produktivitas tinggi itu, penjualan melambung sampai 37 persen dan kreativitas dan pendapatan bisa naik 3 kali lipat. Intinya, gembirakan dan istirahatkan otak secara berkala agar bisa kembali bekerja dengan lebih baik dan menghasilkan sesuatu yang lebih unggul. Mengunjungi tempat baru dan melakukan hal-hal yang di luar rutinitas membuat kita lebih segar secara psikis dan mental.

Akan tetapi agar liburan memberikan manfaat maksimal, perhatikan agar tingkat stresnya serendah mungkin. Caranya: 1. Merencanakannya jauh-jauh hari
2. Menyiapkan rekan pengganti di tempat kerja
3. Pilih tujuan sejauh mungkin dari kota asal
4. Siapkan tetek bengeknya sebelum berangkat

Karena akan percuma bila berlibur tetapi dalam kondisi kacau bukan? Alih-alih pulang dengan lebih bahagia malah makin frustrasi.

ATASAN ANDA ANGGAP ANDA LEBIH PRODUKTIF. Menurut riset U.S. Travel Association, para manajer menghubungkan kebahagiaan pribadi dengan tingkat produktivitas stafnya. Pada kenyataannya, para atasan menyarankan pegawai berlibur dengan alasan: kebahagiaan pribadi (31 persen), produktivitas (21 persen). Saat manusia bahagai, ia akan lebih mudah diajak bekerjasama bukan?

MELEWATKAN LIBURAN ARTINYA MELEWATKAN KENAIKAN GAJI. Kalkulasinya sederhana saja. Jika liburan jadi salah satu bentuk kompensasi pekerjaan, kenapa Anda harus melewatkannya? Anda bisa menunda bekerja demi berlibur sejenak karena sejatinya pekerjaan tak akan ada habisnya.


Leave a comment

Filed under health

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s